28.8 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Kampus Tatap Muka, Penumpang Bus di Terminal Tamanan Kediri Meningkat

Sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur sudah mulai menggelar perkuliahan tatap muka (PTM). Keputusan itu langsung berpengaruh pada peminat moda transportasi bus. Jumlah penumpang di Terminal Tamanan Kelas IIA Kediri pun mengalami peningkatan.

Dalam beberapa hari terakhir, penumpang yang naik dari terminal tersebut meningkat bila dibanding sebelumnya. Terutama dengan tujuan Malang dan Surabaya. Dua kota itu banyak menjadi tujuan pelajar Kediri dalam memilih perguruan tinggi.

“Sekarang bisa tembus lebih dari seratus penumpang setiap hari,” kata Kepala Koordinator Terminal Tamanan Kelas II A Kota Kediri Bambang Suprianta.

Menurut Bambang, sejak pandemi dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jumlah penumpang yang naik bus terus menurun. Dalam sehari tidak sampai menembus angka seratus orang. Kondisi ini berubah ketika kampus-kampus di kota besar di Jatim itu memulai PTM. Jumlah penumpangnya terus meningkat.

Baca Juga :  Kejaksaan Tak Ingin Proyek Kembali Bermasalah

Terlebih pada akhir pekan. Jumlah penumpang bisa melebihi 200 orang dalam sehari. Seperti yang terjadi pada Sabtu dan Minggu kemarin (31/10), jumlah penumpang mencapai 213 orang.

Selain faktor banyaknya kampus yang PTM, peningkatan tersebut juga disebabkan beberapa hal. Seperti faktor pelonggaran PPKM di beberapa daerah. Tidak ada lagi penyekatan di perbatasan antarkota. Juga, tidak adanya batasan jumlah penumpang di satu bus. Bahkan, di beberapa bus terlihat kelebihan penumpang. Hingga ada yang tidak mendapat tempat duduk dan harus berdiri.

“Jumlah penumpang juga sudah tidak ada batasan karena semua dipastikan sudah vaksin minimal dosis pertama,” paparnya.

Meskipun demikian, pihak terminal tetap memberlakukan aturan ketat. Setiap penumpang yang akan naik bus harus check in dulu di aplikasi PeduliLindungi. Untuk memastikan bahwa calon penumpang tersebut telah mendapatkan vaksinasi.

Baca Juga :  DBD Terus Bergentayangan Cari Korban

“Setelah satu bulan lebih melakukan sosialisasi kepada penumpang terkait penerapan aplikasi PeduliLindungi, kini setiap penumpang yang melakukan pemberangkatan wajib mengaksesnya,” terangnya.

Terkait meningkatnya jumlah penumpang tersebut, beberapa perusahaan otobus langsung melakukan antisipasi. Yaitu dengan menambah armada yang beroperasi. Terutama bus yang menuju Surabaya dan Malang.

 “Waktu awal PPKM darurat sempat tidak armada bus yang beroperasi ke Malang, karena ada penyekatan. Sekarang sejak level 2 waktu itu sudah mulai beroperasi dan ada penambahan bus,” pungkasnya. (ica/fud)

- Advertisement -

Sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur sudah mulai menggelar perkuliahan tatap muka (PTM). Keputusan itu langsung berpengaruh pada peminat moda transportasi bus. Jumlah penumpang di Terminal Tamanan Kelas IIA Kediri pun mengalami peningkatan.

Dalam beberapa hari terakhir, penumpang yang naik dari terminal tersebut meningkat bila dibanding sebelumnya. Terutama dengan tujuan Malang dan Surabaya. Dua kota itu banyak menjadi tujuan pelajar Kediri dalam memilih perguruan tinggi.

“Sekarang bisa tembus lebih dari seratus penumpang setiap hari,” kata Kepala Koordinator Terminal Tamanan Kelas II A Kota Kediri Bambang Suprianta.

Menurut Bambang, sejak pandemi dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jumlah penumpang yang naik bus terus menurun. Dalam sehari tidak sampai menembus angka seratus orang. Kondisi ini berubah ketika kampus-kampus di kota besar di Jatim itu memulai PTM. Jumlah penumpangnya terus meningkat.

Baca Juga :  Macan Putih dan Mutiara Hitam Ingin Raih Tiga Angka

Terlebih pada akhir pekan. Jumlah penumpang bisa melebihi 200 orang dalam sehari. Seperti yang terjadi pada Sabtu dan Minggu kemarin (31/10), jumlah penumpang mencapai 213 orang.

Selain faktor banyaknya kampus yang PTM, peningkatan tersebut juga disebabkan beberapa hal. Seperti faktor pelonggaran PPKM di beberapa daerah. Tidak ada lagi penyekatan di perbatasan antarkota. Juga, tidak adanya batasan jumlah penumpang di satu bus. Bahkan, di beberapa bus terlihat kelebihan penumpang. Hingga ada yang tidak mendapat tempat duduk dan harus berdiri.

“Jumlah penumpang juga sudah tidak ada batasan karena semua dipastikan sudah vaksin minimal dosis pertama,” paparnya.

Meskipun demikian, pihak terminal tetap memberlakukan aturan ketat. Setiap penumpang yang akan naik bus harus check in dulu di aplikasi PeduliLindungi. Untuk memastikan bahwa calon penumpang tersebut telah mendapatkan vaksinasi.

Baca Juga :  Dilewati Truk Lebihi Tonase, Rawan Putus

“Setelah satu bulan lebih melakukan sosialisasi kepada penumpang terkait penerapan aplikasi PeduliLindungi, kini setiap penumpang yang melakukan pemberangkatan wajib mengaksesnya,” terangnya.

Terkait meningkatnya jumlah penumpang tersebut, beberapa perusahaan otobus langsung melakukan antisipasi. Yaitu dengan menambah armada yang beroperasi. Terutama bus yang menuju Surabaya dan Malang.

 “Waktu awal PPKM darurat sempat tidak armada bus yang beroperasi ke Malang, karena ada penyekatan. Sekarang sejak level 2 waktu itu sudah mulai beroperasi dan ada penambahan bus,” pungkasnya. (ica/fud)

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/