27.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Belum Bisa Bangun Kelas Baru

KEDIRI KABUPATEN– Meski dipastikan dapat hibah tanah dari pemkab, SMKN yang belum punya gedung sendiri tak bisa langsung membangun. Mereka harus menunggu kucuran anggaran dari Pemerintah Pusat. Proposal telah diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Tetapi kepastian pencairannya belum jelas. Seperti dialami SMKN 1 Semen misalnya. Sekolah ini mendapat hibah tanah dari pemkab untuk menempati area SDN Semen 2 yang tidak terpakai. Selain itu, mereka juga mendapat bantuan hibah tanah dari Yayasan Pendidikan (YP) 17.

Hanya saja sampai kemarin, Waka Humas SMKN 1 Semen Sunaryo mengaku, belum bisa berbuat apa-apa untuk membangun kelas-kelasnya. Kecuali menunggu bantuan pembangunan dari pusat. Pihaknya telah mengajukan permohonan anggarannya.

“Kalau tanahnya memang sudah ada dari hibah-hibah itu. Tapi untuk kelasnya ini yang masih problem. Jadi saat ini tanah itu ya masih kosong,” terangnya.

Baca Juga :  Lakukan Penyekatan di Jalan A. Yani

Sunaryo mengungkapkan, sudah lama mengajukan bantuan dana untuk bangun kelas. Tak hanya ke Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur. Tetapi juga ke Kemendikbud. “Ya memang harus untung-untungan bersaingan dengan sekolah lain. Terutama meyakinkan bahwa sekolah sangat membutuhkan bantuan tersebut. Beberapa usulan sudah ada yang tembus,” paparnya.

Salah satunya pengajuan bantuan rencana kelas baru (RKB) pada 2016. Setelah tembus, tahun ini dijadwalkan bisa direalisasi. Hanya saja, dana bantuan untuk membangun satu kelas saja. “Bantuan RKB ini kita lepas Mas agar mendapat bantuan lebih besar lagi,” ujar Sunaryo.

Makanya, kini SMKN 1 Semen mengajukan bantuan lagi dengan program berbeda. Yaitu bantuan unit sekolah baru (USB). Jika bisa tembus, pada 2018 nanti langsung membangun sampai 12 kelas.

Baca Juga :  Info PPDB Kediri: Puluhan SD Kurang Murid

Sunaryo mengaku, harus melepas bantuan RKB karena syarat mengajukan USB tidak boleh mendapatkan bantuan lain. “Makanya kita lepas agar bisa dibangunkan kelas lebih banyak,” kata PNS yang sejak 2013 dipindahtugasnya ke SMKN 1 Semen ini.

Untuk diketahui, selama ‘menumpang’ di SMPN 1 Semen, siswa SMKN 1 Semen harus masuk siang.  SMKN 1 Grogol dan SMKN 1 Purwoasri bernasib hampir sama. SMKN 1 Grogol menumpang beberapa tempat. Yakni di SDN Sonorejo 1, di rumah Kades Sonorejo, dan di kantor dinas sosial di depan Mapolsek Grogol, serta menyewa gedung SMK Hang Tuah di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto. Sedangkan SMKN1 Purwoasri menumpang di SMPN 1 Purwoasri.  

 

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN– Meski dipastikan dapat hibah tanah dari pemkab, SMKN yang belum punya gedung sendiri tak bisa langsung membangun. Mereka harus menunggu kucuran anggaran dari Pemerintah Pusat. Proposal telah diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Tetapi kepastian pencairannya belum jelas. Seperti dialami SMKN 1 Semen misalnya. Sekolah ini mendapat hibah tanah dari pemkab untuk menempati area SDN Semen 2 yang tidak terpakai. Selain itu, mereka juga mendapat bantuan hibah tanah dari Yayasan Pendidikan (YP) 17.

Hanya saja sampai kemarin, Waka Humas SMKN 1 Semen Sunaryo mengaku, belum bisa berbuat apa-apa untuk membangun kelas-kelasnya. Kecuali menunggu bantuan pembangunan dari pusat. Pihaknya telah mengajukan permohonan anggarannya.

“Kalau tanahnya memang sudah ada dari hibah-hibah itu. Tapi untuk kelasnya ini yang masih problem. Jadi saat ini tanah itu ya masih kosong,” terangnya.

Baca Juga :  SMAN 1 Sukomoro Ditutup Lagi

Sunaryo mengungkapkan, sudah lama mengajukan bantuan dana untuk bangun kelas. Tak hanya ke Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur. Tetapi juga ke Kemendikbud. “Ya memang harus untung-untungan bersaingan dengan sekolah lain. Terutama meyakinkan bahwa sekolah sangat membutuhkan bantuan tersebut. Beberapa usulan sudah ada yang tembus,” paparnya.

Salah satunya pengajuan bantuan rencana kelas baru (RKB) pada 2016. Setelah tembus, tahun ini dijadwalkan bisa direalisasi. Hanya saja, dana bantuan untuk membangun satu kelas saja. “Bantuan RKB ini kita lepas Mas agar mendapat bantuan lebih besar lagi,” ujar Sunaryo.

Makanya, kini SMKN 1 Semen mengajukan bantuan lagi dengan program berbeda. Yaitu bantuan unit sekolah baru (USB). Jika bisa tembus, pada 2018 nanti langsung membangun sampai 12 kelas.

Baca Juga :  Ujian SMP di Kediri Digelar Tatap Muka, Begini Mekanismenya

Sunaryo mengaku, harus melepas bantuan RKB karena syarat mengajukan USB tidak boleh mendapatkan bantuan lain. “Makanya kita lepas agar bisa dibangunkan kelas lebih banyak,” kata PNS yang sejak 2013 dipindahtugasnya ke SMKN 1 Semen ini.

Untuk diketahui, selama ‘menumpang’ di SMPN 1 Semen, siswa SMKN 1 Semen harus masuk siang.  SMKN 1 Grogol dan SMKN 1 Purwoasri bernasib hampir sama. SMKN 1 Grogol menumpang beberapa tempat. Yakni di SDN Sonorejo 1, di rumah Kades Sonorejo, dan di kantor dinas sosial di depan Mapolsek Grogol, serta menyewa gedung SMK Hang Tuah di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto. Sedangkan SMKN1 Purwoasri menumpang di SMPN 1 Purwoasri.  

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/