25.6 C
Kediri
Saturday, June 25, 2022

Periksa Mantan Dirut PDAU Nganjuk 30 Menit

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kabar Plt Direktur Utama Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Nganjuk tahun 2018 Tirto akan dipanggil kejaksaan terbukti. Kemarin, Tirto datang memenuhi panggilan kejaksaan. Pria yang menjabat sebagai Direktur Utama PDAM Kabupaten Nganjuk ini datang ke Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Nganjuk sekitar pukul 09.00 WIB. Dia langsung menuju ke Ruang Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Andie Wicaksono. Di sana, Tirto menjalani pemeriksaan secara tertutup. Namun pemeriksaan Tirto tidak berjalan lama. Hanya sekitar 30 menit. Kemudian, Tirto keluar dari ruang Kasi Pidsus dan meninggalkan kantor kejaksaan. “Yang bersangkutan (Tirto, Red) tidak membawa berkas-berkas pada saat menjabat sebagai Plt Dirut PDAU. Jadi, pemeriksaan hanya sebentar,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Nophy Tennophero Suoth melalui Kasi Pidsus Andie Wicaksono saat ditemui wartawan koran ini setelah pemeriksaan.

Baca Juga :  Gadis Cantik Ngadipiro Nganjuk Menghilang

Karena tidak membawa berkas-berkas, Andie mengatakan, jaksa tidak bisa mendapatkan data-data yang diinginkan. Karena itu, Tirto diminta untuk mengumpulkan berkas-berkas saat dia menjabat sebagai Plt Dirut PDAU terlebih dulu. “Minggu depan kami minta datang ke sini lagi untuk menjalani klarifikasi pengelolaan keuangan PDAU Nganjuk,” tandasnya.

Sementara itu, Tirto mengakui dirinya baru saja memenuhi panggilan kejaksaan. Ia pun membenarkan bahwa ada berkas yang kurang dan diminta kembali oleh jaksa. Menurut keterangannya, berkas yang kurang tersebut adalah berkas laporan pertanggungjawaban (LPj) tentang pengelolaan keuangan di PDAU.

“LPj saya yang kurang,” ujarnya. Tirto mengatakan, dia akan tetap kooperatif dengan segala pihak, termasuk kejaksaan. Dia pun siap hadir untuk memenuhi panggilan kejaksaan minggu depan. “Saya akan selalu kooperatif,” ujarnya.

Baca Juga :  Tanah di Sepuluh Kecamatan Rawan Bergerak

Untuk diketahui, kejaksaan membidik penyertaan modal sebesar Rp 1,5 miliar di PDAU Nganjuk pada tahun 2018. Itu dilakukan setelah ada laporan dari masyarakat tentang dugaan adanya selisih dalam pengelolaan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk. Untuk memastikan, apakah dugaan itu benar atau salah, kejaksaan melakukan penyelidikan secara mendalam. Salah satu caranya dengan memanggil orang-orang yang diduga mengetahui pengelolaan anggaran di PDAU.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kabar Plt Direktur Utama Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Nganjuk tahun 2018 Tirto akan dipanggil kejaksaan terbukti. Kemarin, Tirto datang memenuhi panggilan kejaksaan. Pria yang menjabat sebagai Direktur Utama PDAM Kabupaten Nganjuk ini datang ke Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Nganjuk sekitar pukul 09.00 WIB. Dia langsung menuju ke Ruang Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Andie Wicaksono. Di sana, Tirto menjalani pemeriksaan secara tertutup. Namun pemeriksaan Tirto tidak berjalan lama. Hanya sekitar 30 menit. Kemudian, Tirto keluar dari ruang Kasi Pidsus dan meninggalkan kantor kejaksaan. “Yang bersangkutan (Tirto, Red) tidak membawa berkas-berkas pada saat menjabat sebagai Plt Dirut PDAU. Jadi, pemeriksaan hanya sebentar,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Nophy Tennophero Suoth melalui Kasi Pidsus Andie Wicaksono saat ditemui wartawan koran ini setelah pemeriksaan.

Baca Juga :  6 SMA Dibanjiri Calon Siswa

Karena tidak membawa berkas-berkas, Andie mengatakan, jaksa tidak bisa mendapatkan data-data yang diinginkan. Karena itu, Tirto diminta untuk mengumpulkan berkas-berkas saat dia menjabat sebagai Plt Dirut PDAU terlebih dulu. “Minggu depan kami minta datang ke sini lagi untuk menjalani klarifikasi pengelolaan keuangan PDAU Nganjuk,” tandasnya.

Sementara itu, Tirto mengakui dirinya baru saja memenuhi panggilan kejaksaan. Ia pun membenarkan bahwa ada berkas yang kurang dan diminta kembali oleh jaksa. Menurut keterangannya, berkas yang kurang tersebut adalah berkas laporan pertanggungjawaban (LPj) tentang pengelolaan keuangan di PDAU.

“LPj saya yang kurang,” ujarnya. Tirto mengatakan, dia akan tetap kooperatif dengan segala pihak, termasuk kejaksaan. Dia pun siap hadir untuk memenuhi panggilan kejaksaan minggu depan. “Saya akan selalu kooperatif,” ujarnya.

Baca Juga :  Gadis Cantik Ngadipiro Nganjuk Menghilang

Untuk diketahui, kejaksaan membidik penyertaan modal sebesar Rp 1,5 miliar di PDAU Nganjuk pada tahun 2018. Itu dilakukan setelah ada laporan dari masyarakat tentang dugaan adanya selisih dalam pengelolaan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk. Untuk memastikan, apakah dugaan itu benar atau salah, kejaksaan melakukan penyelidikan secara mendalam. Salah satu caranya dengan memanggil orang-orang yang diduga mengetahui pengelolaan anggaran di PDAU.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/