24.2 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Tiga SMAN Buka Jalur Offline

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Tiga SMAN di Kabupaten Nganjuk yang mengalami kekurangan murid langsung bergerak cepat. Kemarin, tiga SMAN tersebut membuka jalur offline. Siswa yang tidak diterima di jalur zonasi PPDB secara online langsung diburu. Hasilnya, tiga SMAN itu kemungkinan besar bisa memenuhi pagunya. “Kami sudah membuka pendaftaran offline setelah pengumuman jalur zonasi,” ujar Waka Kesiswaan SMAN 1 Loceret Juwari saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Hasilnya sangat menggembirakan. SMAN 1 Loceret yang sebelumnya kurang 81 siswa dari pagu 156 siswa berhasil mendapatkan puluhan pendaftar baru dari jalur offline. “Hanya kurang 3 siswa saat ini,” ujarnya saat dihubungi wartawan koran ini pukul 13.00 WIB. 

Namun demikian, pendaftaran offline tetap dibuka. Karena puluhan pendaftar itu belum melakukan daftar ulang. Dikhawatirkan, puluhan pendaftar untuk mengisi bangku kosong itu tidak daftar ulang. Rencananya, daftar ulang dilaksanakan Senin (14/6). “Mudah-mudahan terisi semua,” harap Juwari.

Persoalan kekurangan murid di SMAN 1 Loceret ini sebenarnya bukan hal baru. Meski pemerintah sudah menerapkan kebijakan zonasi di PPDB tetapi masih banyak calon siswa baru yang lebih memilih SMAN 1 Nganjuk dan SMAN 2 Nganjuk. Anggapan dua SMAN sebagai sekolah favorit masih ada. “Inilah seninya sekolah pinggiran saat PPDB,” ujarnya.

Baca Juga :  Masih Ada Sekolah di Kediri yang Belum Tertib Prokes

Beruntung, kekurangan murid di SMAN 1 Loceret hanya terjadi di jalur zonasi. Untuk jalur afirmasi dan prestasi tidak ada masalah. “Tahun ini terisi semua untuk jalur afirmasi dan prestasi,” ujar Juwari.

Sementara itu, SMAN 1 Pace  juga menggelar pendaftaran offline untuk memenuhi kekurangan siswa. Hingga kemarin, sudah ada 206 pendaftar baru. Padahal, kekurangan siswa hanya 68 orang dari pagu 140 siswa. “Pendaftar sudah melebihi pagu,” ujar Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Pace Gunung Imam Santosa kemarin.

Imam mengatakan, pendaftar offline tersebut berasal dari siswa yang tidak diterima di SMKN. Sehingga, memilih mendaftar offline di SMAN 1 Pace. “Hari ini (kemarin, red) pendaftaran kami tutup,” ujarnya.

Baca Juga :  Tahapan Seleksi Terbuka di Kabupaten Kediri Terancam Diulang

Untuk daftar ulang jalur offline, SMAN 1 Pace akan melaksanakan pada Senin (14/6). Bagi siswa yang diterima diwajibkan daftar ulang. “Jika tidak daftar ulang maka tidak akan diterima masuk SMAN 1 Pace,” tandas Gunung.

Sementara itu, SMAN 1 Sukomoro yang hanya mengalami kekurangan tujuh siswa tidak mengalami kesulitan berarti untuk mengisinya. Karena Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Nganjuk Edy Sukarno memberi kebebasan untuk melakukan pendaftaran offline. 

Secara terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mengatakan, kekurangan murid di SMAN tidak boleh terulang di PPDB 2022. SMAN pinggiran harus berinovasi untuk bisa menarik calon siswa baru. “SMAN pinggiran juga harus memiliki prestasi akademik dan non-akademik,” tandasnya.

Selain itu, Tatit meminta, SMAN pinggiran juga harus menyampaikan ke masyarakat tentang inovasi dan prestasi anak didiknya. Sehingga, masyarakat bisa mengetahui. “Sekarang ini sudah tidak ada sekolah favorit dengan sistem zonasi. Jadi tidak boleh ada kejadian kekurangan murid lagi,” pungkasnya. (tar/wib)

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Tiga SMAN di Kabupaten Nganjuk yang mengalami kekurangan murid langsung bergerak cepat. Kemarin, tiga SMAN tersebut membuka jalur offline. Siswa yang tidak diterima di jalur zonasi PPDB secara online langsung diburu. Hasilnya, tiga SMAN itu kemungkinan besar bisa memenuhi pagunya. “Kami sudah membuka pendaftaran offline setelah pengumuman jalur zonasi,” ujar Waka Kesiswaan SMAN 1 Loceret Juwari saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Hasilnya sangat menggembirakan. SMAN 1 Loceret yang sebelumnya kurang 81 siswa dari pagu 156 siswa berhasil mendapatkan puluhan pendaftar baru dari jalur offline. “Hanya kurang 3 siswa saat ini,” ujarnya saat dihubungi wartawan koran ini pukul 13.00 WIB. 

Namun demikian, pendaftaran offline tetap dibuka. Karena puluhan pendaftar itu belum melakukan daftar ulang. Dikhawatirkan, puluhan pendaftar untuk mengisi bangku kosong itu tidak daftar ulang. Rencananya, daftar ulang dilaksanakan Senin (14/6). “Mudah-mudahan terisi semua,” harap Juwari.

Persoalan kekurangan murid di SMAN 1 Loceret ini sebenarnya bukan hal baru. Meski pemerintah sudah menerapkan kebijakan zonasi di PPDB tetapi masih banyak calon siswa baru yang lebih memilih SMAN 1 Nganjuk dan SMAN 2 Nganjuk. Anggapan dua SMAN sebagai sekolah favorit masih ada. “Inilah seninya sekolah pinggiran saat PPDB,” ujarnya.

Baca Juga :  Umumkan Hasil PPDB Tahap I Secara Online

Beruntung, kekurangan murid di SMAN 1 Loceret hanya terjadi di jalur zonasi. Untuk jalur afirmasi dan prestasi tidak ada masalah. “Tahun ini terisi semua untuk jalur afirmasi dan prestasi,” ujar Juwari.

Sementara itu, SMAN 1 Pace  juga menggelar pendaftaran offline untuk memenuhi kekurangan siswa. Hingga kemarin, sudah ada 206 pendaftar baru. Padahal, kekurangan siswa hanya 68 orang dari pagu 140 siswa. “Pendaftar sudah melebihi pagu,” ujar Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Pace Gunung Imam Santosa kemarin.

Imam mengatakan, pendaftar offline tersebut berasal dari siswa yang tidak diterima di SMKN. Sehingga, memilih mendaftar offline di SMAN 1 Pace. “Hari ini (kemarin, red) pendaftaran kami tutup,” ujarnya.

Baca Juga :  Wujudkan Pendidikan bagi Anak-Anak di Lereng Kelud

Untuk daftar ulang jalur offline, SMAN 1 Pace akan melaksanakan pada Senin (14/6). Bagi siswa yang diterima diwajibkan daftar ulang. “Jika tidak daftar ulang maka tidak akan diterima masuk SMAN 1 Pace,” tandas Gunung.

Sementara itu, SMAN 1 Sukomoro yang hanya mengalami kekurangan tujuh siswa tidak mengalami kesulitan berarti untuk mengisinya. Karena Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Nganjuk Edy Sukarno memberi kebebasan untuk melakukan pendaftaran offline. 

Secara terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mengatakan, kekurangan murid di SMAN tidak boleh terulang di PPDB 2022. SMAN pinggiran harus berinovasi untuk bisa menarik calon siswa baru. “SMAN pinggiran juga harus memiliki prestasi akademik dan non-akademik,” tandasnya.

Selain itu, Tatit meminta, SMAN pinggiran juga harus menyampaikan ke masyarakat tentang inovasi dan prestasi anak didiknya. Sehingga, masyarakat bisa mengetahui. “Sekarang ini sudah tidak ada sekolah favorit dengan sistem zonasi. Jadi tidak boleh ada kejadian kekurangan murid lagi,” pungkasnya. (tar/wib)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/