24.2 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Tiga Bersaudara Tewas Kecelakaan, Gelar Perkara Ditunda

 KEDIRI KABUPATEN – Unit Laka Satlantas Polres menunda gelar perkara kasus kecelakaan yang menewaskan tiga bersaudara di Ngasem pada Kamis (26/7) lalu. Rencananya, gelar perkara akan digelar kemarin (30/7) namun ditunda karena ada urusan internal di unit Laka Satlantas Polres Kediri.

          “Tadi (kemarin, Red) kami ada analisa dan evaluasi (anev) bulanan,” terang Ipda Kevin Ibrahim, kanitlaka Satlantas Polres Kediri.

Anev sendiri adalah sebuah kegiatan yang ditujukan guna mengevaluasi hasil kegiatan yang telah dilaksankan. Selanjutnya, akan dijadikan acuan untuk melakukan peningkatan kinerja ke depannya.

          Namun, Kevin menegaskan pihaknya tidak akan menunda lama untuk melakukan gelar perkara. Gelar perkara sendiri sangat krusial untuk menentukan pihak mana yang benar maupun salah. “Ditunda besok (hari ini, Red), mas,” ujarnya.

          Berdasarkan data yang dihimpun tim Jawa Pos Radar Kediri, gelar perkara berformat seperti layaknya diskusi panel. Antara anggota unit laka satlantas. Pesertanya pun dari internal kepolisian.

Baca Juga :  Jadi ODR, Lansia Rawan Terinfeksi

          Sedangkan salah satu tujuan gelar perkara awal adalah untuk berdiskusi tentang hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Karena itu, dalam gelar perkara tersebut masing-masing anggota akan memberikan pandangan dan dasar hukumnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pihak unit Laka Satlantas Polres Kediri masih akan mengumpulkan bahan keterangan untuk gelar perkara. “Salah satu bahannya adalah saksi kunci dan hasil olah TKP secara lebih detail,” terang Aiptu Gigih Prajongko, anggota unit laka Satlantas Polres Kediri saat ditemui tim Jawa Pos Radar Kediri pada Minggu (29/7) lalu.

Seperti diketahui, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 19.30 itu melibatkan sepeda motor Yamaha Mio GT nopol AG 5010 BV, pikap Mitsubishi AE 8468 FE dan Suzuki Aerio AG 945 AJ. Ketiga korban, Wildan Arganta Bagas, 18, dan kedua adiknya, Rifat Abiyu Widiyatmoko, 12, dan Althof Bakhtiar Wiriyatmojo, 8, naik sepeda motor dari rumah kakeknya di Desa Doko, Kecamatan Ngasem.

Baca Juga :  Kasus Narkoba di Kediri: Beli Etizolam Online dari India

Mereka hendak pulang ke Bendo, Pagu. Namun, sampai di Jalan Pamenang motor yang dinaiki mereka terlibat kecelakaan segitiga. Itu setelah kendaraannya menyenggol pikap, sebelum akhirnya tertabrak mobil Suzuki Aerio.

Wildan meninggal di TKP. Sedangkan Rifat dan Althof meninggal di RS Bhayangkara Kediri. Sementara, pengemudi pikap Tatak Bedi, 39, warga Kelurahan Sukohari, Kecamatan Kertoharjo, Kota Madiun tidak mengalami luka. Pengemudi Suzuki Aerio, M. Reza Mauliansah, 31, warga Tulungrejo, Pare juga tak terluka.

Hingga kini, kedua pengemudi Mitsubishi pikap putih dan Suzuki Aerio coklat ini masih diamankan di Mapolres Kediri. Status keduanya pun masih sebatas sebagai saksi saja.

- Advertisement -

 KEDIRI KABUPATEN – Unit Laka Satlantas Polres menunda gelar perkara kasus kecelakaan yang menewaskan tiga bersaudara di Ngasem pada Kamis (26/7) lalu. Rencananya, gelar perkara akan digelar kemarin (30/7) namun ditunda karena ada urusan internal di unit Laka Satlantas Polres Kediri.

          “Tadi (kemarin, Red) kami ada analisa dan evaluasi (anev) bulanan,” terang Ipda Kevin Ibrahim, kanitlaka Satlantas Polres Kediri.

Anev sendiri adalah sebuah kegiatan yang ditujukan guna mengevaluasi hasil kegiatan yang telah dilaksankan. Selanjutnya, akan dijadikan acuan untuk melakukan peningkatan kinerja ke depannya.

          Namun, Kevin menegaskan pihaknya tidak akan menunda lama untuk melakukan gelar perkara. Gelar perkara sendiri sangat krusial untuk menentukan pihak mana yang benar maupun salah. “Ditunda besok (hari ini, Red), mas,” ujarnya.

          Berdasarkan data yang dihimpun tim Jawa Pos Radar Kediri, gelar perkara berformat seperti layaknya diskusi panel. Antara anggota unit laka satlantas. Pesertanya pun dari internal kepolisian.

Baca Juga :  Pejudi Balap Liar Terancam 10 Tahun Penjara

          Sedangkan salah satu tujuan gelar perkara awal adalah untuk berdiskusi tentang hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Karena itu, dalam gelar perkara tersebut masing-masing anggota akan memberikan pandangan dan dasar hukumnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pihak unit Laka Satlantas Polres Kediri masih akan mengumpulkan bahan keterangan untuk gelar perkara. “Salah satu bahannya adalah saksi kunci dan hasil olah TKP secara lebih detail,” terang Aiptu Gigih Prajongko, anggota unit laka Satlantas Polres Kediri saat ditemui tim Jawa Pos Radar Kediri pada Minggu (29/7) lalu.

Seperti diketahui, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 19.30 itu melibatkan sepeda motor Yamaha Mio GT nopol AG 5010 BV, pikap Mitsubishi AE 8468 FE dan Suzuki Aerio AG 945 AJ. Ketiga korban, Wildan Arganta Bagas, 18, dan kedua adiknya, Rifat Abiyu Widiyatmoko, 12, dan Althof Bakhtiar Wiriyatmojo, 8, naik sepeda motor dari rumah kakeknya di Desa Doko, Kecamatan Ngasem.

Baca Juga :  Jangan Pakai Perhiasan Mencolok di Pusat Perbelanjaan

Mereka hendak pulang ke Bendo, Pagu. Namun, sampai di Jalan Pamenang motor yang dinaiki mereka terlibat kecelakaan segitiga. Itu setelah kendaraannya menyenggol pikap, sebelum akhirnya tertabrak mobil Suzuki Aerio.

Wildan meninggal di TKP. Sedangkan Rifat dan Althof meninggal di RS Bhayangkara Kediri. Sementara, pengemudi pikap Tatak Bedi, 39, warga Kelurahan Sukohari, Kecamatan Kertoharjo, Kota Madiun tidak mengalami luka. Pengemudi Suzuki Aerio, M. Reza Mauliansah, 31, warga Tulungrejo, Pare juga tak terluka.

Hingga kini, kedua pengemudi Mitsubishi pikap putih dan Suzuki Aerio coklat ini masih diamankan di Mapolres Kediri. Status keduanya pun masih sebatas sebagai saksi saja.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/