27.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

NUN Rendah, Jangan Nekat Daftar di Kota

KEDIRI KOTA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri mengingatkan bagi siswa lulusan SD yang berasal dari luar kota agar tak gegabah mengikuti Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Kediri. Terutama yang tak dibekali dengan nilai ujian nasional (NUN) bagus. Sebab, potensi tereliminasi akan sangat besar.

Menurut Kepala Disdik Siswanto, kuota untuk siswa luar Kota Kediri hanya 20 persen. “Kalau sudah 20 persen terpenuhi, otomatis peserta dari luar kota yang lain akan terdepak,” ingat Siswanto.

Peringatan Siswanto itu dikeluarkan terkait dengan proses PPDB online tingkat SMP yang akan bergulir mulai hari ini. Pendaftaran menggunakan website kediri.siap-ppdb.com. Proses seleksi bisa dipantau dari website ini.

Siswanto menerangkan, mulai pagi ini PPDB mulai berlangsung. Karena bisa dilakukan secara online, calon peserta didik tidak perlu datang ke sekolah yang dituju untuk melakukna pendaftaran. Apalagi mereka hanya mengisi data diri dan NUN di website tersebut. Kemudian menunggu pengumuman yang akan keluar serentak pada Jumat (6/7). Sedangkan pendaftaran akan ditutup satu hari sebelumnya.

Baca Juga :  Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Mrican Merangkak Naik

Kadisdik tersebut mengingatkan agar calon peserta didik mempertimbangkan beberapa hal. Yang pertama adalah soal penggunaan sistem zonasi. Walaupun zonasi ini hanya dibagi antara pelajar dari Kota Kediri dan luar kota saja, tapi tetap ada batasannya. Yaitu bagi pendaftar asal luar kota hanya tersedia 20 persen saja.

Namun, para pendaftar juga dipermudah dengan boleh mendaftar lebih dari dua sekolah. “Pendaftar diberi kesempatan memilih depalan sekolah dari delapan SMP negeri di Kota Kediri,” terangnya.

Sehingga, jika peserta nanti tidak diterima hingga pilihan kedua, dia masih ada kesempatan diterima di pilihannya berikutnya. Di sekolah urutan ketiga, keempat, dan seterusnya.

Menurut Siswanto dengan delapan pilihan sekolah ini akan memudahkan calon siswa mendapatkan sekolah. Juga, otomatis, delapan SMP negeri di Kota Kediri tidak akan kekurangan murid. “Karena itu saya yakin pagu setiap SMP negeri di Kota Kediri nanti akan terpenuhi semua,” ujar Siswanto.

Hal yang harus dipertimbangkan lainnya, tambah Siswanto, adalah terkait urutan sekolah yang dipilih. Dia mengingatkan agar pilihan utama berada di paling awal. Kemudian sampai pilihan yang terakhir merupakan pilihan sekolah yang tidak terlalu diinginkan. Siswanto mengingatkan bila ingin masuk SMPN 1 Kota Kediri, jangan menempatkan sekolah itu di pilihan paling akhir. “Penempatan pilihan ini jangan sampai keliru,” ingatnya.

Baca Juga :  Dianggarkan Rp 60 Miliar, Realisasi THR Rp 47,5 Miliar

Pertimbangan lainnya adalah calon peserta juga harus memikirkan jarak sekolah dengan rumah. Sehingga nantinya akan memudahkan akses untuk berangkat dan pulang sekolah. Jika sampai terlalu jauh dari rumah malah justru akan menyusahkan siswa maupun orang tua.

Siswanto memprediksi persaingan nilai akan terlihat di SMPN 1 dan SMPN 4. karena kedua sekolah tersebut tergolong favorit. Namun, para peserta dari Kota Kediri tidak perlu takut untuk mencoba menjadikannya pilihan pertama. Karena pilihan sekolah disediakan banyak yaitu delapan. Jikapun nanti tidak masuk bisa bergeser di sekolah yang ada di bawahnya.

“Beda dengan SMA yang hanya dua pilihan, jadi kalau merasa nilai tidak sampai untuk unggul di sekolah favorit agar jangan sampai mencoba-cobanya,” tegasnya. 

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri mengingatkan bagi siswa lulusan SD yang berasal dari luar kota agar tak gegabah mengikuti Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Kediri. Terutama yang tak dibekali dengan nilai ujian nasional (NUN) bagus. Sebab, potensi tereliminasi akan sangat besar.

Menurut Kepala Disdik Siswanto, kuota untuk siswa luar Kota Kediri hanya 20 persen. “Kalau sudah 20 persen terpenuhi, otomatis peserta dari luar kota yang lain akan terdepak,” ingat Siswanto.

Peringatan Siswanto itu dikeluarkan terkait dengan proses PPDB online tingkat SMP yang akan bergulir mulai hari ini. Pendaftaran menggunakan website kediri.siap-ppdb.com. Proses seleksi bisa dipantau dari website ini.

Siswanto menerangkan, mulai pagi ini PPDB mulai berlangsung. Karena bisa dilakukan secara online, calon peserta didik tidak perlu datang ke sekolah yang dituju untuk melakukna pendaftaran. Apalagi mereka hanya mengisi data diri dan NUN di website tersebut. Kemudian menunggu pengumuman yang akan keluar serentak pada Jumat (6/7). Sedangkan pendaftaran akan ditutup satu hari sebelumnya.

Baca Juga :  Curi Kotak Amal dengan Pemotong Kuku

Kadisdik tersebut mengingatkan agar calon peserta didik mempertimbangkan beberapa hal. Yang pertama adalah soal penggunaan sistem zonasi. Walaupun zonasi ini hanya dibagi antara pelajar dari Kota Kediri dan luar kota saja, tapi tetap ada batasannya. Yaitu bagi pendaftar asal luar kota hanya tersedia 20 persen saja.

Namun, para pendaftar juga dipermudah dengan boleh mendaftar lebih dari dua sekolah. “Pendaftar diberi kesempatan memilih depalan sekolah dari delapan SMP negeri di Kota Kediri,” terangnya.

Sehingga, jika peserta nanti tidak diterima hingga pilihan kedua, dia masih ada kesempatan diterima di pilihannya berikutnya. Di sekolah urutan ketiga, keempat, dan seterusnya.

Menurut Siswanto dengan delapan pilihan sekolah ini akan memudahkan calon siswa mendapatkan sekolah. Juga, otomatis, delapan SMP negeri di Kota Kediri tidak akan kekurangan murid. “Karena itu saya yakin pagu setiap SMP negeri di Kota Kediri nanti akan terpenuhi semua,” ujar Siswanto.

Hal yang harus dipertimbangkan lainnya, tambah Siswanto, adalah terkait urutan sekolah yang dipilih. Dia mengingatkan agar pilihan utama berada di paling awal. Kemudian sampai pilihan yang terakhir merupakan pilihan sekolah yang tidak terlalu diinginkan. Siswanto mengingatkan bila ingin masuk SMPN 1 Kota Kediri, jangan menempatkan sekolah itu di pilihan paling akhir. “Penempatan pilihan ini jangan sampai keliru,” ingatnya.

Baca Juga :  Konter HP Dibobol, Rp 300 Juta Amblas

Pertimbangan lainnya adalah calon peserta juga harus memikirkan jarak sekolah dengan rumah. Sehingga nantinya akan memudahkan akses untuk berangkat dan pulang sekolah. Jika sampai terlalu jauh dari rumah malah justru akan menyusahkan siswa maupun orang tua.

Siswanto memprediksi persaingan nilai akan terlihat di SMPN 1 dan SMPN 4. karena kedua sekolah tersebut tergolong favorit. Namun, para peserta dari Kota Kediri tidak perlu takut untuk mencoba menjadikannya pilihan pertama. Karena pilihan sekolah disediakan banyak yaitu delapan. Jikapun nanti tidak masuk bisa bergeser di sekolah yang ada di bawahnya.

“Beda dengan SMA yang hanya dua pilihan, jadi kalau merasa nilai tidak sampai untuk unggul di sekolah favorit agar jangan sampai mencoba-cobanya,” tegasnya. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/