24.1 C
Kediri
Monday, August 15, 2022

Pastikan Imbauan #DiRumah Aja, Tim Patroli Terus Pagi hingga Malam

- Advertisement -

KEDIRI – Sepertinya, imbauan agar berada di rumah saja belum sepenuhnya dipatuhi warga. Terutama oleh para remaja. Kemarin misalnya (31/3) masih ada yang nekat hendak melakukan balap liar di arena GOR Jayabaya, Kota Kediri. Akibatnya, 144 pemuda diamankan beserta kendaraan mereka.

Tanda-tanda akan ada balapan liar mulai terlihat pukul 17.30 WIB kemarin. Di sekitar GOR Jayabaya itu ada ratusan kendaraan terpakir di pinggir jalan. Para pemiliknya masih berada di atas kendaraan-kendaraan itu. Mereka hendak menyaksikan pembalap liar yang memacu kendaraannya.

“Sudah kami cegah, anggota dari pospam GOR dan dari kantor (satpol PP) sudah datang ke lokasi,” terang Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

Petugas punya strategi menutup pintu keluar dari area GOR. Mereka datang dari dua arah. Utara dan Timur. Tentu saja hal itu membuat ratusan pemuda itu kalang kabut. Mereka berusaha melarikan diri. Sebagian sempat lolos, namun sisanya tak bisa berbuat banyak. Mereka pun diminta turun dari kendaraan.

Para remaja ini diberi peringatan keras. Mereka menabrak banyak aturan. Yang pertama mengganggu keamanan dan kenyamanan warga di sekitar GOR Jayabaya. Kemudian tidak menaati Surat Edaran (SE) dan imbauan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar agar tetap di rumah. Selain itu mereka berkumpul di tempat terbuka.  “Sudah kami teruskan informasi ke Polres Kediri Kota, dan TNI,” terang Nur Khamid.

- Advertisement -

Para pemuda yang tertangkap itu kemudian disuruh duduk di aspal. Namun dengan tetap menjaga jarak. Mereka semua diberi peringatan keras dan diimbau  agar berada di rumah saja. Agar persebaran Covid-19 tidak meluas. Ini menjadi atensi terlebih bagi para warga dan masyarakat untuk menaati peraturan di tengah pandemik Covid-19.

Baca Juga :  Raup Omzet Ratusan Ribu Tiap Hari

Sementara itu, patroli setiap pagi hingga malam terus dilakukan oleh Satpol PP Kota Kediri. Bahkan juga dari Polres Kediri Kota dan TNI . Mereka turun tangan untuk memastikan warga Kota Kediri tetap menaati peraturan dan imbauan yang berkali-kali sudah dilakukan.

Pada Minggu (30/3) malam, mobil patroli juga sudah melakukan imbauan melalui pengeras suara dan berjalan dengan mobil. Tentunya di area-area di Kota Kediri yang sering ramai dikunjungi oleh warga pada malam hari. Salah satunya di Pasar Pahing.

Kemarin, petugas Polsek Pesantren melakukan patroli untuk mengimbau warga yang memang tidak memiliki kepentingan dan urgensi agar segera pulang. “Yang beli makanan, juga diimbau untuk dibungkus saja, sesuai dengan arahan Wali Kota,” terang Kanitsabhara Polres Kediri Kota Iptu Yoyok Sugiantoro.

Petugas mendatangi satu per satu warga pedagang yang masih buka. Mereka meminta agar membungkus makanan atau minuman yang dipesan orang. Warga menurut anjuran itu. Penyemprotan disinfektan kembali dilakukan oleh Polres Kediri Kota kemarin. Tidak hanya di kecamatan di Kota saja tapi juga lima kecamatan wilayah Kabupaten Kediri juga disemprot. Wilayah-wilayah itu masuk area Polres Kediri Kota.

Dalam penyemprotan itu polisi menyiapkan 10 ribu liter disinfektan. Total untuk delapan kecamatan. Tiga di wilayah Kota Kediri dan lima lainnya wilayah Kabupaten Kediri. Kegiatan ini dilakukan gabungan antara polisi, Satpol PP Kota Kediri, dan Kodim 08/09.

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota Kamsudi menjelaskan, rute yang dipilih di sekitar jalan protokol. Karena mobilitas pengguna sangat tinggi. Seperti di Jalan Dhoho, Jalan Panglima Sudirman, di Jalan PK Bangsa, dan di perbatasan dengan wilayah zona merah.

Baca Juga :  Segar tanpa Pemanis Buatan

Sembari menyemprotkan disinfektan, petugas juga melakukan pengimbauan kepada setiap warga agar mengurangi kegiatan di luar rumah. Terutama bila tidak ada kepentingan mendesak. “Baik itu nongkrong atau yang menciptakan kerumunan,” terang mantan Kapolsek Papar itu.

Kota Pare Diguyur Disinfektan Lagi

Di wilayah Pare, Kabupaten Kediri, penyemprotan disinfektan kembali dilakukan di sepanjang jalan zona merah. Penyemprotan yang dilakukan kemarin (31/3) menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pasukan Memadamkan Kebakaran (PMK) Kabupaten Kediri.

Mobil damkar dengan kapasitas tangki sekitar 4000 liter tersebut melaju dari markas PMK menuju Mapolres Kediri  sekitar pukul 08.00 WIB. Lokasi awal penyemprotan itu memang dari depan Mapolres Kediri di Jalan PB Soedirman.  Penyemprotan disinfektan ini diiniasiasi Polres Kediri bekerja sama dengan TNI, dishub, dan PMK Kabupaten Kediri.

“Hari ini kami mengadakan giat penyemprotan disinfektan. Dilakukan di sepanjang jalan zona merah di dalam wilayah Kecamatan Pare. Serta memberi imbauan agar mengantisipasi penyebaran virus korona,” Jelas Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono.

Rute penyemprotan disinfektan setelah dari Jalan PB Soedriman kemudian menuju Jalan Veteran dan Yos Sudarso. Kemudian masuk wilayah Kampung Inggris yaitu di Jalan Brawijaya, Jalan Lawu, dan Jalan Flamboyan.

Sepanjang jalan itu, tiga petugas PMK Kabuapten Kediri berdiri di atas tangki. Satu di antaranya sebagai koordinator dan yang satu lagi bertugas mengatur mesin pompa penyemprot. Sementara satunya lagi bertugas mengarahkan selang penyemprot. Penyemprotan berlangsung sekitar 1,5 jam.

 

 

 

- Advertisement -

KEDIRI – Sepertinya, imbauan agar berada di rumah saja belum sepenuhnya dipatuhi warga. Terutama oleh para remaja. Kemarin misalnya (31/3) masih ada yang nekat hendak melakukan balap liar di arena GOR Jayabaya, Kota Kediri. Akibatnya, 144 pemuda diamankan beserta kendaraan mereka.

Tanda-tanda akan ada balapan liar mulai terlihat pukul 17.30 WIB kemarin. Di sekitar GOR Jayabaya itu ada ratusan kendaraan terpakir di pinggir jalan. Para pemiliknya masih berada di atas kendaraan-kendaraan itu. Mereka hendak menyaksikan pembalap liar yang memacu kendaraannya.

“Sudah kami cegah, anggota dari pospam GOR dan dari kantor (satpol PP) sudah datang ke lokasi,” terang Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

Petugas punya strategi menutup pintu keluar dari area GOR. Mereka datang dari dua arah. Utara dan Timur. Tentu saja hal itu membuat ratusan pemuda itu kalang kabut. Mereka berusaha melarikan diri. Sebagian sempat lolos, namun sisanya tak bisa berbuat banyak. Mereka pun diminta turun dari kendaraan.

Para remaja ini diberi peringatan keras. Mereka menabrak banyak aturan. Yang pertama mengganggu keamanan dan kenyamanan warga di sekitar GOR Jayabaya. Kemudian tidak menaati Surat Edaran (SE) dan imbauan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar agar tetap di rumah. Selain itu mereka berkumpul di tempat terbuka.  “Sudah kami teruskan informasi ke Polres Kediri Kota, dan TNI,” terang Nur Khamid.

Para pemuda yang tertangkap itu kemudian disuruh duduk di aspal. Namun dengan tetap menjaga jarak. Mereka semua diberi peringatan keras dan diimbau  agar berada di rumah saja. Agar persebaran Covid-19 tidak meluas. Ini menjadi atensi terlebih bagi para warga dan masyarakat untuk menaati peraturan di tengah pandemik Covid-19.

Baca Juga :  Truk Parkir Ditabrak

Sementara itu, patroli setiap pagi hingga malam terus dilakukan oleh Satpol PP Kota Kediri. Bahkan juga dari Polres Kediri Kota dan TNI . Mereka turun tangan untuk memastikan warga Kota Kediri tetap menaati peraturan dan imbauan yang berkali-kali sudah dilakukan.

Pada Minggu (30/3) malam, mobil patroli juga sudah melakukan imbauan melalui pengeras suara dan berjalan dengan mobil. Tentunya di area-area di Kota Kediri yang sering ramai dikunjungi oleh warga pada malam hari. Salah satunya di Pasar Pahing.

Kemarin, petugas Polsek Pesantren melakukan patroli untuk mengimbau warga yang memang tidak memiliki kepentingan dan urgensi agar segera pulang. “Yang beli makanan, juga diimbau untuk dibungkus saja, sesuai dengan arahan Wali Kota,” terang Kanitsabhara Polres Kediri Kota Iptu Yoyok Sugiantoro.

Petugas mendatangi satu per satu warga pedagang yang masih buka. Mereka meminta agar membungkus makanan atau minuman yang dipesan orang. Warga menurut anjuran itu. Penyemprotan disinfektan kembali dilakukan oleh Polres Kediri Kota kemarin. Tidak hanya di kecamatan di Kota saja tapi juga lima kecamatan wilayah Kabupaten Kediri juga disemprot. Wilayah-wilayah itu masuk area Polres Kediri Kota.

Dalam penyemprotan itu polisi menyiapkan 10 ribu liter disinfektan. Total untuk delapan kecamatan. Tiga di wilayah Kota Kediri dan lima lainnya wilayah Kabupaten Kediri. Kegiatan ini dilakukan gabungan antara polisi, Satpol PP Kota Kediri, dan Kodim 08/09.

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota Kamsudi menjelaskan, rute yang dipilih di sekitar jalan protokol. Karena mobilitas pengguna sangat tinggi. Seperti di Jalan Dhoho, Jalan Panglima Sudirman, di Jalan PK Bangsa, dan di perbatasan dengan wilayah zona merah.

Baca Juga :  Jajanan Siap Santap

Sembari menyemprotkan disinfektan, petugas juga melakukan pengimbauan kepada setiap warga agar mengurangi kegiatan di luar rumah. Terutama bila tidak ada kepentingan mendesak. “Baik itu nongkrong atau yang menciptakan kerumunan,” terang mantan Kapolsek Papar itu.

Kota Pare Diguyur Disinfektan Lagi

Di wilayah Pare, Kabupaten Kediri, penyemprotan disinfektan kembali dilakukan di sepanjang jalan zona merah. Penyemprotan yang dilakukan kemarin (31/3) menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pasukan Memadamkan Kebakaran (PMK) Kabupaten Kediri.

Mobil damkar dengan kapasitas tangki sekitar 4000 liter tersebut melaju dari markas PMK menuju Mapolres Kediri  sekitar pukul 08.00 WIB. Lokasi awal penyemprotan itu memang dari depan Mapolres Kediri di Jalan PB Soedirman.  Penyemprotan disinfektan ini diiniasiasi Polres Kediri bekerja sama dengan TNI, dishub, dan PMK Kabupaten Kediri.

“Hari ini kami mengadakan giat penyemprotan disinfektan. Dilakukan di sepanjang jalan zona merah di dalam wilayah Kecamatan Pare. Serta memberi imbauan agar mengantisipasi penyebaran virus korona,” Jelas Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono.

Rute penyemprotan disinfektan setelah dari Jalan PB Soedriman kemudian menuju Jalan Veteran dan Yos Sudarso. Kemudian masuk wilayah Kampung Inggris yaitu di Jalan Brawijaya, Jalan Lawu, dan Jalan Flamboyan.

Sepanjang jalan itu, tiga petugas PMK Kabuapten Kediri berdiri di atas tangki. Satu di antaranya sebagai koordinator dan yang satu lagi bertugas mengatur mesin pompa penyemprot. Sementara satunya lagi bertugas mengarahkan selang penyemprot. Penyemprotan berlangsung sekitar 1,5 jam.

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/