24.4 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Pengurus Kelenteng Cegah Berkumpulnya Massa di Perayaan Imlek

KOTA, JP Radar Kediri-Perayaan tahun baru Imlek tadi malam kembali berlangsung sederhana. Ratusan umat beribadah di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong secara bergelombang dengan khusyuk. Tiap sif dibatasi hanya untuk 20 jemaat saja untuk mencegah penularan Covid-19.

          Menurut Ketua Yayasan Tri Dharma Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri Prayitno Sutikno, pembatasan dilakukan agar umat yang ke kelenteng tidak berkerumun. “Sembahyangnya mulai dari pukul 19.00 untuk tutup tahun 2572 Imlek,” ungkapnya.

          Pengurus kelenteng pun membagi ibadah menjadi beberapa sif. Mereka dipersilakan sembahyang secara bergantian. Selesai melakukan ritual, umat langsung pulang ke rumah. Tidak boleh berlama-lama di kelenteng karena bisa memicu munculnya kerumunan.

          Setelah menjalani ibadah tutup tahun 2572 Imlek, umat akan melanjutkan ibadah tahun baru 2373 Imlek. Ibadah yang digelar pada pergantian tahun ini biasa dilakukan di kelenteng atau di rumah umat masing-masing. “Kalau di kelenteng ya jam 12 malam ini (tadi malam, Red),” terang Prayit.

Baca Juga :  Tiga Hari Lagi, Masuki Periode Sepeda17an Virtual

Sedangkan sembahyang di rumah bisa mulai pada pagi, siang, dan sore. Meski kegiatan tahun baru Imlek masih dibatasi, Prayit menyebut hal itu tidak menghilangkan kekhusyukan umat dalam beribadah.

Di sela menjalani rangkaian peribadahan tadi malam, Prayit menyebut ada doa khusus yang dipanjatkan di tahun macan air ini. Yakni, umat meminta agar pandemi Covid-19 segera berakhir. “Seperti unsur tahun ini adalah air, harapannya wabah virus korona ini bisa mengalir dan hilang dari Kota Kediri khssusnya dan Indonesia umumnya,” paparnya.

          Untuk diketahui, selain membatasi ibadah, semua kegiatan perayaan Imlek juga dibatasi. Misalnya, pertunjukan barongsai yang biasa digelar saat perayaan Imlek juga dihapus. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah konsentrasi massa di kelenteng.

Baca Juga :  Boscu Kaget Dipijat Mbak Pur

          Prayit menegaskan, pengurus kelenteng melakukan berbagai upaya agar tidak muncul klaster baru Covid-19 dari sana. “Dengan begitu, umat dan warga Kota Kediri tetap patuh dan taat protokol Kesehatan,” tandasnya.

Pantauan koran ini, ibadah tutup tahun digelar sejak pukul 19.00. Umat datang silih berganti untuk sembahyang hingga malam hari. Mereka melakukan ritual sembahyang di sejumlah altar dewa dan dewi yang ada di sana. Termasuk di altar Dewi Mak Cho. (rq/ut)

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-Perayaan tahun baru Imlek tadi malam kembali berlangsung sederhana. Ratusan umat beribadah di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong secara bergelombang dengan khusyuk. Tiap sif dibatasi hanya untuk 20 jemaat saja untuk mencegah penularan Covid-19.

          Menurut Ketua Yayasan Tri Dharma Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri Prayitno Sutikno, pembatasan dilakukan agar umat yang ke kelenteng tidak berkerumun. “Sembahyangnya mulai dari pukul 19.00 untuk tutup tahun 2572 Imlek,” ungkapnya.

          Pengurus kelenteng pun membagi ibadah menjadi beberapa sif. Mereka dipersilakan sembahyang secara bergantian. Selesai melakukan ritual, umat langsung pulang ke rumah. Tidak boleh berlama-lama di kelenteng karena bisa memicu munculnya kerumunan.

          Setelah menjalani ibadah tutup tahun 2572 Imlek, umat akan melanjutkan ibadah tahun baru 2373 Imlek. Ibadah yang digelar pada pergantian tahun ini biasa dilakukan di kelenteng atau di rumah umat masing-masing. “Kalau di kelenteng ya jam 12 malam ini (tadi malam, Red),” terang Prayit.

Baca Juga :  Lakukan Tata Batas dan Inventarisasi Tegakan

Sedangkan sembahyang di rumah bisa mulai pada pagi, siang, dan sore. Meski kegiatan tahun baru Imlek masih dibatasi, Prayit menyebut hal itu tidak menghilangkan kekhusyukan umat dalam beribadah.

Di sela menjalani rangkaian peribadahan tadi malam, Prayit menyebut ada doa khusus yang dipanjatkan di tahun macan air ini. Yakni, umat meminta agar pandemi Covid-19 segera berakhir. “Seperti unsur tahun ini adalah air, harapannya wabah virus korona ini bisa mengalir dan hilang dari Kota Kediri khssusnya dan Indonesia umumnya,” paparnya.

          Untuk diketahui, selain membatasi ibadah, semua kegiatan perayaan Imlek juga dibatasi. Misalnya, pertunjukan barongsai yang biasa digelar saat perayaan Imlek juga dihapus. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah konsentrasi massa di kelenteng.

Baca Juga :  Guru SLB di Grogol Antar Tugas Anak Sejauh 10 Kilometer

          Prayit menegaskan, pengurus kelenteng melakukan berbagai upaya agar tidak muncul klaster baru Covid-19 dari sana. “Dengan begitu, umat dan warga Kota Kediri tetap patuh dan taat protokol Kesehatan,” tandasnya.

Pantauan koran ini, ibadah tutup tahun digelar sejak pukul 19.00. Umat datang silih berganti untuk sembahyang hingga malam hari. Mereka melakukan ritual sembahyang di sejumlah altar dewa dan dewi yang ada di sana. Termasuk di altar Dewi Mak Cho. (rq/ut)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/