23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Gara-Gara Korona: Proyek Jembatan Mrican pun Tertunda

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Harapan warga Kediri melihat Jembatan Mrican melintang lagi di atas Sungai Brantas harus tertunda. Wabah Covid-19 mengubah perencanaan pembangunan nasional tahun 2020, termasuk proyek-proyek di daerah. Salah satunya rencana pembangunan Jembatan Mrican yang terpaksa tak dilakukan tahun ini.

Penyebabnya adalah pengalihan anggaran besar-besaran untuk penanganan wabah. Meskipun beberapa proyek pembangunan masih ada yang masih berjalan, beberapa yang lain harus ditunda.

“Salah satunya (yang ditunda) adalah proyek Jembatan Mrican,” sebut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Irwan Candra Wahyu Purnama.

Sebenarnya perencanaan pembangunan Jembatan Mrican sudah matang sejak tahun lalu. Proyek jembatan yang menghubungkan Desa Jongbiru di Kecamatan Gampengrejo dengan Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu juga telah melalui tahap pembuatan detail engineering design (DED).

Baca Juga :  5 Hari Terisolasi di Gardu Pujasera Pare, Hartono Akhirnya Meninggal

Ternyata tahun ini rencana pembangunan jembatan senilai Rp 70 miliar itu tertunda. Penyebabnya adalah anggaran Pemprov Jatim tak bisa turun. “Anggaran dari Pemprov Jatim tidak turun kemungkinan dipakai untuk penanganan Covid-19,” jelas Irwan.

Sejauh ini Pemprov Jatim telah melakukan refocusing kegiatan dan realokasi APBD untuk penanganan Covid-19. Totalnya senilai Rp 2,384 triliun yang sudah disiapkan Pemprov Jatim untuk menangani bencana non-alam tersebut.

Irwan belum bisa memastikan kelanjutan rencana pembangunan jembatan yang akan dinamakan Jembatan Kediri Lagi tersebut. Jika tidak terkendala dia menyebut proyek ini akan berlanjut di 2021.

Memang, untuk pembangunan jembatan yang putus pada 2017 itu, Irwan menyebut bahwa pembangunannya telah diusulkan ke provinsi. “Sementara pemkab akan membangun jalur penghubung menuju jembatan,” jelasnya.

Terkait jalur penghubung itu, pemkab juga telah menyelesaikan sebagian pembebasan lahan. Pemkab memang harus membebaskan tanah dan bangunan warga yang ada hingga 500 meter dari lokasi jembatan. Setidaknya, pembebasan yang dilakukan mulai akhir 2019 lalu itu telah mencapai lebih dari 55 persen.

Baca Juga :  Proyek Jembatan Brawijaya: Impian Bakal Terwujud

“Pemerintah juga telah intensif  berkoordinasi dengan warga untuk kebutuhan pembebasan lahan tersebut,” terangnya.

Bahkan, di lapangan, saat ini sejumlah warga melakukan inisiatif sendiri. Mereka yang lahannya telah dibebaskan mulai membongkar bagian depan bangunan rumah. Seperti yang dilakukan salah satu warga Desa Jongbiru Rohmat. Lelaki yang rumahnya terdampak pembebasan tanah di timur jembatan mengaku senang. Menurutnya dengan pembangunan ini akan memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi warga sekitar setelah beberapa tahun mati suri.

“Nanti bisa buka usaha lagi setelah beberapa tahun tidak berjualan,” akunya.

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Harapan warga Kediri melihat Jembatan Mrican melintang lagi di atas Sungai Brantas harus tertunda. Wabah Covid-19 mengubah perencanaan pembangunan nasional tahun 2020, termasuk proyek-proyek di daerah. Salah satunya rencana pembangunan Jembatan Mrican yang terpaksa tak dilakukan tahun ini.

Penyebabnya adalah pengalihan anggaran besar-besaran untuk penanganan wabah. Meskipun beberapa proyek pembangunan masih ada yang masih berjalan, beberapa yang lain harus ditunda.

“Salah satunya (yang ditunda) adalah proyek Jembatan Mrican,” sebut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Irwan Candra Wahyu Purnama.

Sebenarnya perencanaan pembangunan Jembatan Mrican sudah matang sejak tahun lalu. Proyek jembatan yang menghubungkan Desa Jongbiru di Kecamatan Gampengrejo dengan Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu juga telah melalui tahap pembuatan detail engineering design (DED).

Baca Juga :  Proyek Jembatan Brawijaya: Impian Bakal Terwujud

Ternyata tahun ini rencana pembangunan jembatan senilai Rp 70 miliar itu tertunda. Penyebabnya adalah anggaran Pemprov Jatim tak bisa turun. “Anggaran dari Pemprov Jatim tidak turun kemungkinan dipakai untuk penanganan Covid-19,” jelas Irwan.

Sejauh ini Pemprov Jatim telah melakukan refocusing kegiatan dan realokasi APBD untuk penanganan Covid-19. Totalnya senilai Rp 2,384 triliun yang sudah disiapkan Pemprov Jatim untuk menangani bencana non-alam tersebut.

Irwan belum bisa memastikan kelanjutan rencana pembangunan jembatan yang akan dinamakan Jembatan Kediri Lagi tersebut. Jika tidak terkendala dia menyebut proyek ini akan berlanjut di 2021.

Memang, untuk pembangunan jembatan yang putus pada 2017 itu, Irwan menyebut bahwa pembangunannya telah diusulkan ke provinsi. “Sementara pemkab akan membangun jalur penghubung menuju jembatan,” jelasnya.

Terkait jalur penghubung itu, pemkab juga telah menyelesaikan sebagian pembebasan lahan. Pemkab memang harus membebaskan tanah dan bangunan warga yang ada hingga 500 meter dari lokasi jembatan. Setidaknya, pembebasan yang dilakukan mulai akhir 2019 lalu itu telah mencapai lebih dari 55 persen.

Baca Juga :  Ratusan Remaja Hamil Duluan

“Pemerintah juga telah intensif  berkoordinasi dengan warga untuk kebutuhan pembebasan lahan tersebut,” terangnya.

Bahkan, di lapangan, saat ini sejumlah warga melakukan inisiatif sendiri. Mereka yang lahannya telah dibebaskan mulai membongkar bagian depan bangunan rumah. Seperti yang dilakukan salah satu warga Desa Jongbiru Rohmat. Lelaki yang rumahnya terdampak pembebasan tanah di timur jembatan mengaku senang. Menurutnya dengan pembangunan ini akan memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi warga sekitar setelah beberapa tahun mati suri.

“Nanti bisa buka usaha lagi setelah beberapa tahun tidak berjualan,” akunya.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/