24.2 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

Delapan Kilometer Jalan Desa Rusak Parah

REJOSO, JP Radar Kediri–Delapan titik jalan di Desa Mlorah, Rejoso, rusak parah. Ruas jalan total sepanjang delapan kilometer itu aspalnya mengelupas. Kerusakan yang terjadi sejak sepuluh tahun silam tersebut belum bisa diperbaiki karena keterbatasan dana.

Pantauan koran ini, kerusakan jalan di delapan ruas tersebut merata. Hampir semua aspalnya mengelupas. Menyisakan tonjolan bebatuan dan sisa cor. Saat hujan turun, jalan selebar sekitar empat meter itu berubah jadi kubangan. Sebab, beberapa titik saja yang dilengkapi drainase di salah satu sisinya.

Kepala Desa Mlorah, Rejoso Dodik Hermawan yang dikonfirmasi tentang kondisi jalan di desanya mengakui jika kerusakan di sana merata. “Perbaikan jalan terakhir kali dilakukan delapan tahun lalu. Tahun 2014,” ujar Dodik sembari menyebut setelah itu belum ada lagi perbaikan. 

Baca Juga :  Kerusakan Jalan di Sumengko Semakin Parah

Mengapa tidak diperbaiki menggunakan dana desa? pria berusia 39 tahun itu mengatakan, jumlah dana desa yang didapat Desa Mlorah tidak mencukupi untuk memperbaiki semua ruas jalan.

Yang bisa dilakukan pemerintah desa, jelas Dodik, hanya melakukan tambal sulam alias perbaikan ringan. “(Tambal sulam, Red) dilakukan bulan Agustus tahun lalu,” lanjutnya.

Dengan keterbatasan dana, Dodik menyebut pihaknya sudah berupaya mengajukan perbaikan jalan ke Pemkab Nganjuk. Setidaknya, dia sudah mengajukan perbaikan sebanyak 3-4 kali. Tetapi, hingga akhir tahun ini belum direspons.

Terpisah, Tarjan, 57, warga setempat mengamini jika kerusakan jalan di lingkungannya sudah berlangsung lama. “Sampai sekarang belum ada perbaikan lagi,” tuturnya sambil mengupas bawang merah.

Baca Juga :  Besok, Pedagang Harus Kosongkan Area TPPS Pasar Bendo

Terkait penyebab kerusakan jalan, pria tua itu menduga ada beberapa penyebab. Salah satunya, jalan di lingkungannya belum dilengkapi drainase hingga tergenang setiap hujan turun dan mudah rusak. 

Penyebab lainnya, jalan tersebut juga kerap dilewati truk pengangkut hasil pertanian yang cenderung berat. “Truk yang mengambil panenan lewatnya sini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Gunawan Widagdo yang dikonfirmasi tentang pengajuan perbaikan jalan dari Desa Mlorah mengatakan, perbaikan jalan di gang atau lingkungan desa tidak bisa menggunakan APBD. “Bisa dibangun memakai dana desa,” tandasnya sembari menyebut perbaikan di sana bukan kewenangan Pemkab Nganjuk.

- Advertisement -

REJOSO, JP Radar Kediri–Delapan titik jalan di Desa Mlorah, Rejoso, rusak parah. Ruas jalan total sepanjang delapan kilometer itu aspalnya mengelupas. Kerusakan yang terjadi sejak sepuluh tahun silam tersebut belum bisa diperbaiki karena keterbatasan dana.

Pantauan koran ini, kerusakan jalan di delapan ruas tersebut merata. Hampir semua aspalnya mengelupas. Menyisakan tonjolan bebatuan dan sisa cor. Saat hujan turun, jalan selebar sekitar empat meter itu berubah jadi kubangan. Sebab, beberapa titik saja yang dilengkapi drainase di salah satu sisinya.

Kepala Desa Mlorah, Rejoso Dodik Hermawan yang dikonfirmasi tentang kondisi jalan di desanya mengakui jika kerusakan di sana merata. “Perbaikan jalan terakhir kali dilakukan delapan tahun lalu. Tahun 2014,” ujar Dodik sembari menyebut setelah itu belum ada lagi perbaikan. 

Baca Juga :  Kepala Desa Rowomarto Nganjuk Terseret Pembuatan Uang Palsu

Mengapa tidak diperbaiki menggunakan dana desa? pria berusia 39 tahun itu mengatakan, jumlah dana desa yang didapat Desa Mlorah tidak mencukupi untuk memperbaiki semua ruas jalan.

Yang bisa dilakukan pemerintah desa, jelas Dodik, hanya melakukan tambal sulam alias perbaikan ringan. “(Tambal sulam, Red) dilakukan bulan Agustus tahun lalu,” lanjutnya.

Dengan keterbatasan dana, Dodik menyebut pihaknya sudah berupaya mengajukan perbaikan jalan ke Pemkab Nganjuk. Setidaknya, dia sudah mengajukan perbaikan sebanyak 3-4 kali. Tetapi, hingga akhir tahun ini belum direspons.

Terpisah, Tarjan, 57, warga setempat mengamini jika kerusakan jalan di lingkungannya sudah berlangsung lama. “Sampai sekarang belum ada perbaikan lagi,” tuturnya sambil mengupas bawang merah.

Baca Juga :  Ibu Rumah Tangga Paling Dominan

Terkait penyebab kerusakan jalan, pria tua itu menduga ada beberapa penyebab. Salah satunya, jalan di lingkungannya belum dilengkapi drainase hingga tergenang setiap hujan turun dan mudah rusak. 

Penyebab lainnya, jalan tersebut juga kerap dilewati truk pengangkut hasil pertanian yang cenderung berat. “Truk yang mengambil panenan lewatnya sini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Gunawan Widagdo yang dikonfirmasi tentang pengajuan perbaikan jalan dari Desa Mlorah mengatakan, perbaikan jalan di gang atau lingkungan desa tidak bisa menggunakan APBD. “Bisa dibangun memakai dana desa,” tandasnya sembari menyebut perbaikan di sana bukan kewenangan Pemkab Nganjuk.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/