28.9 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Pemkot Kediri Siapkan Anggaran Rp 1,1 M untuk Perbaikan Sekolah

KOTA, JP Radar Kediri- Pemkot Kediri menjadikan rehabilitasi sekolah sebagai program prioritas tahun ini. Anggaran yang disiapkan tergolong besar. Mencapai Rp 1,13 miliar untuk 21 kegiatan.

Asal anggaran untuk kegiatan rehabilitasi tersebut berasal dari dua sumber. Dari dana alokasi khusus (DAK) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Untuk APBD ada sekitar sepuluh lembaga. Tidak hanya SD tetapi juga SMP,” terang Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Siswanto.

Sementara, untuk kegiatan yang bersumber dari jumlahnya bisa lebih banyak. Yaitu, mencapai lebih dari 20 lembaga. Baik yang kelompok SD maupun SMP.

Untuk saat ini sudah ada 15 kegiatan rehabilitasi di sekolah dasar yang sumber biayanya dari DAK. Di lelang non-tender ini, satu sekolah bisa mendapat dua kegiatan.

Baca Juga :  Kesalahan Pemasang Reklame Bapenda Kabupaten di Wilayah Kota Kediri

Program rehabilitasi di SDN Banaran 1 misalnya. Di sini ada biaya perencanaan rehabilitasi ruang guru dan ruang kelas. Yang rehabilitasi ruang guru menetapkan anggaran Rp 16,2 juta. Sedangkan untuk ruang kelas nilainya sebesar Rp 80,2 juta.

“Rehabilitasi ini untuk kerusakan sedang hingga berat,” terang Siswanto.  

Masih menurut Siswanto, perbaikan sekolah yang anggarannya dari DAK ini lebih banyak untuk fisik. Seperti  ruang kelas dan ruang guru. Selain itu, rehabilitasi sekolah ini juga bisa menyasar perbaikan lainnya seperti toilet atau jamban, ruang perpusatakaan, hingga perabotan ruangan.

Berbeda dengan dana yang bersumber dari APBD. Kegiatannya lebih kepada fisik ruang kelas. Adapun lainnya digunakan pula untuk biaya pengawasan dan perencanaan konstruksi.

Baca Juga :  Harus Punya Analisis Dampak Lingkungan

Jika dibandingkan dengan DAK, jumlah APBD jauh lebih besar. Untuk DAK nilai paling tinggi sebesar Rp 80,2 juta. Sedangkan APBD mencapai Rp 140,7 juta. 

Meskipun yang diterima satuan pendidikan dari dana APBD tinggi, jumlah total yang sudah masuk masih sedikit. Sebesar Rp 337 juta. Sementara itu, jumlah anggaran dari DAK lebih besar yakni Rp 793,8 juta dengan jumlah kegiatan yang banyak pula.

Siswanto berharap rehabilitasi sekolah ini bisa memberikan pembangunan yang merata di sekolah dasar negeri. Program rehabilitasi sekolah ini menjadi prioritas di bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Kediri.

“Rehabilitasi sekolah ini akan terus menjadi prioritas pendidikan hingga 2023 nanti,” tegas  Siswanto.(rq/fud)  

     

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri- Pemkot Kediri menjadikan rehabilitasi sekolah sebagai program prioritas tahun ini. Anggaran yang disiapkan tergolong besar. Mencapai Rp 1,13 miliar untuk 21 kegiatan.

Asal anggaran untuk kegiatan rehabilitasi tersebut berasal dari dua sumber. Dari dana alokasi khusus (DAK) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Untuk APBD ada sekitar sepuluh lembaga. Tidak hanya SD tetapi juga SMP,” terang Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Siswanto.

Sementara, untuk kegiatan yang bersumber dari jumlahnya bisa lebih banyak. Yaitu, mencapai lebih dari 20 lembaga. Baik yang kelompok SD maupun SMP.

Untuk saat ini sudah ada 15 kegiatan rehabilitasi di sekolah dasar yang sumber biayanya dari DAK. Di lelang non-tender ini, satu sekolah bisa mendapat dua kegiatan.

Baca Juga :  Warga Wonorejo Trisulo Berharap Tak Krisis Air Lagi

Program rehabilitasi di SDN Banaran 1 misalnya. Di sini ada biaya perencanaan rehabilitasi ruang guru dan ruang kelas. Yang rehabilitasi ruang guru menetapkan anggaran Rp 16,2 juta. Sedangkan untuk ruang kelas nilainya sebesar Rp 80,2 juta.

“Rehabilitasi ini untuk kerusakan sedang hingga berat,” terang Siswanto.  

Masih menurut Siswanto, perbaikan sekolah yang anggarannya dari DAK ini lebih banyak untuk fisik. Seperti  ruang kelas dan ruang guru. Selain itu, rehabilitasi sekolah ini juga bisa menyasar perbaikan lainnya seperti toilet atau jamban, ruang perpusatakaan, hingga perabotan ruangan.

Berbeda dengan dana yang bersumber dari APBD. Kegiatannya lebih kepada fisik ruang kelas. Adapun lainnya digunakan pula untuk biaya pengawasan dan perencanaan konstruksi.

Baca Juga :  Kejaksaan Negeri Kota Kediri Periksa Ulang Penerima Fee BPNT

Jika dibandingkan dengan DAK, jumlah APBD jauh lebih besar. Untuk DAK nilai paling tinggi sebesar Rp 80,2 juta. Sedangkan APBD mencapai Rp 140,7 juta. 

Meskipun yang diterima satuan pendidikan dari dana APBD tinggi, jumlah total yang sudah masuk masih sedikit. Sebesar Rp 337 juta. Sementara itu, jumlah anggaran dari DAK lebih besar yakni Rp 793,8 juta dengan jumlah kegiatan yang banyak pula.

Siswanto berharap rehabilitasi sekolah ini bisa memberikan pembangunan yang merata di sekolah dasar negeri. Program rehabilitasi sekolah ini menjadi prioritas di bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Kediri.

“Rehabilitasi sekolah ini akan terus menjadi prioritas pendidikan hingga 2023 nanti,” tegas  Siswanto.(rq/fud)  

     

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/