29.8 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Sembilan Tahun Belum Punya Gedung 

GROGOL, JP Radar Kediri– Nasib gedung SMK Negeri 1 Grogol masih terkatung-katung. Meski sudah melulusankan enam angkatan, sekolah yang didirikan sejak 2013 itu belum punya gedung permanen untuk praktik belajar mengajar sendiri. Padahal, minat lulusan SMP/MTs masuk sekolah kejuruan ini terbilang tinggi.

Humas SMKN 1 Grogol Zainudin mengaku, tidak mengetahui persis perkembangan rencana pengadaan gedung sekolahnya sendiri. “Yang tahu kepala sekolah. Tapi beliau sekarang di SMKN Kras. Di sini beliau masih plt (pelaksana tugas),” katanya.

Hingga kini, Zainudin membenarkan, pembelajaran yang awalnya dilakukan di gedung SMP harus bergeser ke beberapa sekolah dasar (SD). “Kalau di SMP, saat jam masuk pukul 13.00 sering tabrakan dengan siswa yang baru pulang. Jadi ramai sekali,” ungkapnya.

Lokasi pembelajaran ini dibagi di beberapa SD. Jadi, guru yang mengajar selalu berpindah-pindah. Karena masuk sore, mereka pun harus belajar sampai sebelum Magrib. Aktivitas itu terpaksa dilakukan karena sekolah belum punya gedung sendiri.

Baca Juga :  Operasional Gereja Puhsarang Dibatasi, Pedagang Aksesori Mati Suri

Lantas bagaimana dengan bangunan di Desa Cerme, Kecamatan Grogol? Sejauh ini, Zainudin mengatakan, hanya dipakai untuk praktik. Sisanya adalah bangunan untuk ruang guru dan perpustakaan. Meski tidak punya gedung sendiri, peminatnya cukup besar.

“Yang daftar ribuan,” kata guru sejarah itu. Namun pagu sekolah hanya sepuluh rombel. Satu rombel diisi 36 siswa. Kuotanya hanya 360 siswa saja. Zainudin mengklaim, pendaftar SMKN 1 Grogol terbanyak kelima setelah SMKN 1 Ngasem, SMKN 1 Kota Kediri, SMKN 2 Kota Kediri, dan SMKN Plosoklaten.

Meski belajarnya berpindah-pindah, sekolah itu tetap bisa meluluskan siswa. Bahkan saat ini sudah punya enam angkatan dari enam jurusan. Yakni teknik kendaraan ringan otomotif; teknik dan bisnis sepeda motor; serta teknik komputer dan jaringan. Tiga jurusan lainnya, agribisnis pengolahan hasil pertanian; akuntansi dan keuangan lembaga dan tata busana.

Baca Juga :  Ribuan Siswa di Kediri Berebut 373 Pagu Zonasi

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Kediri meminta Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur (Cabdispendik Jatim) wilayah Kediri untuk menambah jurusan yang sesuai kebutuhan kerja di Kediri. Misalnya, pengembangan wisata, termasuk di dalamnya hotel. Keinginan itu mendapat respons baik dari cabdispendik dan meminta pemkab menyiapkan lahan untuk pembangunan infrastruktur.

Sayangnya, Kepala Cabdispendik Jatim Ramli belum memberi respons terkait pengembangan SMKN 1 Grogol. Padahal Kepala Desa Cerme Saiful Anam siap membantu bila kelak sekolah membutuhkan tambahan lahan untuk pembangunan sekolah. “Harapan saya, ekonomi di desa ini juga bisa tumbuh dengan adanya SMKN 1 Grogol,” terangnya.

 

 






Reporter: rekian
- Advertisement -

GROGOL, JP Radar Kediri– Nasib gedung SMK Negeri 1 Grogol masih terkatung-katung. Meski sudah melulusankan enam angkatan, sekolah yang didirikan sejak 2013 itu belum punya gedung permanen untuk praktik belajar mengajar sendiri. Padahal, minat lulusan SMP/MTs masuk sekolah kejuruan ini terbilang tinggi.

Humas SMKN 1 Grogol Zainudin mengaku, tidak mengetahui persis perkembangan rencana pengadaan gedung sekolahnya sendiri. “Yang tahu kepala sekolah. Tapi beliau sekarang di SMKN Kras. Di sini beliau masih plt (pelaksana tugas),” katanya.

Hingga kini, Zainudin membenarkan, pembelajaran yang awalnya dilakukan di gedung SMP harus bergeser ke beberapa sekolah dasar (SD). “Kalau di SMP, saat jam masuk pukul 13.00 sering tabrakan dengan siswa yang baru pulang. Jadi ramai sekali,” ungkapnya.

Lokasi pembelajaran ini dibagi di beberapa SD. Jadi, guru yang mengajar selalu berpindah-pindah. Karena masuk sore, mereka pun harus belajar sampai sebelum Magrib. Aktivitas itu terpaksa dilakukan karena sekolah belum punya gedung sendiri.

Baca Juga :  Masa Transisi Musim, di Kota Kediri Kerap Hujan Sporadis

Lantas bagaimana dengan bangunan di Desa Cerme, Kecamatan Grogol? Sejauh ini, Zainudin mengatakan, hanya dipakai untuk praktik. Sisanya adalah bangunan untuk ruang guru dan perpustakaan. Meski tidak punya gedung sendiri, peminatnya cukup besar.

“Yang daftar ribuan,” kata guru sejarah itu. Namun pagu sekolah hanya sepuluh rombel. Satu rombel diisi 36 siswa. Kuotanya hanya 360 siswa saja. Zainudin mengklaim, pendaftar SMKN 1 Grogol terbanyak kelima setelah SMKN 1 Ngasem, SMKN 1 Kota Kediri, SMKN 2 Kota Kediri, dan SMKN Plosoklaten.

Meski belajarnya berpindah-pindah, sekolah itu tetap bisa meluluskan siswa. Bahkan saat ini sudah punya enam angkatan dari enam jurusan. Yakni teknik kendaraan ringan otomotif; teknik dan bisnis sepeda motor; serta teknik komputer dan jaringan. Tiga jurusan lainnya, agribisnis pengolahan hasil pertanian; akuntansi dan keuangan lembaga dan tata busana.

Baca Juga :  Disdik Kota Kediri Tegaskan Kualitas Seragam Harus Bagus

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Kediri meminta Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur (Cabdispendik Jatim) wilayah Kediri untuk menambah jurusan yang sesuai kebutuhan kerja di Kediri. Misalnya, pengembangan wisata, termasuk di dalamnya hotel. Keinginan itu mendapat respons baik dari cabdispendik dan meminta pemkab menyiapkan lahan untuk pembangunan infrastruktur.

Sayangnya, Kepala Cabdispendik Jatim Ramli belum memberi respons terkait pengembangan SMKN 1 Grogol. Padahal Kepala Desa Cerme Saiful Anam siap membantu bila kelak sekolah membutuhkan tambahan lahan untuk pembangunan sekolah. “Harapan saya, ekonomi di desa ini juga bisa tumbuh dengan adanya SMKN 1 Grogol,” terangnya.

 

 






Reporter: rekian

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/