23.6 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

Modal Ratusan Juta Mandek

PMK Membuat Pedagang Sepi Pembeli

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Potensi kerugian akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mencapai ratusan miliar bukan isapan jempol. Penutupan pasar hewan akibat penyakit yang bersumber dari virus ini membuat satu pedagang bisa merugi hingga ratusan juta karena modal mereka mandek.

Seperti diakui oleh Saiful Anam, pedagang sapi asal Desa Cerme, Grogol itu mengaku bisa menjual 9-10 sapi setiap hari saat pasar dibuka. “Hampir seminggu ini tidak bisa lagi menjual sapi karena pasar ditutup,” kata pria yang juga menjabat kepala Desa Cerme tersebut.

Saiful mencontohkan, satu ekor sapi miliknya dibanderol Rp 15-25 juta. Nihilnya penjualan selama enam hari terakhir membuat modalnya senilai Rp 900 juta hingga Rp 1,5 miliar mandek dan dia merugi.

Kondisi serupa menurut Saiful juga dialami pedagang-pedagang ternak lain di Kabupaten Kediri. “Semuanya merana karena modalnya mandek dan rugi,” terangnya berharap pasar hewan bisa segera dibuka.

Baca Juga :  PMK Kabupaten Kediri Musnahkan Sarang Tawon Sebesar Bola Voli 

Yang lebih membuat pedagang cemas bukan hanya mandeknya modal. Melainkan, harga sapi saat PMK merebak turun sekitar Rp 2-3 juta per ekor. Bahkan, ada juga yang harganya turun hingga 50 persen.

(Ilustrasi: Afrizal)

Jika hal tersebut terus terjadi hingga perayaan Idul Adha nanti, kerugian yang dialami pedagang akan semakin besar. Karenanya, Saiful meminta pemkab mengambil kebijakan terkait hal ini.

Sementara itu, selain pedagang, para peternak juga merugi akibat PMK. Samiran, 82, peternak asal Desa Petok, Mojo menyebut hingga kemarin belum ada satu orang pun yang menawar sapi miliknya. Padahal, biasanya sebulan jelang Idul Adha sudah banyak pembeli yang berdatangan.

Pria yang memiliki empat ekor sapi ini pun mulai ketar-ketir. “Sama sekali belum ada yang datang untuk menawar apalagi membeli,” keluh kakek yang rambutnya memutih itu.

Baca Juga :  Insentif Nakes RSUD Belum Cair

Untuk diketahui, Pemkab Kediri menutup pasar hewan hingga Jumat (10/6) nanti. Selanjutnya, pasar bisa kembali buka mulai Sabtu (11/6). Sayang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Tutik Purwaningsih belum memberi respons terkait persiapan pembukaan pasar.

Dia juga belum membeber data penyebaran kasus terbaru di Bumi Panjalu. Perempuan yang sehari-hari berjilbab itu mengaku baru akan membeber data hari ini.

Sebelumnya total ada 435 ekor sapi, kerbau, dan kambing yang terpapar PMK. Mereka tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Kediri. Hanya ada sembilan daerah yang kini masih dinyatakan zona hijau atau tidak terpapar PMK.

 






Reporter: rekian
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Potensi kerugian akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mencapai ratusan miliar bukan isapan jempol. Penutupan pasar hewan akibat penyakit yang bersumber dari virus ini membuat satu pedagang bisa merugi hingga ratusan juta karena modal mereka mandek.

Seperti diakui oleh Saiful Anam, pedagang sapi asal Desa Cerme, Grogol itu mengaku bisa menjual 9-10 sapi setiap hari saat pasar dibuka. “Hampir seminggu ini tidak bisa lagi menjual sapi karena pasar ditutup,” kata pria yang juga menjabat kepala Desa Cerme tersebut.

Saiful mencontohkan, satu ekor sapi miliknya dibanderol Rp 15-25 juta. Nihilnya penjualan selama enam hari terakhir membuat modalnya senilai Rp 900 juta hingga Rp 1,5 miliar mandek dan dia merugi.

Kondisi serupa menurut Saiful juga dialami pedagang-pedagang ternak lain di Kabupaten Kediri. “Semuanya merana karena modalnya mandek dan rugi,” terangnya berharap pasar hewan bisa segera dibuka.

Baca Juga :  Main Korek di Jerami, Kandang Sapi Terbakar

Yang lebih membuat pedagang cemas bukan hanya mandeknya modal. Melainkan, harga sapi saat PMK merebak turun sekitar Rp 2-3 juta per ekor. Bahkan, ada juga yang harganya turun hingga 50 persen.

(Ilustrasi: Afrizal)

Jika hal tersebut terus terjadi hingga perayaan Idul Adha nanti, kerugian yang dialami pedagang akan semakin besar. Karenanya, Saiful meminta pemkab mengambil kebijakan terkait hal ini.

Sementara itu, selain pedagang, para peternak juga merugi akibat PMK. Samiran, 82, peternak asal Desa Petok, Mojo menyebut hingga kemarin belum ada satu orang pun yang menawar sapi miliknya. Padahal, biasanya sebulan jelang Idul Adha sudah banyak pembeli yang berdatangan.

Pria yang memiliki empat ekor sapi ini pun mulai ketar-ketir. “Sama sekali belum ada yang datang untuk menawar apalagi membeli,” keluh kakek yang rambutnya memutih itu.

Baca Juga :  Survei Puluhan SD untuk Dimerger

Untuk diketahui, Pemkab Kediri menutup pasar hewan hingga Jumat (10/6) nanti. Selanjutnya, pasar bisa kembali buka mulai Sabtu (11/6). Sayang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Tutik Purwaningsih belum memberi respons terkait persiapan pembukaan pasar.

Dia juga belum membeber data penyebaran kasus terbaru di Bumi Panjalu. Perempuan yang sehari-hari berjilbab itu mengaku baru akan membeber data hari ini.

Sebelumnya total ada 435 ekor sapi, kerbau, dan kambing yang terpapar PMK. Mereka tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Kediri. Hanya ada sembilan daerah yang kini masih dinyatakan zona hijau atau tidak terpapar PMK.

 






Reporter: rekian

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/