23.1 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Jembatan Kayu di Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro Mengenaskan

Jembatan kayu di Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro memiliki peranan yang vital. Karena jembatan itu menghubungkan Dusun Ngledok dan Dusun Sumengko. Setiap hari warga melintas di sana. Sayang, karena ada enam papan yang rusak, pengendara harus ekstraberhati-hati saat melintas.

Glodak… Glodak… Glodak.. Itulah bunyi di jembatan kayu Desa Sumengko saat ada sepeda motor yang melintas. Bunyi itu muncul karena ada enam papan yang rusak. Warga menggantinya dengan enam batang kayu. Sayang, karena tidak rata dan tidak dipaku, akhirnya gemblodak saat ada kendaraan yang melewatinya. “Jembatan kayu ini namanya Jembatan Glodak,” ujar Nuryanto, 40, warga setempat kemarin.

Menurut Nuryanto, Jembatan Glodak berdiri sekitar tahun 1998. Kondisinya tidak begitu jauh berbeda dengan sekarang ini. Masih relatif sama. Lantainya sejak dulu juga menggunakan batang kayu yang disusun.

Baca Juga :  Pencairan DD Tahap II Belum Tuntas

Lantaran dimakan usia dan banyak dilewati kendaraan yang mengangkut hasil panen, beberapa batang kayu sempat hancur. Bahkan, masih satu minggu ini ada enam batang yang rusak. Praktis, lantai jembatan tersebut menjadi berlubang. Membahayakan para pengendara yang melintas. “Kadang ada juga yang terperosok,” ujar Nuryanto.

Kondisi ini membuat para pengendara yang melintas harus berhenti sejenak atau berjalan sangat pelan. Terutama mereka yang mengendarai sepeda motor. Bahkan, tidak sedikit yang harus menurunkan kedua kakinya untuk menjaga keseimbangan kendaraannya. “Jembatan ini adalah akses satu-satunya warga,” ujar Nuryanto.

 Sebenarnya, ada jembatan permanen di Desa Sumengko. Sayang, jaraknya cukup jauh. Sehingga, warga lebih memilih lewat Jembatan Glodak. “Harus muter jauh kalau lewat jembatan permanen,” ujar buruh tani ini.

Baca Juga :  Nama Ita Triwibawati Tetap Masuk Bursa

Nuryanto berharap, Pemkab Nganjuk memperbaiki Jembatan Glodak. Sehingga, tidak membahayakan masyarakat. “Mudah-mudahan segera diperbaiki,” harapnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo mengatakan, belum mengetahui kondisi Jembatan Glodak yang mengenaskan di Sumengko. Dinas PUPR akan melaksanakan survey terlebih dulu untuk melihat langsung kondisi jembatan sebelum mengusulkan perbaikannya. “Nanti kita cek apakah masuk jembatan desa atau tidak,” ujarnya.

- Advertisement -

Jembatan kayu di Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro memiliki peranan yang vital. Karena jembatan itu menghubungkan Dusun Ngledok dan Dusun Sumengko. Setiap hari warga melintas di sana. Sayang, karena ada enam papan yang rusak, pengendara harus ekstraberhati-hati saat melintas.

Glodak… Glodak… Glodak.. Itulah bunyi di jembatan kayu Desa Sumengko saat ada sepeda motor yang melintas. Bunyi itu muncul karena ada enam papan yang rusak. Warga menggantinya dengan enam batang kayu. Sayang, karena tidak rata dan tidak dipaku, akhirnya gemblodak saat ada kendaraan yang melewatinya. “Jembatan kayu ini namanya Jembatan Glodak,” ujar Nuryanto, 40, warga setempat kemarin.

Menurut Nuryanto, Jembatan Glodak berdiri sekitar tahun 1998. Kondisinya tidak begitu jauh berbeda dengan sekarang ini. Masih relatif sama. Lantainya sejak dulu juga menggunakan batang kayu yang disusun.

Baca Juga :  Bayi Gedung Juang 45 Nganjuk Meninggal di Kandungan

Lantaran dimakan usia dan banyak dilewati kendaraan yang mengangkut hasil panen, beberapa batang kayu sempat hancur. Bahkan, masih satu minggu ini ada enam batang yang rusak. Praktis, lantai jembatan tersebut menjadi berlubang. Membahayakan para pengendara yang melintas. “Kadang ada juga yang terperosok,” ujar Nuryanto.

Kondisi ini membuat para pengendara yang melintas harus berhenti sejenak atau berjalan sangat pelan. Terutama mereka yang mengendarai sepeda motor. Bahkan, tidak sedikit yang harus menurunkan kedua kakinya untuk menjaga keseimbangan kendaraannya. “Jembatan ini adalah akses satu-satunya warga,” ujar Nuryanto.

 Sebenarnya, ada jembatan permanen di Desa Sumengko. Sayang, jaraknya cukup jauh. Sehingga, warga lebih memilih lewat Jembatan Glodak. “Harus muter jauh kalau lewat jembatan permanen,” ujar buruh tani ini.

Baca Juga :  Empat Siswa Absen UNBK Hari Pertama

Nuryanto berharap, Pemkab Nganjuk memperbaiki Jembatan Glodak. Sehingga, tidak membahayakan masyarakat. “Mudah-mudahan segera diperbaiki,” harapnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo mengatakan, belum mengetahui kondisi Jembatan Glodak yang mengenaskan di Sumengko. Dinas PUPR akan melaksanakan survey terlebih dulu untuk melihat langsung kondisi jembatan sebelum mengusulkan perbaikannya. “Nanti kita cek apakah masuk jembatan desa atau tidak,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/