23.9 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Razia Kos, Satpol PP Kota Kediri Jaring Enam Pasangan

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-Satpol PP Kota Kediri menggencarkan razia di sejumlah tempat kos di Kota Kediri. Kamis (30/6) lalu, aparat penegak perda dengan TNI kembali menyasar Kecamatan Kota, Mojoroto, dan Pesantren. Hasilnya, mereka menjaring enam bukan pasangan suami istri (pasutri) yang kedapatan berada di dalam kamar.

Razia digelar pukul 19.45 hingga pukul 22.30. Tim yang berkumpul di mako satpol Jl Veteran dibagi menjadi tiga. Mulai wilayah Kota, Pesantren, dan Mojoroto. Dari sejumlah tempat kos yang dikunjungi, mereka mengamankan enam bukan pasangan suami istri.

Satu pasangan didapati di sebuah kos Kelurahan Banjarmlati, Mojoroto. Kemudian, lima pasangan lainnya di tempat kos Kelurahan Tosaren, Pesantren. Saat tim mendatangi tempat kos di Banjarmlati, muda-mudi yang ada di dalam kamar berdalih tidak melakukan asusila. “Ini kami sedang makan,” kilah AP, 22 yang bersama YS, 20.

Baca Juga :  Mereka yang Berharap-harap Cemas Tunggu Jembatan Mrican Dibangun Lagi

Saat KTP mereka diperiksa, ternyata AP dan YS bukan pasutri. Meski demikian, seperti di awal mereka tetap ngeyel tidak melakukan hal negatif di sana. Meski, kamar tempat mereka berduaan dalam kondisi tertutup.

Bi, pengelola tempat kos yang dimintai penjelasan tentang keberadaan dua muda-mudi di dalam kamar kos menuturkan, dia sudah meminta penghuni kos untuk tidak menutup pintu kamar jika ada tamu. Atas kelalaiannya, satpol juga meminta KTP perempuan yang cukup terkenal di area GOR Joyoboyo tersebut.

- Advertisement -

Kasatpol PP Kota Kediri Eko Lukmono yang dikonfirmasi tentang razia Kamis malam lalu menuturkan, pihaknya sengaja menggencarkan razia di kos-kosan Kota Kediri. “Dengan semakin sering dilakukan razia, minimal orang akan berpikir ulang untuk melakukan itu (tindakan asusila, Red) di tempat kos,” kata Eko.

Baca Juga :  Silang-sengkarut Soal Bangunan Cagar Budaya di Kota Kediri

Berdasar catatannya, temuan pasangan bukan suami istri di tempat kos relatif turun. Tidak sebanyak saat awal razia. “Pemilik kos-kosan juga semakin hati-hati menerima tamu,” bebernya sembari menyebut satpol akan terus menggencarkan razia agar tindakan asusila di tempat kos bisa dicegah.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-Satpol PP Kota Kediri menggencarkan razia di sejumlah tempat kos di Kota Kediri. Kamis (30/6) lalu, aparat penegak perda dengan TNI kembali menyasar Kecamatan Kota, Mojoroto, dan Pesantren. Hasilnya, mereka menjaring enam bukan pasangan suami istri (pasutri) yang kedapatan berada di dalam kamar.

Razia digelar pukul 19.45 hingga pukul 22.30. Tim yang berkumpul di mako satpol Jl Veteran dibagi menjadi tiga. Mulai wilayah Kota, Pesantren, dan Mojoroto. Dari sejumlah tempat kos yang dikunjungi, mereka mengamankan enam bukan pasangan suami istri.

Satu pasangan didapati di sebuah kos Kelurahan Banjarmlati, Mojoroto. Kemudian, lima pasangan lainnya di tempat kos Kelurahan Tosaren, Pesantren. Saat tim mendatangi tempat kos di Banjarmlati, muda-mudi yang ada di dalam kamar berdalih tidak melakukan asusila. “Ini kami sedang makan,” kilah AP, 22 yang bersama YS, 20.

Baca Juga :  Material Tiba, Tunggu Perakitan Jembatan Bailey

Saat KTP mereka diperiksa, ternyata AP dan YS bukan pasutri. Meski demikian, seperti di awal mereka tetap ngeyel tidak melakukan hal negatif di sana. Meski, kamar tempat mereka berduaan dalam kondisi tertutup.

Bi, pengelola tempat kos yang dimintai penjelasan tentang keberadaan dua muda-mudi di dalam kamar kos menuturkan, dia sudah meminta penghuni kos untuk tidak menutup pintu kamar jika ada tamu. Atas kelalaiannya, satpol juga meminta KTP perempuan yang cukup terkenal di area GOR Joyoboyo tersebut.

Kasatpol PP Kota Kediri Eko Lukmono yang dikonfirmasi tentang razia Kamis malam lalu menuturkan, pihaknya sengaja menggencarkan razia di kos-kosan Kota Kediri. “Dengan semakin sering dilakukan razia, minimal orang akan berpikir ulang untuk melakukan itu (tindakan asusila, Red) di tempat kos,” kata Eko.

Baca Juga :  12 Hari, Hanya 64 Tiket KA yang Terjual

Berdasar catatannya, temuan pasangan bukan suami istri di tempat kos relatif turun. Tidak sebanyak saat awal razia. “Pemilik kos-kosan juga semakin hati-hati menerima tamu,” bebernya sembari menyebut satpol akan terus menggencarkan razia agar tindakan asusila di tempat kos bisa dicegah.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/