25.6 C
Kediri
Thursday, June 30, 2022

Waspada Korona di Kediri: Santri asal Ponpes Temboro Didata

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Upaya pelacakan terhadap mereka yang diduga tertular Covid-19 terus dilalukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri. Salah satunya melakukan pendataan terhadap seluruh santri Ponpes Al Fatah Temboro, Magetan yang saat ini pulang kampung.

Hal ini mengingat adanya puluhan santri yang terkonfirmasi positif pada pondok pesantren tersebut. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib mengatakan, saat ini pihak dinkes dan GTPP tingkat kecamatan telah melakukan pendataan di seluruh kecamatan. Terutama pendataan pada puskesmas-puskesmas di tingkat desa. “Saat ini semua kecamatan sedang melacak. Karena santri yang dari Temboro diinstruksikan untuk rapid test,” terang Khotib.

Ia menegaskan, santri-santri asal Temboro yang sudah didata, maka wajib untuk melakukan isolasi mandiri. Hal ini seperti yang telah dilakukan 18 santri Temboro asal Kecamatan Banyakan yang telah menjalani rapid test beberapa waktu lalu. “Instruksi pokok adalah isolasi, bisa isolasi mandiri atau karantina desa,” jelasnya.

Baca Juga :  Waspada Penyebaran Korona, Klaster Tulungagung Terus Dilacak

Sebelumnya, dari 18 santri yang ikut rapid test itu, ada 2 orang yang dipastikan reaktif. Khotib menyebut bahwa dua santri tersebut akan dilakukan tes swab untuk memastikan apakah keduanya benar-benar terjangkit Covid-19 atau tidak.

Sementara bagi santri yang negatif, mereka juga masih akan terus dipantau. Terlebih untuk yang pernah kontak langsung dengan santri yang positif, akan dilakukan rapid test ulang.

Sementara saat ini, pendataan di seluruh kecamatan belum semuanya rampung. Selain belasan santri di Kecamatan Banyakan itu, ada sejumlah santri yang tersebar di kecamatan lain di Kabupaten Kediri.

Saat ini dari data ada delapan kecamatan lain yang terdapat santri asal Temboro. Sekretaris GTPP Slamet Turmudi menyebut ada 8 kecamatan lain. Yakni Kecamatan Mojo, Kayenkidul, Ngadiluwih, Kras, Kepung, Kandangan, Pagu serta Semen.

Baca Juga :  Terancam WNA Deportasi, Didominasi Pelajar hingga Santri

“Itu data sementara. Besok (hari ini, Red) Insyaallah fix,” jelas Slamet. Ia menyebut bahwa data ini dari puskesmas yang ada di masing-masing kecamatan, jika semua data sudah terlaporkan, maka akan dilakukan rapid test bagi santri-santri tersebut.

Sejauh ini, di Kabupaten Kediri, terdapat penambahan pasien dalam pengawasan (PDP). Bahkan setiap hari jumlahnya mengalami peningkatan. Terakhir, dari 87 kasus PDP, hingga tadi malam total ada 96 PDP. Artinya ada penambahan sembilan pasien. Dari total 96 itu, ada 14 pasien yang telah meninggal dunia dan 77 lainnya dalam pengawasan.

 

Data sementara sebaran Santri Temboro di Kabupaten Kediri

1. Banyakan 18 orang

2. Mojo 2 orang

3. Kayenkidul 3 orang

4. Ngadiluwih 2 orang

5. Kras 1 orang

6. Kepung 1 orang

7. Kandangan 1 orang

8. Pagu 2 orang

9. Semen 2 orang

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Upaya pelacakan terhadap mereka yang diduga tertular Covid-19 terus dilalukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri. Salah satunya melakukan pendataan terhadap seluruh santri Ponpes Al Fatah Temboro, Magetan yang saat ini pulang kampung.

Hal ini mengingat adanya puluhan santri yang terkonfirmasi positif pada pondok pesantren tersebut. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib mengatakan, saat ini pihak dinkes dan GTPP tingkat kecamatan telah melakukan pendataan di seluruh kecamatan. Terutama pendataan pada puskesmas-puskesmas di tingkat desa. “Saat ini semua kecamatan sedang melacak. Karena santri yang dari Temboro diinstruksikan untuk rapid test,” terang Khotib.

Ia menegaskan, santri-santri asal Temboro yang sudah didata, maka wajib untuk melakukan isolasi mandiri. Hal ini seperti yang telah dilakukan 18 santri Temboro asal Kecamatan Banyakan yang telah menjalani rapid test beberapa waktu lalu. “Instruksi pokok adalah isolasi, bisa isolasi mandiri atau karantina desa,” jelasnya.

Baca Juga :  Mal di Kediri Tutup, Pemulangan Santri Lirboyo Molor

Sebelumnya, dari 18 santri yang ikut rapid test itu, ada 2 orang yang dipastikan reaktif. Khotib menyebut bahwa dua santri tersebut akan dilakukan tes swab untuk memastikan apakah keduanya benar-benar terjangkit Covid-19 atau tidak.

Sementara bagi santri yang negatif, mereka juga masih akan terus dipantau. Terlebih untuk yang pernah kontak langsung dengan santri yang positif, akan dilakukan rapid test ulang.

Sementara saat ini, pendataan di seluruh kecamatan belum semuanya rampung. Selain belasan santri di Kecamatan Banyakan itu, ada sejumlah santri yang tersebar di kecamatan lain di Kabupaten Kediri.

Saat ini dari data ada delapan kecamatan lain yang terdapat santri asal Temboro. Sekretaris GTPP Slamet Turmudi menyebut ada 8 kecamatan lain. Yakni Kecamatan Mojo, Kayenkidul, Ngadiluwih, Kras, Kepung, Kandangan, Pagu serta Semen.

Baca Juga :  Covid-19 di Kediri: Zona Merah Dijaga Ketat, 2 PDP Tunggu Hasil Swab

“Itu data sementara. Besok (hari ini, Red) Insyaallah fix,” jelas Slamet. Ia menyebut bahwa data ini dari puskesmas yang ada di masing-masing kecamatan, jika semua data sudah terlaporkan, maka akan dilakukan rapid test bagi santri-santri tersebut.

Sejauh ini, di Kabupaten Kediri, terdapat penambahan pasien dalam pengawasan (PDP). Bahkan setiap hari jumlahnya mengalami peningkatan. Terakhir, dari 87 kasus PDP, hingga tadi malam total ada 96 PDP. Artinya ada penambahan sembilan pasien. Dari total 96 itu, ada 14 pasien yang telah meninggal dunia dan 77 lainnya dalam pengawasan.

 

Data sementara sebaran Santri Temboro di Kabupaten Kediri

1. Banyakan 18 orang

2. Mojo 2 orang

3. Kayenkidul 3 orang

4. Ngadiluwih 2 orang

5. Kras 1 orang

6. Kepung 1 orang

7. Kandangan 1 orang

8. Pagu 2 orang

9. Semen 2 orang

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/