24.3 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Ngebut Tabrak Mobil, Pemotor Remaja asal Puncu Tewas

- Advertisement -

NGADILUWIH, JP Radar Kediri– Kecelakaan maut merenggut nyawa remaja di Jembatan Wijayakusuma, Jl Branggahan-Mojo, Desa Bangle, Kecamatan Ngadiluwih, Sabtu malam (25/6). Diduga kebut-kebutan atau balapan,

Ad, 15, dan Re, 14, keduanya asal Desa Manggis, Kecamatan Puncu bertabrakan dengan mobil Daihatsu GranMax L 1659 YG yang dikemudi Imam Khanafi, 25, warga Trenggalek.

“Dua korban mengendarai motor masing-masing di sekitar Jembatan Wijayakusuma,” ujar Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setijobudi kemarin.

Ad mengendarai Honda GL Max AG 5080 EJ. Sedangkan Re bermotor sama dengan nopol AG 6043 EL. “Motor berjalan dari barat. Dari arah Mojo,” ungkap Iwan. Dari hasil olah TKP, kedua pemotor remaja itu ditengarai balapan. “Beberapa saksi di lokasi juga membenarkannya,” kata perwira polisi berpangkat tiga balok di pundaknya ini.

Baca Juga :  Pemkab Kediri Tetap Aktifkan Ruang Isolasi Terpusat Korona 

Ad dan Re melaju kencang. Motor Ad tiba-tiba menyenggol setir Re. Efeknya, Ad oleng ke arah kanan. Sementara, motor Re oleng ke tengah jalan raya. Celaka, dari arah berlawanan melaju mobil GranMax berkecepatan sedang tak sempat menghindar. Kendaraan itu tabrakan dengan motor Ad. “Satu korban meninggal di lokasi. Satunya masih dirawat,” kata Iwan. Hingga kemarin siang, Re masih tak sadarkan diri di RSUD Gambiran, Kota Kediri.






Reporter: Iqbal Syahroni
- Advertisement -

NGADILUWIH, JP Radar Kediri– Kecelakaan maut merenggut nyawa remaja di Jembatan Wijayakusuma, Jl Branggahan-Mojo, Desa Bangle, Kecamatan Ngadiluwih, Sabtu malam (25/6). Diduga kebut-kebutan atau balapan,

Ad, 15, dan Re, 14, keduanya asal Desa Manggis, Kecamatan Puncu bertabrakan dengan mobil Daihatsu GranMax L 1659 YG yang dikemudi Imam Khanafi, 25, warga Trenggalek.

“Dua korban mengendarai motor masing-masing di sekitar Jembatan Wijayakusuma,” ujar Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setijobudi kemarin.

Ad mengendarai Honda GL Max AG 5080 EJ. Sedangkan Re bermotor sama dengan nopol AG 6043 EL. “Motor berjalan dari barat. Dari arah Mojo,” ungkap Iwan. Dari hasil olah TKP, kedua pemotor remaja itu ditengarai balapan. “Beberapa saksi di lokasi juga membenarkannya,” kata perwira polisi berpangkat tiga balok di pundaknya ini.

Baca Juga :  Enam Bulan, Ratusan Warga Terserang ISPA

Ad dan Re melaju kencang. Motor Ad tiba-tiba menyenggol setir Re. Efeknya, Ad oleng ke arah kanan. Sementara, motor Re oleng ke tengah jalan raya. Celaka, dari arah berlawanan melaju mobil GranMax berkecepatan sedang tak sempat menghindar. Kendaraan itu tabrakan dengan motor Ad. “Satu korban meninggal di lokasi. Satunya masih dirawat,” kata Iwan. Hingga kemarin siang, Re masih tak sadarkan diri di RSUD Gambiran, Kota Kediri.






Reporter: Iqbal Syahroni

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/