30.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Kejaksaan Full Team, Terdakwa tanpa Suporter

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Nganjuk tidak mau main-main dalam sidang kasus dugaan korupsi pengisian perangkat desa di Kabupaten Nganjuk dengan terdakwa Novi Rahman Hidhayat dkk. Kemarin, kejaksaan mengerahkan semua jaksa terbaiknya untuk bersidang. Bahkan, Kepala Kejari Nganjuk Nophy Tennophero Suoth turun langsung menjadi JPU untuk Novi. “Kami full team untuk kasus ini,” ujar Nophy usai sidang Novi.

Dikatakan kekuatan penuh lantaran pihaknya memboyong seluruh kasi di Kejari Nganjuk untuk menjadi JPU. Yaitu, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Andie Wicaksono, Kasi Intel Dicky Andi Firmansyah, dan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Boma Wira Gumilar. Selain itu, jaksa Dedi Irawan dan Sri Susilo. “Perkara ini banyak menjadi perhatian. Saya putuskan untuk turun langsung,” tandasnya.

Baca Juga :  Ekskavasi Gading Purba Berusia Ratusan Ribu Tahun di Nganjuk

Rencananya, kekuatan penuh kejaksaan tidak hanya akan dilakukan pada persidangan perdana saja. Namun ke depannya Kejari Nganjuk juga akan mengerahkan kekuatan penuhnya untuk menangani kasus ini. Terlebih kasus ini memang sejak awal jadi perhatian masyarakat.

Jika kejaksaan mengerahkan pasukannya, tidak demikian dengan Novi dan enam terdakwa lainnya. Kemarin, tidak ada keluarga dan kolega yang mendampingi Novi dkk. Di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya juga tidak ada yang datang. Kursi untuk pengunjung banyak yang kosong. “Tidak ada keluarga yang datang. Hanya kami penasihat hukumnya saja,” ungkap Tis’at Afriyandi, penasihat hukum Novi.

Meski demikian, pria 34 tahun tersebut mengaku bahwa kondisi tersebut tidak akan mengganggu kliennya untuk membuktikan jika Novi dkk tidak bersalah. Karena secara fisik dan mental, Novi dkk tidak terganggu tanpa kehadiran suporter. “Kondisi kesehatan Pak Novi bagus. Siap mental dan fisik,” ujarnya.

Baca Juga :  Bakar Sampah, Nyaris Diamuk Massa

Sementara itu, sidang Novi dkk kemarin dilaksanakan secara maraton. Setelah Novi, sidang dilanjutkan dengan enam anak buahnya secara bergantian. Yaitu, Camat Pace Dupriono, Camat Tanjunganom Edie Srianto, Camat Berbek Harianto, Camat Loceret Bambang Subagio, ajudan bupati yaitu M. Izza Muhtadin, dan mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo. Agenda sidang sama dengan Novi, yaitu pembacaan dakwaan dari JPU. Rata-rata pembacaan dakwaan untuk satu terdakwa sekitar 45 menit. Tim JPU membacakan dakwaan secara bergantian. Sidang lanjutan Novi dkk akan dilaksanakan minggu depan dengan agenda eksepsi.

- Advertisement -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Nganjuk tidak mau main-main dalam sidang kasus dugaan korupsi pengisian perangkat desa di Kabupaten Nganjuk dengan terdakwa Novi Rahman Hidhayat dkk. Kemarin, kejaksaan mengerahkan semua jaksa terbaiknya untuk bersidang. Bahkan, Kepala Kejari Nganjuk Nophy Tennophero Suoth turun langsung menjadi JPU untuk Novi. “Kami full team untuk kasus ini,” ujar Nophy usai sidang Novi.

Dikatakan kekuatan penuh lantaran pihaknya memboyong seluruh kasi di Kejari Nganjuk untuk menjadi JPU. Yaitu, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Andie Wicaksono, Kasi Intel Dicky Andi Firmansyah, dan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Boma Wira Gumilar. Selain itu, jaksa Dedi Irawan dan Sri Susilo. “Perkara ini banyak menjadi perhatian. Saya putuskan untuk turun langsung,” tandasnya.

Baca Juga :  Sekolah Daring, Siswa Tertangkap Mesum di Gedung Juang Nganjuk

Rencananya, kekuatan penuh kejaksaan tidak hanya akan dilakukan pada persidangan perdana saja. Namun ke depannya Kejari Nganjuk juga akan mengerahkan kekuatan penuhnya untuk menangani kasus ini. Terlebih kasus ini memang sejak awal jadi perhatian masyarakat.

Jika kejaksaan mengerahkan pasukannya, tidak demikian dengan Novi dan enam terdakwa lainnya. Kemarin, tidak ada keluarga dan kolega yang mendampingi Novi dkk. Di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya juga tidak ada yang datang. Kursi untuk pengunjung banyak yang kosong. “Tidak ada keluarga yang datang. Hanya kami penasihat hukumnya saja,” ungkap Tis’at Afriyandi, penasihat hukum Novi.

Meski demikian, pria 34 tahun tersebut mengaku bahwa kondisi tersebut tidak akan mengganggu kliennya untuk membuktikan jika Novi dkk tidak bersalah. Karena secara fisik dan mental, Novi dkk tidak terganggu tanpa kehadiran suporter. “Kondisi kesehatan Pak Novi bagus. Siap mental dan fisik,” ujarnya.

Baca Juga :  12 Perantau Diisolasi di Rejoso

Sementara itu, sidang Novi dkk kemarin dilaksanakan secara maraton. Setelah Novi, sidang dilanjutkan dengan enam anak buahnya secara bergantian. Yaitu, Camat Pace Dupriono, Camat Tanjunganom Edie Srianto, Camat Berbek Harianto, Camat Loceret Bambang Subagio, ajudan bupati yaitu M. Izza Muhtadin, dan mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo. Agenda sidang sama dengan Novi, yaitu pembacaan dakwaan dari JPU. Rata-rata pembacaan dakwaan untuk satu terdakwa sekitar 45 menit. Tim JPU membacakan dakwaan secara bergantian. Sidang lanjutan Novi dkk akan dilaksanakan minggu depan dengan agenda eksepsi.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/