27.4 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Target Vaksinasi PMK Ternak Molor

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri– Target penuntasan vaksinasi untuk tanggulangi penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak di Kota Tahu tampaknya molor. Meleset dari target penyelesaian. Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri menarget 500 dosis vaksin bisa tersalurkan selama satu pekan.

Kenyataannya, baru kemarin bisa dituntaskan. Padahal vaksin tahap kedua mulai disalurkan sejak Senin silam (25/7). Kepala DKPP Kota Kediri Mohammad Ridwan mengatakan, pihaknya baru menuntaskan penyuntikan vaksin PMK kemarin. Tak seperti penyuntikan vaksin tahap pertama pada awal Juni lalu, sebanyak 500 dosis dapat tersalurkan selama lima hari.

Hal itu karena DKPP mengalami sedikit kesulitan saat melakukan penyuntikan vaksin ke sapi milik para peternak. “Ini disebabkan petugas mempunyai kerja tambahan. Yakni selain menyuntikkan vaksin, juga mendata hewan yang telah divaksin itu,” papar Ridwan.

Baca Juga :  Bupati Kediri Tunda Pelantikan Perangkat

Ia menambahkan, proses pendataan hewan ternak yang telah divaksin membutuhkan waktu. Mulai dari pendataan kepemilikan maupun proses peng-input-an data melalui barcode ear tag yang dipasang di telinga lembu.

“Biasanya ya penyuntikkan 5 menit selesai. Ini membutuhkan 15 menit. Sementara petugas juga perlu berkeliling ke kandang-kandang,” terang Ridwan.

- Advertisement -

Belum lagi, jika ada peternak yang enggan sapinya disuntik vaksin. Alhasil, para petugas DKPP harus berjalan lagi menuju kandang ternak berikutnya. Proses ini juga memakan waktu lagi.

Sehingga tim dokter hewan di lapangan harus bekerja secara ekstra agar vaksinasi bisa segera terselesaikan. “Satu botol vaksin untuk seratus dosis. Jika satu botol sudah dibuka ya berarti harus habis 100 dosis selama satu hari,” ungkap Ridwan.

Baca Juga :  Objek Wisata Unggulan Kota Angin saat Natal dan Tahun Baru

Sementara itu, menurut dia, jika ada peternak yang enggan hewannya divaksin maka petugas perlu memberikan pemahaman kembali. Terutama tentang pentingnya vaksin agar tubuh ternak bisa terbentuk antibodi.

“Harus lagi bersosialisasi tentang pentingnya vaksinasi. Karena itu ya membutuhkan waktu lagi. Jadi kira-kira seperti itu kendala petugas di lapangan pada vaksinasi kedua ini,” jelas mantan Camat Mojoroto tersebut.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri– Target penuntasan vaksinasi untuk tanggulangi penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak di Kota Tahu tampaknya molor. Meleset dari target penyelesaian. Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri menarget 500 dosis vaksin bisa tersalurkan selama satu pekan.

Kenyataannya, baru kemarin bisa dituntaskan. Padahal vaksin tahap kedua mulai disalurkan sejak Senin silam (25/7). Kepala DKPP Kota Kediri Mohammad Ridwan mengatakan, pihaknya baru menuntaskan penyuntikan vaksin PMK kemarin. Tak seperti penyuntikan vaksin tahap pertama pada awal Juni lalu, sebanyak 500 dosis dapat tersalurkan selama lima hari.

Hal itu karena DKPP mengalami sedikit kesulitan saat melakukan penyuntikan vaksin ke sapi milik para peternak. “Ini disebabkan petugas mempunyai kerja tambahan. Yakni selain menyuntikkan vaksin, juga mendata hewan yang telah divaksin itu,” papar Ridwan.

Baca Juga :  Sistem Zonasi, Ortu Tak Perlu Cemas

Ia menambahkan, proses pendataan hewan ternak yang telah divaksin membutuhkan waktu. Mulai dari pendataan kepemilikan maupun proses peng-input-an data melalui barcode ear tag yang dipasang di telinga lembu.

“Biasanya ya penyuntikkan 5 menit selesai. Ini membutuhkan 15 menit. Sementara petugas juga perlu berkeliling ke kandang-kandang,” terang Ridwan.

Belum lagi, jika ada peternak yang enggan sapinya disuntik vaksin. Alhasil, para petugas DKPP harus berjalan lagi menuju kandang ternak berikutnya. Proses ini juga memakan waktu lagi.

Sehingga tim dokter hewan di lapangan harus bekerja secara ekstra agar vaksinasi bisa segera terselesaikan. “Satu botol vaksin untuk seratus dosis. Jika satu botol sudah dibuka ya berarti harus habis 100 dosis selama satu hari,” ungkap Ridwan.

Baca Juga :  Raperda LPj APBD 2017 Akhirnya Dibacakan

Sementara itu, menurut dia, jika ada peternak yang enggan hewannya divaksin maka petugas perlu memberikan pemahaman kembali. Terutama tentang pentingnya vaksin agar tubuh ternak bisa terbentuk antibodi.

“Harus lagi bersosialisasi tentang pentingnya vaksinasi. Karena itu ya membutuhkan waktu lagi. Jadi kira-kira seperti itu kendala petugas di lapangan pada vaksinasi kedua ini,” jelas mantan Camat Mojoroto tersebut.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/