30.2 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022

Montir Meninggal saat Kumandangkan Azan

RINGINREJO, JP Radar Kediri– Napas Sugiatno, 58, terputus saat mengumandangkan azan salat Isya di musala Al Falah, Dusun Muning, Desa Selodono, Kecamatan Ringinrejo. Kejadiannya Sabtu (30/7) sekitar pukul 19.30.

Siti Aminah, 30, penjual es jeruk persis di depan tempat kejadian perkara (TKP), mengatakan, awalnya Sugiatno mengikuti kegiatan baritan memperingati 1 Sura. Setelah selesai, dia menuju musala untuk azan Isya.

Sambil berdiri, pemilik bengkel motor ini mengumandang azan. Namun, lantunannya tiba-tiba terhenti di tengah. “Azan belum selesai tiba-tiba berhenti. Yang terdengar hanya suara mendengung dari mikrofon,” ungkap Siti.

Melihat hal ini jemaah di musala kaget. Tak terkecuali anak-anak yang berada di lokasi. Mereka pun memberitahu warga. Kejadian tersebut dilaporkan perangkat desa diteruskan ke Polsek Ringinrejo.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah di Kota Kediri Daring Lagi

Kapolsek Ringinrejo Iptu Joko Suparno mengatakan, Sugiatno jatuh tersungkur ke depan. Ia meninggal di musala. ”Hasil pemeriksaan puskesmas dan Inafis Polres Kediri menyatakan nadi korban sudah tidak berdenyut,” terangnya.

Musala tempat muazin meninggal saat azan (Khalqinus Taaddin/JPRK)

Dalam pemeriksaan, Sunarlin, 47, istri Sugiatno, mengaku suaminya punya riwayat sakit jantung. “Keterangan dari istrinya jam 14.00 siang sebelum kejadian korban mengeluh dadanya sesak dan sakit,” terang Joko.

Sugiatno disimpulkan murni meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Korban termasuk salah satu muazin yang sering mengumandangkan azan di sana. “Almarhum memang sering ke musala untuk azan,” kata Rio, 32, tetangga korban.

Selain itu, Sugiatno aktif mengikuti pengajian dan ziarah makam. Jarak antara rumah korban dengan TKP tidak jauh. Rumah duka dipenuhi kendaaran dan pelayat. “Malam kejadian itu, jalan ini sampai musola dipenuhi orang takziah,” imbuh Rio.

Baca Juga :  Satlantas Polres Kediri Terapkan Sanksi Pengguna Skutik Yang Melanggar

Tetangga korban yang terakhir beretemu pada Jumat siang itu tak menyangka terjadi musibah menimpa Sugitno. Namun, Rio mengakui, korban orang baik sering membantu tetangga. Sugiatno sering jalan santai atau joging pada pagi sebelum membuka bengkelnya. (c1/ndr)

- Advertisement -

RINGINREJO, JP Radar Kediri– Napas Sugiatno, 58, terputus saat mengumandangkan azan salat Isya di musala Al Falah, Dusun Muning, Desa Selodono, Kecamatan Ringinrejo. Kejadiannya Sabtu (30/7) sekitar pukul 19.30.

Siti Aminah, 30, penjual es jeruk persis di depan tempat kejadian perkara (TKP), mengatakan, awalnya Sugiatno mengikuti kegiatan baritan memperingati 1 Sura. Setelah selesai, dia menuju musala untuk azan Isya.

Sambil berdiri, pemilik bengkel motor ini mengumandang azan. Namun, lantunannya tiba-tiba terhenti di tengah. “Azan belum selesai tiba-tiba berhenti. Yang terdengar hanya suara mendengung dari mikrofon,” ungkap Siti.

Melihat hal ini jemaah di musala kaget. Tak terkecuali anak-anak yang berada di lokasi. Mereka pun memberitahu warga. Kejadian tersebut dilaporkan perangkat desa diteruskan ke Polsek Ringinrejo.

Baca Juga :  Tak Hati-Hati, Pengendara Sepeda Motor Tabrak ODGJ di Mojoroto

Kapolsek Ringinrejo Iptu Joko Suparno mengatakan, Sugiatno jatuh tersungkur ke depan. Ia meninggal di musala. ”Hasil pemeriksaan puskesmas dan Inafis Polres Kediri menyatakan nadi korban sudah tidak berdenyut,” terangnya.

Musala tempat muazin meninggal saat azan (Khalqinus Taaddin/JPRK)

Dalam pemeriksaan, Sunarlin, 47, istri Sugiatno, mengaku suaminya punya riwayat sakit jantung. “Keterangan dari istrinya jam 14.00 siang sebelum kejadian korban mengeluh dadanya sesak dan sakit,” terang Joko.

Sugiatno disimpulkan murni meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Korban termasuk salah satu muazin yang sering mengumandangkan azan di sana. “Almarhum memang sering ke musala untuk azan,” kata Rio, 32, tetangga korban.

Selain itu, Sugiatno aktif mengikuti pengajian dan ziarah makam. Jarak antara rumah korban dengan TKP tidak jauh. Rumah duka dipenuhi kendaaran dan pelayat. “Malam kejadian itu, jalan ini sampai musola dipenuhi orang takziah,” imbuh Rio.

Baca Juga :  Dalam Tiga Bulan DP2KBP3A Kediri Tangani 5 Kasus Perkosaan

Tetangga korban yang terakhir beretemu pada Jumat siang itu tak menyangka terjadi musibah menimpa Sugitno. Namun, Rio mengakui, korban orang baik sering membantu tetangga. Sugiatno sering jalan santai atau joging pada pagi sebelum membuka bengkelnya. (c1/ndr)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/