22.3 C
Kediri
Monday, August 8, 2022

Ribuan Siswa di Kediri Berebut 373 Pagu Zonasi

KEDIRI, JP Radar Kediri-Persaingan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMK jalur zonasi tak kalah sengit dari jalur prestasi. Ribuan pendaftar di sembilan sekolah harus adu jarak rumah untuk bisa memperebutkan total 373 pagu yang tersedia.

Rinciannya, di Kabupaten Kediri total ada kuota untuk 217 siswa di enam sekolah. Kuota terbanyak ada di SMKN 1 Plosoklaten sebanyak 83 bangku. Adapun di Kota Kediri yang total mendapat 157 pagu, paling banyak ada di SMKN 2 dengan 76 bangku. Di urutan kedua ada SMKN 1 yang mendapat pagu 63 bangku.

Untuk enam SMK lainnya di Kota dan Kabupaten Kediri, pagu mereka sangat minim. Semuanya di bawah 50 bangku. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur (Cabdispendik Jatim) Wilayah Kediri Ramli melalui Kasi SMA PK-PLK Chairul Effendi mengungkapkan, pagu yang minim di jalur zonasi karena kuotanya memang sedikit. “Kuota jalur zonasi hanya 10 persen,” katanya.

(Ilustrasi: Afrizal)

Di jalur ini, pendaftar bisa memilih tiga jurusan atau tiga sekolah di zona yang sama. Siswa juga bisa mendaftar tiga jurusan sama di beberapa sekolah yang berbeda.

Sayangnya, di hari pertama pendaftaran jalur zonasi kemarin, pria yang akrab disapa Effendi ini menyebut cabdispendik belum memiliki rekapitulasi daftar siswa yang masuk ke tiap jurusan di sekolah. Demikian juga siswa yang mendaftar jurusan sama di beberapa sekolah yang berbeda. “Kami tidak punya daftarnya, tapi memang (mendaftar jurusan sama di sekolah yang berbeda itu boleh,” paparnya.

Baca Juga :  Hukum Haram Wayang

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri kemarin, di hari pertama pendaftaran jalur zonasi kemarin, hampir semua pagu di SMK negeri sudah penuh. Di SMKN 1 misalnya, pendaftar sudah lebih dari 200 siswa. Berarti ada 137 siswa yang dipastikan akan terlempar. Jumlah siswa yang tidak diterima akan bertambah lebih banyak karena pendaftar bisa saja bertambah hari ini dan besok.

Terkait kriteria penerimaan siswa di jalur zonasi, Effendi menegaskan, panitia akan memilih siswa dengan jarak rumah terdekat dengan sekolah. “Otomatis yang rumahnya paling dekat dengan sekolah akan diterima,” bebernya.

Meski ada ribuan siswa yang belum bisa diakomodasi di jalur zonasi, Effendi meminta mereka tidak berkecil hati. Masih ada tiga jalur lagi yang bisa dimasuki. Yakni, jalur prestasi akademik yang kuotanya 65 persen. Daya tampung jalur ini paling banyak dibanding jalur-jalur lainnya.

Sementara itu, selain jalur zonasi SMK, PPDB jalur zonasi SMP dipastikan akan berlangsung ketat. Pasalnya, selain siswa dari lulusan SD di Kota Kediri, warga Kota Kediri yang merupakan lulusan luar kota juga ikut memperebutkan pagu.

Baca Juga :  Disdik Kota Kediri Tegaskan Kualitas Seragam Harus Bagus

Dengan demikian, pagu jalur zonasi sebanyak 50 persen di tiap sekolah tidak hanya diperebutkan oleh 4.970 siswa lulusan SD di Kota Kediri. Melainkan, banyak lulusan luar kota yang siap adu jarak rumah untuk bisa diterima di SMP negeri.

Hal tersebut terlihat dari pendataan yang dilakukan di Dinas Pendidikan Kota Kediri. Hingga kemarin total ada 53 siswa yang melakukan pendataan. “Jumlahnya masih bisa bertambah karena pendataan bisa dilakukan hingga 8 Juli nanti,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto.

Lebih jauh Siswanto menegaskan, warga Kota Kediri yang merupakan lulusan sekolah luar kota harus mengikuti pendataan ulang. Tujuannya agar data mereka bisa masuk data pokok pendidikan (Dapodik) Kota Kediri dan masuk di sistem PPDB.

Pendataan siswa menurut Siswanto juga relatif tidak ada masalah. Sebab, warga akan dibantu operator dalam input data. Petugas disdik menurutnya akan melayani warga yang datang untuk melakukan pendataan hingga Jumat (8/7) nanti.






Reporter: rekian
- Advertisement -

KEDIRI, JP Radar Kediri-Persaingan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMK jalur zonasi tak kalah sengit dari jalur prestasi. Ribuan pendaftar di sembilan sekolah harus adu jarak rumah untuk bisa memperebutkan total 373 pagu yang tersedia.

Rinciannya, di Kabupaten Kediri total ada kuota untuk 217 siswa di enam sekolah. Kuota terbanyak ada di SMKN 1 Plosoklaten sebanyak 83 bangku. Adapun di Kota Kediri yang total mendapat 157 pagu, paling banyak ada di SMKN 2 dengan 76 bangku. Di urutan kedua ada SMKN 1 yang mendapat pagu 63 bangku.

Untuk enam SMK lainnya di Kota dan Kabupaten Kediri, pagu mereka sangat minim. Semuanya di bawah 50 bangku. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur (Cabdispendik Jatim) Wilayah Kediri Ramli melalui Kasi SMA PK-PLK Chairul Effendi mengungkapkan, pagu yang minim di jalur zonasi karena kuotanya memang sedikit. “Kuota jalur zonasi hanya 10 persen,” katanya.

(Ilustrasi: Afrizal)

Di jalur ini, pendaftar bisa memilih tiga jurusan atau tiga sekolah di zona yang sama. Siswa juga bisa mendaftar tiga jurusan sama di beberapa sekolah yang berbeda.

Sayangnya, di hari pertama pendaftaran jalur zonasi kemarin, pria yang akrab disapa Effendi ini menyebut cabdispendik belum memiliki rekapitulasi daftar siswa yang masuk ke tiap jurusan di sekolah. Demikian juga siswa yang mendaftar jurusan sama di beberapa sekolah yang berbeda. “Kami tidak punya daftarnya, tapi memang (mendaftar jurusan sama di sekolah yang berbeda itu boleh,” paparnya.

Baca Juga :  Dua Tahun Tak Pulang karena Pandemi Covid-19

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri kemarin, di hari pertama pendaftaran jalur zonasi kemarin, hampir semua pagu di SMK negeri sudah penuh. Di SMKN 1 misalnya, pendaftar sudah lebih dari 200 siswa. Berarti ada 137 siswa yang dipastikan akan terlempar. Jumlah siswa yang tidak diterima akan bertambah lebih banyak karena pendaftar bisa saja bertambah hari ini dan besok.

Terkait kriteria penerimaan siswa di jalur zonasi, Effendi menegaskan, panitia akan memilih siswa dengan jarak rumah terdekat dengan sekolah. “Otomatis yang rumahnya paling dekat dengan sekolah akan diterima,” bebernya.

Meski ada ribuan siswa yang belum bisa diakomodasi di jalur zonasi, Effendi meminta mereka tidak berkecil hati. Masih ada tiga jalur lagi yang bisa dimasuki. Yakni, jalur prestasi akademik yang kuotanya 65 persen. Daya tampung jalur ini paling banyak dibanding jalur-jalur lainnya.

Sementara itu, selain jalur zonasi SMK, PPDB jalur zonasi SMP dipastikan akan berlangsung ketat. Pasalnya, selain siswa dari lulusan SD di Kota Kediri, warga Kota Kediri yang merupakan lulusan luar kota juga ikut memperebutkan pagu.

Baca Juga :  Punya Banyak Peluang, Macan Putih Tak Bisa Cetak Gol

Dengan demikian, pagu jalur zonasi sebanyak 50 persen di tiap sekolah tidak hanya diperebutkan oleh 4.970 siswa lulusan SD di Kota Kediri. Melainkan, banyak lulusan luar kota yang siap adu jarak rumah untuk bisa diterima di SMP negeri.

Hal tersebut terlihat dari pendataan yang dilakukan di Dinas Pendidikan Kota Kediri. Hingga kemarin total ada 53 siswa yang melakukan pendataan. “Jumlahnya masih bisa bertambah karena pendataan bisa dilakukan hingga 8 Juli nanti,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto.

Lebih jauh Siswanto menegaskan, warga Kota Kediri yang merupakan lulusan sekolah luar kota harus mengikuti pendataan ulang. Tujuannya agar data mereka bisa masuk data pokok pendidikan (Dapodik) Kota Kediri dan masuk di sistem PPDB.

Pendataan siswa menurut Siswanto juga relatif tidak ada masalah. Sebab, warga akan dibantu operator dalam input data. Petugas disdik menurutnya akan melayani warga yang datang untuk melakukan pendataan hingga Jumat (8/7) nanti.






Reporter: rekian

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Mulai Data Tanah Tol Agustus


Artikel Terbaru

/