24.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Hujan, Bendungan Semantok Masih 80%

NGANJUK. JP Radar Nganjuk- Gubernur Khofifah Indar Parawansa memimpin Apel Siaga Banjir di proyek pembangunan Bendungan Semantok,   Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso kemarin. Apel tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB. Khofifah didampingi Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan dan Plt Bupati Marhaen Djumadi. Di sana, Khofifah memberikan bantuan pelampung, paket sembako, masker, lima unit trail, dan memberi santunan anak yatim.

Setelah itu, Khofifah mengecek kesiapan personil dan peralatan untuk menghadapi bencana banjir. Lalu, dia menanam pohon di proyek Semantok. “Masyarakat harus berhati-hati karena saat ini rawan terjadi banjir,” ujarnya.

Karena itu, saluran air dan sungai harus dibersihkan. Normalisasi juga harus dilakuka agar tidak terjadi banjir. “Wilayah Semantok ini dulunya rawan banjir. Makanya ada bendungan untuk mencegah banjir saat musim hujan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sempat Ditutup, Pelayanan SIM Dibuka Kembali

Sementara itu, Plt Bupati Marhaen Djumadi mengatakan, proyek pembangunan Bendungan Semantok akan segera selesai. Sehingga, bisa diresmikan pada tahun depan. “Saat ini sudah 80 persen,” ujarnya.

Marhaen mengatakan, normalisasi sungai di Kota Angin sudah dilakukan untuk antisipasi banjir. Masyarakat juga harus mendukung. Caranya dengan tidak membuang sampah di sungai dan membersihkan saluran air agar tidak tersumbat.

- Advertisement -

NGANJUK. JP Radar Nganjuk- Gubernur Khofifah Indar Parawansa memimpin Apel Siaga Banjir di proyek pembangunan Bendungan Semantok,   Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso kemarin. Apel tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB. Khofifah didampingi Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan dan Plt Bupati Marhaen Djumadi. Di sana, Khofifah memberikan bantuan pelampung, paket sembako, masker, lima unit trail, dan memberi santunan anak yatim.

Setelah itu, Khofifah mengecek kesiapan personil dan peralatan untuk menghadapi bencana banjir. Lalu, dia menanam pohon di proyek Semantok. “Masyarakat harus berhati-hati karena saat ini rawan terjadi banjir,” ujarnya.

Karena itu, saluran air dan sungai harus dibersihkan. Normalisasi juga harus dilakuka agar tidak terjadi banjir. “Wilayah Semantok ini dulunya rawan banjir. Makanya ada bendungan untuk mencegah banjir saat musim hujan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kejaksaan Selidiki Penggunaan Dana APBD di PDAU Nganjuk

Sementara itu, Plt Bupati Marhaen Djumadi mengatakan, proyek pembangunan Bendungan Semantok akan segera selesai. Sehingga, bisa diresmikan pada tahun depan. “Saat ini sudah 80 persen,” ujarnya.

Marhaen mengatakan, normalisasi sungai di Kota Angin sudah dilakukan untuk antisipasi banjir. Masyarakat juga harus mendukung. Caranya dengan tidak membuang sampah di sungai dan membersihkan saluran air agar tidak tersumbat.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/