29.8 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Pemasangan Patok Tol Kediri Kertosono Molor

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pemasangan patok Tol Kediri-Kertosono (Keker) molor. Hingga kemarin, patok tol yang melewati Kecamatan Prambon, Tanjunganom dan Sukomoro belum selesai dipasang. Padahal, target pemasangan patok tol sepanjang 20,30 kilometer itu selesai pada akhir November. Sehingga, bulan ini pembebasan lahan untuk jalur bebas hambatan bisa dimulai.

Berdasarkan pengamatan wartawan koran ini, pemasangan patok belum sampai ke Desa  Kedungsuko, Kecamatan Sukomoro. Patok baru dipasang di Kecamatan Prambon dan sebagian desa di Kecamatan Tanjunganom. Karena itu, tumpukan patok tol berwarna kuning masih tergeletak di tepi jalan di Kecamatan Sukomoro. “Belum ada pemasangan patok tol sama sekali,” ujar Kepala Desa (Kades) Kedungsoko Suwono kemarin.

Baca Juga :  Polemik Pengisian Perangkat Desa di Kota Angin

Berdasarkan informasi yang didapat puluhan patok Tol Keker itu akan dipasang dalam minggu ini di Desa Kedungsuko. Sehingga, akan diketahui sawah, rumah warga atau fasilitas umum yang terkena Tol Keker. “Mungkin dua atau tiga hari lagi patok tol itu akan dipasang,” ujarnya.

Saat ini, pemasangan patok Tol Keker masih di wilayah Kecamatan Tanjunganom. Pihaknya mengaku bahwa juga terus memonitor perkembangan pemasangan patok tersebut lewat   kepala desa lainnya.

Karena itu, Suwono mengaku belum bisa memastikan patok tol nantinya akan dipasang di titik mana saja. Namun jika melihat peta, kemungkinan ada rumah warga yang terancam terdampak pembangunan tol untuk menghidupkan Bandara Kediri.

Baca Juga :  Separo Lahan Diserang Tikus

Untuk diketahui, pembangunan jalan bebas hambatan yang melewati Desa Kedungsoko tidak hanya Tol Keker. Karena sebelumnya sudah ada Tol Ngawi-Kertosono yang melewati desa tersebut. Meski demikian, warga setempat tetap kondusif. Bahkan, mereka mendukung pembangunan tol. Tidak ada gejolak masalah ganti rugi saat adanya pembebasan lahan Tol Ngawi-Kertosono. “Semoga kondisi yang kondusif ini tetap terjaga,” harap Suwono.

Sementara berdasarkan pers release Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) Arie Irianto berharap agar pembebasan lahan bisa dilaksanakan bulan ini. “Pembangunan Tol Keker bisa dimulai pada Oktober 2022,” ujarnya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pemasangan patok Tol Kediri-Kertosono (Keker) molor. Hingga kemarin, patok tol yang melewati Kecamatan Prambon, Tanjunganom dan Sukomoro belum selesai dipasang. Padahal, target pemasangan patok tol sepanjang 20,30 kilometer itu selesai pada akhir November. Sehingga, bulan ini pembebasan lahan untuk jalur bebas hambatan bisa dimulai.

Berdasarkan pengamatan wartawan koran ini, pemasangan patok belum sampai ke Desa  Kedungsuko, Kecamatan Sukomoro. Patok baru dipasang di Kecamatan Prambon dan sebagian desa di Kecamatan Tanjunganom. Karena itu, tumpukan patok tol berwarna kuning masih tergeletak di tepi jalan di Kecamatan Sukomoro. “Belum ada pemasangan patok tol sama sekali,” ujar Kepala Desa (Kades) Kedungsoko Suwono kemarin.

Baca Juga :  Cegah Trouble, Pasang Internet Kecepatan Tinggi

Berdasarkan informasi yang didapat puluhan patok Tol Keker itu akan dipasang dalam minggu ini di Desa Kedungsuko. Sehingga, akan diketahui sawah, rumah warga atau fasilitas umum yang terkena Tol Keker. “Mungkin dua atau tiga hari lagi patok tol itu akan dipasang,” ujarnya.

Saat ini, pemasangan patok Tol Keker masih di wilayah Kecamatan Tanjunganom. Pihaknya mengaku bahwa juga terus memonitor perkembangan pemasangan patok tersebut lewat   kepala desa lainnya.

Karena itu, Suwono mengaku belum bisa memastikan patok tol nantinya akan dipasang di titik mana saja. Namun jika melihat peta, kemungkinan ada rumah warga yang terancam terdampak pembangunan tol untuk menghidupkan Bandara Kediri.

Baca Juga :  Insentif Nakes di Nganjuk Tinggi, Pemkab Tak Bisa Tambal Lubang Jalan

Untuk diketahui, pembangunan jalan bebas hambatan yang melewati Desa Kedungsoko tidak hanya Tol Keker. Karena sebelumnya sudah ada Tol Ngawi-Kertosono yang melewati desa tersebut. Meski demikian, warga setempat tetap kondusif. Bahkan, mereka mendukung pembangunan tol. Tidak ada gejolak masalah ganti rugi saat adanya pembebasan lahan Tol Ngawi-Kertosono. “Semoga kondisi yang kondusif ini tetap terjaga,” harap Suwono.

Sementara berdasarkan pers release Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) Arie Irianto berharap agar pembebasan lahan bisa dilaksanakan bulan ini. “Pembangunan Tol Keker bisa dimulai pada Oktober 2022,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/