24.2 C
Kediri
Saturday, July 2, 2022

Lesus Obrak-abrik Ringinrejo Kediri, Terparah dalam 20 Tahun Terakhir

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Bencana lesus alias angin kencang di wilayah Kecamatan Ringinrejo (1/12) sore menjadi yang terparah dalam 20 tahun terakhir. Selain menerjang dua desa, puluhan rumah rusak terkena amukan angin. Lima rumah di antaranya mengalami kerusakan parah.

Dua desa yang menjadi lokasi bencana yang juga disebut puting beliung itu adalah Desa Batuaji dan Dawung. Paling parah yang terjadi di Desa Batuaji. Ada dua puluh rumah yang rusak akibat terjangan badai.

“Pembersihan juga lebih dari 10 jam. Ini juga baru selesai,” aku Kepala Dusun Batuasih, Desa Batuaji Kasdi, yang ditemui di lokasi bencana kemarin.

Kasdi mengatakan, desanya terkena bencana yang sama pada 2001 silam. Saat itu kondisinya hampir sama, rumah-rumah yang terdampak atapnya terbang. Juga dahan-dahan pohon patah dan berjatuhan.

Baca Juga :  Enam Rumah Rusak, Atap SMK YP 17 Jebol

Padahal, bencana kemarin, menurutnya, tiga kali lebih besar dampaknya dibanding saat itu. Ada 20 rumah yang rusak. Mulai atap, teras, hingga dindingnya. Total kerugian bisa mencapai Rp 150 juta. “Dua rumah terdata, sementara, yang kerusakannya 50 persen ke atas,” terangnya.

Di Desa Dawung, 17 rumah yang jadi korban. Namun, data itu  juga masih sementara.

Pemkab langsung merespon adanya bencana itu. Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa datang ke lokasi siang kemarin, sekitar pukul 12.00. Wabup menegaskan pemkab akan memberi bantuan sembako pada warga yang terdampak. Juga akan memperbaiki rumah yang rusak.

“Dicatat terlebih dahulu. Kerusakan parah berapa, kerusakan ringan berapa. Nanti juga akan diperbaiki,” tandasnya di depan wartawan.

Dia meminta warga dan BPBD Kabupaten Kediri mewaspadai potensi bencana susulan. Agar bisa melakukan mitigasi sedini mungkin. Pemkab sendiri sudah mengantisipasi adanya bencana hidrometerologi sejak Oktober  lalu.

Baca Juga :  Targetkan New Normal Berlaku Mulai Juli

Bencana angin puting beliung terjadi di Kecamatan Ringinrejo Rabu (1/12) sore. Belasan rumah di sepanjang jalan terlihat masih porak-poranda. Pohon-pohon di pinggir jalan juga terlihat tercabut dari akarnya.

Salah satunya adalah rumah Sudar, 46. Hingga pukul 10.00 masih ada batang pohon sepanjang 1,5 meter yang nyangsang di atap rumah. Potongan batang itu berasal dari pohon wadar yang berdiameter 1 meter.(syi/fud)

 

Lesus Mengamuk, Rumah Hancur

 

Sebaran Rumah Terdampak

–         Desa Dawung, 17 rumah rusak termasuk kandang, gudang, dan dapur.

–         Desa Batuaji, 20 rumah rusak, lima di antaranya rusak parah, dan satu warga terluka,

–         Desa Purwodadi, satu tiang listrik ambruk ke jalan.

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Bencana lesus alias angin kencang di wilayah Kecamatan Ringinrejo (1/12) sore menjadi yang terparah dalam 20 tahun terakhir. Selain menerjang dua desa, puluhan rumah rusak terkena amukan angin. Lima rumah di antaranya mengalami kerusakan parah.

Dua desa yang menjadi lokasi bencana yang juga disebut puting beliung itu adalah Desa Batuaji dan Dawung. Paling parah yang terjadi di Desa Batuaji. Ada dua puluh rumah yang rusak akibat terjangan badai.

“Pembersihan juga lebih dari 10 jam. Ini juga baru selesai,” aku Kepala Dusun Batuasih, Desa Batuaji Kasdi, yang ditemui di lokasi bencana kemarin.

Kasdi mengatakan, desanya terkena bencana yang sama pada 2001 silam. Saat itu kondisinya hampir sama, rumah-rumah yang terdampak atapnya terbang. Juga dahan-dahan pohon patah dan berjatuhan.

Baca Juga :  Targetkan New Normal Berlaku Mulai Juli

Padahal, bencana kemarin, menurutnya, tiga kali lebih besar dampaknya dibanding saat itu. Ada 20 rumah yang rusak. Mulai atap, teras, hingga dindingnya. Total kerugian bisa mencapai Rp 150 juta. “Dua rumah terdata, sementara, yang kerusakannya 50 persen ke atas,” terangnya.

Di Desa Dawung, 17 rumah yang jadi korban. Namun, data itu  juga masih sementara.

Pemkab langsung merespon adanya bencana itu. Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa datang ke lokasi siang kemarin, sekitar pukul 12.00. Wabup menegaskan pemkab akan memberi bantuan sembako pada warga yang terdampak. Juga akan memperbaiki rumah yang rusak.

“Dicatat terlebih dahulu. Kerusakan parah berapa, kerusakan ringan berapa. Nanti juga akan diperbaiki,” tandasnya di depan wartawan.

Dia meminta warga dan BPBD Kabupaten Kediri mewaspadai potensi bencana susulan. Agar bisa melakukan mitigasi sedini mungkin. Pemkab sendiri sudah mengantisipasi adanya bencana hidrometerologi sejak Oktober  lalu.

Baca Juga :  Buruh Pitil Brambang di Bagorwetan, Sukomoro Hidup Sebatang Kara

Bencana angin puting beliung terjadi di Kecamatan Ringinrejo Rabu (1/12) sore. Belasan rumah di sepanjang jalan terlihat masih porak-poranda. Pohon-pohon di pinggir jalan juga terlihat tercabut dari akarnya.

Salah satunya adalah rumah Sudar, 46. Hingga pukul 10.00 masih ada batang pohon sepanjang 1,5 meter yang nyangsang di atap rumah. Potongan batang itu berasal dari pohon wadar yang berdiameter 1 meter.(syi/fud)

 

Lesus Mengamuk, Rumah Hancur

 

Sebaran Rumah Terdampak

–         Desa Dawung, 17 rumah rusak termasuk kandang, gudang, dan dapur.

–         Desa Batuaji, 20 rumah rusak, lima di antaranya rusak parah, dan satu warga terluka,

–         Desa Purwodadi, satu tiang listrik ambruk ke jalan.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/