22.3 C
Kediri
Monday, August 8, 2022

Istri di Pesantren Tusuk Suami hingga Tewas

KOTA, JP Radar Kediri–Warga Kelurahan Betet, Pesantren gempar. Ini setelah Riyono, 46, warga setempat tewas dini hari kemarin. Laki-laki yang setiap hari bekerja sebagai kuli bangunan itu sempat dirawat di rumah sakit setelah ditusuk pisau oleh Triana Santi, 40, istrinya, pada Selasa (28/6) pagi.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, bapak dua anak itu ditusuk di bagian leher dan perut. “Lukanya selebar 1,5 sentimeter. Identik dengan pisau dapur yang dipakai pelaku,’ kata sumber koran ini.

Sumber di kepolisian yang enggan namanya disebutkan itu memaparkan, sebelum insiden berdarah tersebut, Santi sempat menggoreng telur untuk sarapan suaminya. Diduga sempat terlibat cekcok, sekitar pukul 06.30 ibu tiga anak itu menusuk suaminya.

Pertama kali, Santi menusuk leher Riyono. Sejurus kemudian, Santi juga menusuk perut pria yang sudah memberinya dua anak itu. Riyono yang awalnya tidak sempat melawan itu lantas berusaha menghentikan perbuatan istrinya yang kalap.

Dugaan itu muncul setelah Santi ditemukan tertindih tubuh Riyono yang sudah bersimbah darah. Ada pula luka gores di tangan kanan pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan tersebut. “Pelaku (Santi, Red) mengaku tersadar saat posisinya sudah tertindih tubuh suaminya,” beber sumber yang sempat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) tersebut.

Baca Juga :  Warga asal Kramat Tewas karena Terjatuh dari Motor saat Berbelok

Di saat yang sama, Bintang, 12, anak Riyono yang melihat kondisi kedua orang tuanya langsung panik. Dia meminta tolong pada tetangganya. “Om, tolong. Bapakku kok kaya ngene iki nyapo? (tolong om, kenapa ayah saya jadi begini, Red),” terang sumber menirukan pernyataan Bintang saat memberi keterangan kepada polisi.

Sejurus kemudian, Riyono langsung dibawa ke RSUD Gambiran untuk mendapatkan perawatan. Rupanya, Riyono yang sempat kritis sekitar pukul 01.00 dini hari kemarin, dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 03.00.

Kasi Humas Polres Kediri Kota Ipda Nanang Setyawan mengatakan, setelah menerima laporan, Polres Kediri Kota langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 10.00 kemarin. “Pelaku sedang dimintai keterangan oleh Unit PPA (pelayanan perempuan dan anak, Red),” beber perwira dengan pangkat satu balok di pundak itu.

Baca Juga :  Mbok Ndewor Kejeglong BOL

Apa motif kenekatan Santi? Nanang menyebut hingga kemarin penyidik masih mendalaminya. Hingga kemarin sore, Santi yang ditahan di Polres Kediri Kota masih diperiksa intensif.

Sumber lain di Polres Kediri Kota menjelaskan, motif yang membuat Santi nekat menusuk suaminya belum diketahui pasti. Kepada penyidik, perempuan berambut lurus itu mengaku beraksi karena mendengar bisikan gaib. Suara-suara tanpa wujud itu memintanya membunuh Riyono.

Bisikan-bisikan gaib itu disebut-sebut sudah sering didengar oleh Santi. Karena itu pula, Santi dan Riyono memutuskan untuk berobat di padepokan milik Go, yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

“Sesuai saran padepokan, diminta tirakat melek’an (tidak tidur, Red) hingga Subuh di beberapa sumber pada hari-hari tertentu,” paparnya anggota polisi yang enggan dicantumkan namanya.

Tidak hanya sering mendengar bisikan-bisikan, Santi juga mengaku sering kerasukan. “Saat kerasukan itu dia selalu meminta suaminya menjauh. Makanya akhirnya memutuskan berobat,” imbuhnya sembari menyebut hari ini rencananya Santi akan diperiksakan ke psikiater di RS Bhayangkara.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri–Warga Kelurahan Betet, Pesantren gempar. Ini setelah Riyono, 46, warga setempat tewas dini hari kemarin. Laki-laki yang setiap hari bekerja sebagai kuli bangunan itu sempat dirawat di rumah sakit setelah ditusuk pisau oleh Triana Santi, 40, istrinya, pada Selasa (28/6) pagi.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, bapak dua anak itu ditusuk di bagian leher dan perut. “Lukanya selebar 1,5 sentimeter. Identik dengan pisau dapur yang dipakai pelaku,’ kata sumber koran ini.

Sumber di kepolisian yang enggan namanya disebutkan itu memaparkan, sebelum insiden berdarah tersebut, Santi sempat menggoreng telur untuk sarapan suaminya. Diduga sempat terlibat cekcok, sekitar pukul 06.30 ibu tiga anak itu menusuk suaminya.

Pertama kali, Santi menusuk leher Riyono. Sejurus kemudian, Santi juga menusuk perut pria yang sudah memberinya dua anak itu. Riyono yang awalnya tidak sempat melawan itu lantas berusaha menghentikan perbuatan istrinya yang kalap.

Dugaan itu muncul setelah Santi ditemukan tertindih tubuh Riyono yang sudah bersimbah darah. Ada pula luka gores di tangan kanan pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan tersebut. “Pelaku (Santi, Red) mengaku tersadar saat posisinya sudah tertindih tubuh suaminya,” beber sumber yang sempat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) tersebut.

Baca Juga :  Mbok Ndewor Kejeglong BOL

Di saat yang sama, Bintang, 12, anak Riyono yang melihat kondisi kedua orang tuanya langsung panik. Dia meminta tolong pada tetangganya. “Om, tolong. Bapakku kok kaya ngene iki nyapo? (tolong om, kenapa ayah saya jadi begini, Red),” terang sumber menirukan pernyataan Bintang saat memberi keterangan kepada polisi.

Sejurus kemudian, Riyono langsung dibawa ke RSUD Gambiran untuk mendapatkan perawatan. Rupanya, Riyono yang sempat kritis sekitar pukul 01.00 dini hari kemarin, dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 03.00.

Kasi Humas Polres Kediri Kota Ipda Nanang Setyawan mengatakan, setelah menerima laporan, Polres Kediri Kota langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 10.00 kemarin. “Pelaku sedang dimintai keterangan oleh Unit PPA (pelayanan perempuan dan anak, Red),” beber perwira dengan pangkat satu balok di pundak itu.

Baca Juga :  Nodanya Setitik, Ngamuknya Sebelanga

Apa motif kenekatan Santi? Nanang menyebut hingga kemarin penyidik masih mendalaminya. Hingga kemarin sore, Santi yang ditahan di Polres Kediri Kota masih diperiksa intensif.

Sumber lain di Polres Kediri Kota menjelaskan, motif yang membuat Santi nekat menusuk suaminya belum diketahui pasti. Kepada penyidik, perempuan berambut lurus itu mengaku beraksi karena mendengar bisikan gaib. Suara-suara tanpa wujud itu memintanya membunuh Riyono.

Bisikan-bisikan gaib itu disebut-sebut sudah sering didengar oleh Santi. Karena itu pula, Santi dan Riyono memutuskan untuk berobat di padepokan milik Go, yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

“Sesuai saran padepokan, diminta tirakat melek’an (tidak tidur, Red) hingga Subuh di beberapa sumber pada hari-hari tertentu,” paparnya anggota polisi yang enggan dicantumkan namanya.

Tidak hanya sering mendengar bisikan-bisikan, Santi juga mengaku sering kerasukan. “Saat kerasukan itu dia selalu meminta suaminya menjauh. Makanya akhirnya memutuskan berobat,” imbuhnya sembari menyebut hari ini rencananya Santi akan diperiksakan ke psikiater di RS Bhayangkara.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Mulai Data Tanah Tol Agustus


Artikel Terbaru

/