25 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Satu Jamaah Terancam Batal

KEDIRI KOTA – Satu calon jamaah haji (CJH) asal Kota Kediri terancam tak berangkat pada Jumat (3/8). Penyebabnya hingga kemarin siang calon jamaah itu masih terbaring sakit. Serta mendapatkan perawatan medis di Kota Kediri. Kemungkinan besar, jamaah itu bakal tertunda keberangkatannya.

Hal ini seperti diterangkan Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Kediri Tjitjik Rahmawati. Menurutnya, satu jamaah berpotensi tak berangkat bersama rombongan karena sakit stroke. Jamaah itu adalah Rosadi, warga Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren. Yang bersangkutan tengah menjalani rawat inap di rumah sakit.

“Saat pelepasan jamaah haji kemarin (31/7) Bapak Rosadi ini diketahui sakit,” terangnya.

Tjitjik menerangkan bahwa pihaknya belum bisa memutuskan terkait berangkat atau tidaknya Rosadi. Dia masih menunggu surat keterangan dokter. Surat itu akan ditunggu hingga hari ini. Jika hari ini keterangan dokter menyatakan Rosadi masih harus dirawat karena penyakitnya, otomatis keberangkatan yang bersangkutan akan ditunda.

Baca Juga :  Satu CJH Asal Kertosono Tarik Biaya Haji, Begini Alasannya

“Kalau tahun depan beliau sudah siap dan sehat, 2019 Bapak Rosadi akan berangkat,” terangnya.

Sementara itu, hari ini agenda para CJH Kota Kediri adalah pengumpulan koper besar. Agenda itu dimulai pukul 13.00 hingga 16.00. Hari ini semua jamaah haji diharapkan sudah mengumpulkan koper besar mereka. Karena pada pukul 17.00 akan langsung dibawa ke Asrama Haji Surabaya.

Ratusan koper para jamaah haji tersebut nantinya akan dibawa oleh empat truk. “Untuk tas tenteng dan tas paspor dibawa jamaah saat besok berangkat naik bus,” ujar Tjitjik.

Tjitjik mengimbau agar CJH membawa barang seperlunya saja. Serta tak membawa barang yang dilarang untuk dimasukkan tas tenteng. Seperti benda cair milsanya, tak boleh lebih dari 100 ml. Beberapa contohnya adalah saus, madu hingga sabun cair. Bila nanti ketahuan saat di asrama haji akan disita. Serta dibawa kembali ke Kota Kediri agar diambil keluarga yang bersangkutan. “Kalau lebih dari 100 ml cairan itu dimasukkan koper (besar) saja,” sarannya.

Baca Juga :  Periksa Bantuan, Temukan Makanan Kedaluwarsa

Kemenag Kota Kediri juga mengimbau terkait penggunaan ponsel maupun powerbank. Karena ada beberapa tempat yang dilarang untuk jamaah melakukan pemotretan hingga melakukan swafoto ketika beribadah. “Nanti oleh pembimbing juga akan diarahkan. Ada saatnya konsen ibadah dan ada di sela-selanya boleh untuk berswafoto,” tegas Tjitjik.

Total jamaah haji dari Kota Kediri sebanyak 340 orang. Mereka tergabung dalam kloter 53. Yang akan bertolak pada Jumat (3/8). 

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Satu calon jamaah haji (CJH) asal Kota Kediri terancam tak berangkat pada Jumat (3/8). Penyebabnya hingga kemarin siang calon jamaah itu masih terbaring sakit. Serta mendapatkan perawatan medis di Kota Kediri. Kemungkinan besar, jamaah itu bakal tertunda keberangkatannya.

Hal ini seperti diterangkan Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Kediri Tjitjik Rahmawati. Menurutnya, satu jamaah berpotensi tak berangkat bersama rombongan karena sakit stroke. Jamaah itu adalah Rosadi, warga Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren. Yang bersangkutan tengah menjalani rawat inap di rumah sakit.

“Saat pelepasan jamaah haji kemarin (31/7) Bapak Rosadi ini diketahui sakit,” terangnya.

Tjitjik menerangkan bahwa pihaknya belum bisa memutuskan terkait berangkat atau tidaknya Rosadi. Dia masih menunggu surat keterangan dokter. Surat itu akan ditunggu hingga hari ini. Jika hari ini keterangan dokter menyatakan Rosadi masih harus dirawat karena penyakitnya, otomatis keberangkatan yang bersangkutan akan ditunda.

Baca Juga :  Takut MERS, Jamaah Haji Kediri Batal City Tours

“Kalau tahun depan beliau sudah siap dan sehat, 2019 Bapak Rosadi akan berangkat,” terangnya.

Sementara itu, hari ini agenda para CJH Kota Kediri adalah pengumpulan koper besar. Agenda itu dimulai pukul 13.00 hingga 16.00. Hari ini semua jamaah haji diharapkan sudah mengumpulkan koper besar mereka. Karena pada pukul 17.00 akan langsung dibawa ke Asrama Haji Surabaya.

Ratusan koper para jamaah haji tersebut nantinya akan dibawa oleh empat truk. “Untuk tas tenteng dan tas paspor dibawa jamaah saat besok berangkat naik bus,” ujar Tjitjik.

Tjitjik mengimbau agar CJH membawa barang seperlunya saja. Serta tak membawa barang yang dilarang untuk dimasukkan tas tenteng. Seperti benda cair milsanya, tak boleh lebih dari 100 ml. Beberapa contohnya adalah saus, madu hingga sabun cair. Bila nanti ketahuan saat di asrama haji akan disita. Serta dibawa kembali ke Kota Kediri agar diambil keluarga yang bersangkutan. “Kalau lebih dari 100 ml cairan itu dimasukkan koper (besar) saja,” sarannya.

Baca Juga :  Dua Orang CJH di Kabupaten Nganjuk Meninggal Dunia sebelum Berangkat

Kemenag Kota Kediri juga mengimbau terkait penggunaan ponsel maupun powerbank. Karena ada beberapa tempat yang dilarang untuk jamaah melakukan pemotretan hingga melakukan swafoto ketika beribadah. “Nanti oleh pembimbing juga akan diarahkan. Ada saatnya konsen ibadah dan ada di sela-selanya boleh untuk berswafoto,” tegas Tjitjik.

Total jamaah haji dari Kota Kediri sebanyak 340 orang. Mereka tergabung dalam kloter 53. Yang akan bertolak pada Jumat (3/8). 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/