23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Bursa Kerja di Kabupaten Kediri Tak Diminat

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Bursa kerja online yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri tak diminati warga. Hal tersebut terlihat dari minimnya jumlah pelamar yang mendaftar. Dari total 7.000 lowongan yang disediakan, jumlah pelamar hanya sekitar separo.

          Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, hingga kemarin baru ada 3.750 pelamar yang mendaftar. Itupun masih belum diketahui apakah satu pelamar hanya mendaftar di satu lowongan atau di banyak lowongan. “Satu pelamar ini memang bisa memasukkan lebih dari satu formasi. Memang kami anjurkan seperti itu,” ujar Kabid Penempatan kerja dan Transmigrasi Disnaker Kabupaten Kediri Jumadi.

          Lebih jauh Jumadi menegaskan, sistem di disnaker hanya memperlihatkan ada data daftar riwayat hidup dan biodata yang masuk ke sistem mereka. Semua dilakukan secara online. Selanjutnya, daftar riwayat hidup itu diteruskan ke server untuk disortir perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan.

          Jumadi menegaskan, sebanyak 7.000 lowongan tersebut berasal dari total 47 perusahaan. Dari ribuan lowongan pekerjaan yang disiapkan, menurut Jumadi mayoritas merupakan lowongan buruh pabrik dengan lokasi perusahaan di seluruh Jawa Timur.

Baca Juga :  Tenaga Fungsional Tak Dapatkan TPP

          Terkait minimnya pendaftar di bursa kerja online, Jumadi mengaku tidak mengetahui secara pasti. Meski demikian, dia menduga hal tersebut karena beberapa faktor. Di antaranya, karena bursa kerja online baru kali pertama digelar tahun ini.

          Kemungkinan lainnya karena pendaftar masih salah memasukkan berkas sesuai ketentuan di sistem. “Untuk kepastian penyebabnya saya belum tahu. Tapi waktu bursa kerja offline 2019 lalu pendaftarnya membeludak,” beber Jumadi.

          Sesuai hasil evaluasi, diakui Jumadi jika masih saja ada kendala pengiriman daftar riwayat hidup dari pelamar. Selebihnya, juga masih ada pelamar yang salah mengisi data sesuai ketentuan sistem.

          Terkait kesalahan tersebut, Jumadi mengaku disnaker sudah berusaha melakukan pembenahan. Di antaranya dengan mengomunikasikan hal tersebut dengan pelamar.

          Lebih jauh Jumadi menjelaskan, bursa kerja online sengaja digelar untuk mencegah kontak langsung pelamar dan perusahaan. Sesuai jenis pekerjaan yang disediakan, pelamar pekerjaan bisa berasal dari berbagai latar belakang pendidikan. Mulai SMA hingga magister. “Tujuannya untuk mengurangi pengangguran terbuka di Kabupaten Kediri. Tapi tidak menutup kemungkinan ada warga yang sudah bekerja berusaha mencari pekerjaan baru,” tandasnya.

Baca Juga :  Panen, Keluhkan Harga Jagung yang Merosot

          Dengan minimnya jumlah pelamar di bursa kerja tahun ini, Jumadi berharap 3.750 pelamar itu bisa diterima di perusahaan yang dituju. Sehingga, jumlah pengangguran di Kabupaten Kediri selama pandemi Covid-19 ini bisa berkurang.

          Untuk diketahui, sesuai survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kediri menyebutkan, tahun 2020 lalu jumlah pengangguran di Bumi Panjalu mencapai 46 ribu orang. Jumlah tersebut naik 1,5 persen dibanding 2019. Dengan jumlah pelamar yang hanya mencapai ribuan, pengangguran di Kabupaten Kediri tak berkurang signifikan. (syi/ut)

 

Bursa Kerja Online:

-Total ada 7.000 lowongan pekerjaan dari 47 perusahaan di Jatim

-Jumlah pelamar hanya 3.750 orang hingga Jumat (29/10)

-Minimnya pelamar diduga akibat pengetahuan masyarakat yang minim akan bursa kerja online

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Bursa kerja online yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri tak diminati warga. Hal tersebut terlihat dari minimnya jumlah pelamar yang mendaftar. Dari total 7.000 lowongan yang disediakan, jumlah pelamar hanya sekitar separo.

          Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, hingga kemarin baru ada 3.750 pelamar yang mendaftar. Itupun masih belum diketahui apakah satu pelamar hanya mendaftar di satu lowongan atau di banyak lowongan. “Satu pelamar ini memang bisa memasukkan lebih dari satu formasi. Memang kami anjurkan seperti itu,” ujar Kabid Penempatan kerja dan Transmigrasi Disnaker Kabupaten Kediri Jumadi.

          Lebih jauh Jumadi menegaskan, sistem di disnaker hanya memperlihatkan ada data daftar riwayat hidup dan biodata yang masuk ke sistem mereka. Semua dilakukan secara online. Selanjutnya, daftar riwayat hidup itu diteruskan ke server untuk disortir perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan.

          Jumadi menegaskan, sebanyak 7.000 lowongan tersebut berasal dari total 47 perusahaan. Dari ribuan lowongan pekerjaan yang disiapkan, menurut Jumadi mayoritas merupakan lowongan buruh pabrik dengan lokasi perusahaan di seluruh Jawa Timur.

Baca Juga :  Jadwal Kickoff Persik Kediri Lawan Bali United Belum Keluar

          Terkait minimnya pendaftar di bursa kerja online, Jumadi mengaku tidak mengetahui secara pasti. Meski demikian, dia menduga hal tersebut karena beberapa faktor. Di antaranya, karena bursa kerja online baru kali pertama digelar tahun ini.

          Kemungkinan lainnya karena pendaftar masih salah memasukkan berkas sesuai ketentuan di sistem. “Untuk kepastian penyebabnya saya belum tahu. Tapi waktu bursa kerja offline 2019 lalu pendaftarnya membeludak,” beber Jumadi.

          Sesuai hasil evaluasi, diakui Jumadi jika masih saja ada kendala pengiriman daftar riwayat hidup dari pelamar. Selebihnya, juga masih ada pelamar yang salah mengisi data sesuai ketentuan sistem.

          Terkait kesalahan tersebut, Jumadi mengaku disnaker sudah berusaha melakukan pembenahan. Di antaranya dengan mengomunikasikan hal tersebut dengan pelamar.

          Lebih jauh Jumadi menjelaskan, bursa kerja online sengaja digelar untuk mencegah kontak langsung pelamar dan perusahaan. Sesuai jenis pekerjaan yang disediakan, pelamar pekerjaan bisa berasal dari berbagai latar belakang pendidikan. Mulai SMA hingga magister. “Tujuannya untuk mengurangi pengangguran terbuka di Kabupaten Kediri. Tapi tidak menutup kemungkinan ada warga yang sudah bekerja berusaha mencari pekerjaan baru,” tandasnya.

Baca Juga :  Nasdem Berencana Usung Kader Internal, Siapa?

          Dengan minimnya jumlah pelamar di bursa kerja tahun ini, Jumadi berharap 3.750 pelamar itu bisa diterima di perusahaan yang dituju. Sehingga, jumlah pengangguran di Kabupaten Kediri selama pandemi Covid-19 ini bisa berkurang.

          Untuk diketahui, sesuai survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kediri menyebutkan, tahun 2020 lalu jumlah pengangguran di Bumi Panjalu mencapai 46 ribu orang. Jumlah tersebut naik 1,5 persen dibanding 2019. Dengan jumlah pelamar yang hanya mencapai ribuan, pengangguran di Kabupaten Kediri tak berkurang signifikan. (syi/ut)

 

Bursa Kerja Online:

-Total ada 7.000 lowongan pekerjaan dari 47 perusahaan di Jatim

-Jumlah pelamar hanya 3.750 orang hingga Jumat (29/10)

-Minimnya pelamar diduga akibat pengetahuan masyarakat yang minim akan bursa kerja online

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/