30.2 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022

Rumah Jauh, Sekolah Negeri Melayang

Warga Ngancar Khawatirkan Tak Masuk Jalur Zonasi SMA Negeri

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Belum meratanya sekolah menengah atas (SMA) negeri di wilayah Kabupaten Kediri akhir berdampak juga pada pendidikan murid. Banyak murid tidak bisa melanjutkan di sekolah yang mereka cita-citakan. Setidaknya hal itu tergambar dari kekhawatiran sejumlah wali murid di Kecamatan Ngancar.

Salah satunya Windoko, 49. Wali murid asal Desa Jagul ini mengeluhkan sistem zonasi yang ada. “Bisa-bisa sulit diterima di negeri,” ujarnya.

Menurutnya, dengan fakta di Kecamatan Ngancar tidak ada SMA negeri, maka sekolah negeri terdekat yang bisa dijangkau anaknya adalah SMAN 1 Wates. Padahal selain berada di luar kecamatan tempat domisilinya, jarak rumahnya dan sekolah tersebut cukup jauh. “Lima kilometer lebih,” sebutnya.

Baca Juga :  Disdik Kota Kediri Tegaskan Kualitas Seragam Harus Bagus

Dengan kondisi itu, dirinya merasa anaknya akan kesulitan masuk ke sekolah yang dituju. Apalagi tak hanya dari warga sepertinya yang tinggal di Ngancar, tentu banyak murid lain dari Kecamatan Wates sendiri yang berniat sekolah di sana.

Termasuk melihat hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun lalu dimana jarak terjauh yang diterima di sekolah itu berada di radius 3 kilometer. “Pasti akan sulit,” bebernya.

Sayang terkait hal ini, Kasi SMA PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur (Cabdispendik Jatim) Chairul Effendi belum memberikan tanggapan. Pesan singkat yang dikirim via WhatsApp belum dibalas.

Di Kabupaten Kediri sendiri, memang ada sejumlah kecamatan yang belum memiliki SMA sendiri. Seperti di Kecamatan Kunjang, Badas, Pagu, dan Kayenkidul. Juga di Kecamatan Gampengrejo, Ngancar, Banyakan, dan Ringinrejo..

Baca Juga :  Tutup Tadi Malam, Tak Ada Verifikasi Jalur Zonasi SMK

Sementara itu, Camat Ngancar Elok Etika memahami kesulitan warganya masuk sekolah negeri dengan jalur zonasi. Namun dia menyebut, tahun depan sudah ada rencana dari Bupati Hanindhito Himawan Pramana untuk membangun sekolah negeri tingkat menengah atas di Kecamatan Ngancar. “Untuk sekarang, jika tidak bisa di sekolah negeri, bisa sekolah di swasta,” ucapnya.






Reporter: rekian
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Belum meratanya sekolah menengah atas (SMA) negeri di wilayah Kabupaten Kediri akhir berdampak juga pada pendidikan murid. Banyak murid tidak bisa melanjutkan di sekolah yang mereka cita-citakan. Setidaknya hal itu tergambar dari kekhawatiran sejumlah wali murid di Kecamatan Ngancar.

Salah satunya Windoko, 49. Wali murid asal Desa Jagul ini mengeluhkan sistem zonasi yang ada. “Bisa-bisa sulit diterima di negeri,” ujarnya.

Menurutnya, dengan fakta di Kecamatan Ngancar tidak ada SMA negeri, maka sekolah negeri terdekat yang bisa dijangkau anaknya adalah SMAN 1 Wates. Padahal selain berada di luar kecamatan tempat domisilinya, jarak rumahnya dan sekolah tersebut cukup jauh. “Lima kilometer lebih,” sebutnya.

Baca Juga :  MAN 2 Kota Kediri Sukses Jadi Tuan Rumah PIR Regional Kediri Raya

Dengan kondisi itu, dirinya merasa anaknya akan kesulitan masuk ke sekolah yang dituju. Apalagi tak hanya dari warga sepertinya yang tinggal di Ngancar, tentu banyak murid lain dari Kecamatan Wates sendiri yang berniat sekolah di sana.

Termasuk melihat hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun lalu dimana jarak terjauh yang diterima di sekolah itu berada di radius 3 kilometer. “Pasti akan sulit,” bebernya.

Sayang terkait hal ini, Kasi SMA PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur (Cabdispendik Jatim) Chairul Effendi belum memberikan tanggapan. Pesan singkat yang dikirim via WhatsApp belum dibalas.

Di Kabupaten Kediri sendiri, memang ada sejumlah kecamatan yang belum memiliki SMA sendiri. Seperti di Kecamatan Kunjang, Badas, Pagu, dan Kayenkidul. Juga di Kecamatan Gampengrejo, Ngancar, Banyakan, dan Ringinrejo..

Baca Juga :  KB Kookmin Bank Jadi Pemilik Baru Bank Bukopin

Sementara itu, Camat Ngancar Elok Etika memahami kesulitan warganya masuk sekolah negeri dengan jalur zonasi. Namun dia menyebut, tahun depan sudah ada rencana dari Bupati Hanindhito Himawan Pramana untuk membangun sekolah negeri tingkat menengah atas di Kecamatan Ngancar. “Untuk sekarang, jika tidak bisa di sekolah negeri, bisa sekolah di swasta,” ucapnya.






Reporter: rekian

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/