22.3 C
Kediri
Monday, August 8, 2022

Identitas 80 Ribu Anak di Kota Kediri Tak Jelas

KOTA, JP Radar Kediri–Kesadaran orang tua di Kota Kediri untuk menguruskan akta kelahiran anaknya agaknya masih minim. Hingga semester dua tahun ini, setidaknya ada 82.576 anak yang belum mengantongi dokumen identitas awal mereka. Padahal, dokumen ini tidak hanya dibutuhkan saat mendaftar sekolah. Melainkan juga jadi bukti awal kewarganegaraan anak.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, sesuai sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK), sejak Desember 2021 lalu seharusnya ada 292.597 anak yang mengantongi akta kelahiran. Tetapi, di Kota Kediri baru 210.021 anak yang sudah memiliki akta. Sisanya, sebanyak 82.576 atau 28,22 persen belum memiliki dokumen tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kediri Syamsul Bachri mengatakan, data puluhan ribu anak yang tidak memiliki akta itu sesuai rekap awal semester 2 tahun ini. “Memang masih banyak orang tua yang belum mengurus akta kelahiran anaknya,” katanya.

Baca Juga :  Perpanjangan Kontrak untuk Penggawa Lokal

Terkait banyaknya anak yang belum memiliki akta, Samsul menyebut hal itu akibat minimnya pemahaman masyarakat tentang manfaat akta kelahiran. Terutama pada anak usia dewasa atau 18 tahun ke atas.

“Padahal nanti akta kelahiran bukan hanya keperluan sekolah saja. Saat membuat paspor dan naik haji wajib ada aktanya,” beber Samsul tentang manfaat akta selain sebagai dokumen kependudukan.

Penyebab lain yang juga banyak ditemukan di lapangan, menurut Samsul adalah karena faktor kelengkapan administrasi anak. Di antaranya, anak lahir dari hasil hubungan di luar nikah. Ada pula anak yang dibuang oleh orang tuanya.

Padahal, anak yang lahir di luar pernikahan sebenarnya tetap bisa diuruskan akta. “Tetapi terkendala karena orang tua malu melakukan itu,” paparnya.

Untuk memastikan puluhan ribu anak tersebut segera mendapatkan akta kelahiran, Samsul mengaku berusaha memberi pemahaman kepada masyarakat. Terutama, orang tua yang belum kunjung mengurus akta.

Baca Juga :  Dermaga Ramai, Jalan Ditutup

Selebihnya, dispendukcapil juga bekerja sama dengan rumah sakit dalam pengurusan akta kelahiran. “Kerja sama dengan RS Kilisuci. Anak yang lahir di sana langsung mendapat akta kelahiran dan KIA (kartu identitas anak, Red),” jelasnya.

Selain di RS Kilisuci, menurut Samsul kerja sama serupa juga akan dijalin dengan RS lain. Di antaranya, RSUD Gambiran dan RS Ratih. Dengan cara tersebut, dia berharap orang tua bisa langsung mengurus akta anaknya.

Bagaimana dengan orang tua yang terlambat mengurus akta anak? Samsul menyebut mereka juga tidak perlu menempuh prosedur yang berbelit. Yakni, cukup dengan membuat surat pertanggungjawaban mutlak. “Tidak perlu repot-repot. Bisa langsung mendapat akta,” tegasnya.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri–Kesadaran orang tua di Kota Kediri untuk menguruskan akta kelahiran anaknya agaknya masih minim. Hingga semester dua tahun ini, setidaknya ada 82.576 anak yang belum mengantongi dokumen identitas awal mereka. Padahal, dokumen ini tidak hanya dibutuhkan saat mendaftar sekolah. Melainkan juga jadi bukti awal kewarganegaraan anak.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, sesuai sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK), sejak Desember 2021 lalu seharusnya ada 292.597 anak yang mengantongi akta kelahiran. Tetapi, di Kota Kediri baru 210.021 anak yang sudah memiliki akta. Sisanya, sebanyak 82.576 atau 28,22 persen belum memiliki dokumen tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kediri Syamsul Bachri mengatakan, data puluhan ribu anak yang tidak memiliki akta itu sesuai rekap awal semester 2 tahun ini. “Memang masih banyak orang tua yang belum mengurus akta kelahiran anaknya,” katanya.

Baca Juga :  Ketika ‘Crop Circle’ Dewi Cemara di Kedungmalang, Papar Dibuka

Terkait banyaknya anak yang belum memiliki akta, Samsul menyebut hal itu akibat minimnya pemahaman masyarakat tentang manfaat akta kelahiran. Terutama pada anak usia dewasa atau 18 tahun ke atas.

“Padahal nanti akta kelahiran bukan hanya keperluan sekolah saja. Saat membuat paspor dan naik haji wajib ada aktanya,” beber Samsul tentang manfaat akta selain sebagai dokumen kependudukan.

Penyebab lain yang juga banyak ditemukan di lapangan, menurut Samsul adalah karena faktor kelengkapan administrasi anak. Di antaranya, anak lahir dari hasil hubungan di luar nikah. Ada pula anak yang dibuang oleh orang tuanya.

Padahal, anak yang lahir di luar pernikahan sebenarnya tetap bisa diuruskan akta. “Tetapi terkendala karena orang tua malu melakukan itu,” paparnya.

Untuk memastikan puluhan ribu anak tersebut segera mendapatkan akta kelahiran, Samsul mengaku berusaha memberi pemahaman kepada masyarakat. Terutama, orang tua yang belum kunjung mengurus akta.

Baca Juga :  Perpanjangan Kontrak untuk Penggawa Lokal

Selebihnya, dispendukcapil juga bekerja sama dengan rumah sakit dalam pengurusan akta kelahiran. “Kerja sama dengan RS Kilisuci. Anak yang lahir di sana langsung mendapat akta kelahiran dan KIA (kartu identitas anak, Red),” jelasnya.

Selain di RS Kilisuci, menurut Samsul kerja sama serupa juga akan dijalin dengan RS lain. Di antaranya, RSUD Gambiran dan RS Ratih. Dengan cara tersebut, dia berharap orang tua bisa langsung mengurus akta anaknya.

Bagaimana dengan orang tua yang terlambat mengurus akta anak? Samsul menyebut mereka juga tidak perlu menempuh prosedur yang berbelit. Yakni, cukup dengan membuat surat pertanggungjawaban mutlak. “Tidak perlu repot-repot. Bisa langsung mendapat akta,” tegasnya.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Mulai Data Tanah Tol Agustus


Artikel Terbaru

/