22.7 C
Kediri
Monday, August 8, 2022

Gedung TK Ambruk, Enam Guru Terluka

TANJUNGANOM, JP Radar Nganjuk-Petaka terjadi di TK Pertiwi Tanjunganom sekitar pukul 09.35 kemarin. Bangunan yang terletak satu kompleks dengan kantor Kelurahan Tanjunganom itu ambruk. Akibatnya, enam guru yang sedang beraktivitas di kantor ikut tertimpa material dan mengalami luka-luka. 

Salah satu guru yang tertimpa material bangunan adalah Anik Wijayanti. Guru berusia 41 tahun itu tertimpa kayu atap. Saat ditemui koran ini kemarin, dia terlihat masih syok. “Kejadiannya (ambruknya gedung TK Pertiwi, Red) sangat cepat sekali,” ujar perempuan berjilbab itu.

Awalnya, Anik mengaku sempat melihat kayu dari atap jatuh di sebelah ruangan. Hanya beberapa detik kemudian, plafon ruangannya ambruk. Guru asal Tanjunganom itu belum sempat keluar dari ruangan. Demikian pun teman-temannya.

Refleks, dia langsung merunduk dan berlindung di bawah meja. Benar saja, beberapa detik berselang kayu dari atap berjatuhan. Gentingnya juga pecah. Sebagian material mengenai Anik yang hanya berlindung di bawah meja kecil.

Melihat material sudah seluruhnya jatuh, Anik yang kakinya terkena tumpukan material itu berusaha keluar dari ruangan. Perempuan yang berada di dekat pintu ruangan itu langsung meninggalkan ruangan dengan kondisi tangan tergores setelah terbentur kayu atap.

Baca Juga :  Selingkar Wilis, Pengintegrasian Daerah yang Terhambat Anggaran

Selain Anik, Fitriana, 28, guru lainnya juga menjadi korban. Saat kejadian, guru muda itu sempat berlari keluar ruangan. Meski demikian, dia juga terluka. “Saya yang kena (kejatuhan material atap, Red) di tangan dan punggung,” tuturnya.

Dia mengaku tidak tahu benda apa yang mengenai tubuhnya. Sebab, konsentrasinya saat itu adalah untuk menyelamatkan diri keluar dari ruangan. Jika dia selamat, total ada lima guru yang terjebak di dalam ruangan.

Selain Anik, ada pula empat guru dari TK Pertiwi lainnya yang berada di satu ruangan. Mereka adalah Marlia Fajarwati, 40, asal TK Pertiwi Warujayeng; Sri Wahyuningsih, 42, asal TK Pertiwi Kampung Baru; Maefi’ah, 52, asal TK Pertiwi Tanjunganom, dan Istiar, 44, asal TK Pertiwi Sidoharjo.

Lima guru tersebut mayoritas mengalami luka memar pada tangan dan kaki. “Semua sudah dibawa ke Puskesmas Tanjunganom,” tutur Fitri yang hingga kemarin siang juga masih trauma.

Sementara itu, peristiwa nahas di TK Pertiwi Tanjunganom itu jadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Nganjuk. Kemarin, mereka langsung mengecek lokasi gedung yang ambruk. Plt Kadisdik Nganjuk Samsul Huda yang kemarin mengecek langsung gedung TK Pertiwi menyebut, gedung tersebut ambruk karena faktor usia bangunan.

Baca Juga :  Sosialisasi 4 Pilar di Aula Himasal Kabupaten Kediri

Selebihnya, faktor cuaca juga ikut mempengaruhi robohnya gedung tersebut. “Bangunan sudah tua. Tidak kuat setelah beberapa kali diguyur hujan deras,” tandasnya tentang bangunan yang dibangun tahun 2008 lalu itu.

Kapan perbaikan akan dilakukan? Samsul menyebut perbaikan akan diupayakan menggunakan dana hibah. Berdasar hitungan sementara, setidaknya dibutuhkan dana Rp 75 juta untuk memperbaiki bangunan.

Terkait teknis pembangunan, Samsul mengaku akan mengoordinasikannya dengan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR). “Nanti bisa dintegrasikan dengan kecamatan dan kelurahan,” jelasnya.

 

Kronologi:

-Enam guru berkumpul di TK Pertiwi Tanjunganom sejak pukul 08.00

-Empat guru berada di satu ruangan, dan dua lainnya di ruang lain yang hanya dipisahkan sekat berupa lemari.

-Enam guru berada di sana untuk mengerjakan bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) sekolah sekaligus membahas syukuran ulang tahun TK Pertiwi Tanjunganom.

-Sekitar 30 menit berada di dalam ruangan, gedung langsung ambruk.

- Advertisement -

TANJUNGANOM, JP Radar Nganjuk-Petaka terjadi di TK Pertiwi Tanjunganom sekitar pukul 09.35 kemarin. Bangunan yang terletak satu kompleks dengan kantor Kelurahan Tanjunganom itu ambruk. Akibatnya, enam guru yang sedang beraktivitas di kantor ikut tertimpa material dan mengalami luka-luka. 

Salah satu guru yang tertimpa material bangunan adalah Anik Wijayanti. Guru berusia 41 tahun itu tertimpa kayu atap. Saat ditemui koran ini kemarin, dia terlihat masih syok. “Kejadiannya (ambruknya gedung TK Pertiwi, Red) sangat cepat sekali,” ujar perempuan berjilbab itu.

Awalnya, Anik mengaku sempat melihat kayu dari atap jatuh di sebelah ruangan. Hanya beberapa detik kemudian, plafon ruangannya ambruk. Guru asal Tanjunganom itu belum sempat keluar dari ruangan. Demikian pun teman-temannya.

Refleks, dia langsung merunduk dan berlindung di bawah meja. Benar saja, beberapa detik berselang kayu dari atap berjatuhan. Gentingnya juga pecah. Sebagian material mengenai Anik yang hanya berlindung di bawah meja kecil.

Melihat material sudah seluruhnya jatuh, Anik yang kakinya terkena tumpukan material itu berusaha keluar dari ruangan. Perempuan yang berada di dekat pintu ruangan itu langsung meninggalkan ruangan dengan kondisi tangan tergores setelah terbentur kayu atap.

Baca Juga :  Stok Darah Terancam Menipis

Selain Anik, Fitriana, 28, guru lainnya juga menjadi korban. Saat kejadian, guru muda itu sempat berlari keluar ruangan. Meski demikian, dia juga terluka. “Saya yang kena (kejatuhan material atap, Red) di tangan dan punggung,” tuturnya.

Dia mengaku tidak tahu benda apa yang mengenai tubuhnya. Sebab, konsentrasinya saat itu adalah untuk menyelamatkan diri keluar dari ruangan. Jika dia selamat, total ada lima guru yang terjebak di dalam ruangan.

Selain Anik, ada pula empat guru dari TK Pertiwi lainnya yang berada di satu ruangan. Mereka adalah Marlia Fajarwati, 40, asal TK Pertiwi Warujayeng; Sri Wahyuningsih, 42, asal TK Pertiwi Kampung Baru; Maefi’ah, 52, asal TK Pertiwi Tanjunganom, dan Istiar, 44, asal TK Pertiwi Sidoharjo.

Lima guru tersebut mayoritas mengalami luka memar pada tangan dan kaki. “Semua sudah dibawa ke Puskesmas Tanjunganom,” tutur Fitri yang hingga kemarin siang juga masih trauma.

Sementara itu, peristiwa nahas di TK Pertiwi Tanjunganom itu jadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Nganjuk. Kemarin, mereka langsung mengecek lokasi gedung yang ambruk. Plt Kadisdik Nganjuk Samsul Huda yang kemarin mengecek langsung gedung TK Pertiwi menyebut, gedung tersebut ambruk karena faktor usia bangunan.

Baca Juga :  Gagas Pembangunan Bendungan Margopatut

Selebihnya, faktor cuaca juga ikut mempengaruhi robohnya gedung tersebut. “Bangunan sudah tua. Tidak kuat setelah beberapa kali diguyur hujan deras,” tandasnya tentang bangunan yang dibangun tahun 2008 lalu itu.

Kapan perbaikan akan dilakukan? Samsul menyebut perbaikan akan diupayakan menggunakan dana hibah. Berdasar hitungan sementara, setidaknya dibutuhkan dana Rp 75 juta untuk memperbaiki bangunan.

Terkait teknis pembangunan, Samsul mengaku akan mengoordinasikannya dengan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR). “Nanti bisa dintegrasikan dengan kecamatan dan kelurahan,” jelasnya.

 

Kronologi:

-Enam guru berkumpul di TK Pertiwi Tanjunganom sejak pukul 08.00

-Empat guru berada di satu ruangan, dan dua lainnya di ruang lain yang hanya dipisahkan sekat berupa lemari.

-Enam guru berada di sana untuk mengerjakan bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) sekolah sekaligus membahas syukuran ulang tahun TK Pertiwi Tanjunganom.

-Sekitar 30 menit berada di dalam ruangan, gedung langsung ambruk.

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Mulai Data Tanah Tol Agustus


Artikel Terbaru

/