27.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Emosi Melonjak, Taring Celeng Bertindak

Akeh sing omong, handphone bisa bikin mata blawur alias penglihatan berkurang.  Kenapa? Karena sing nduwe HP terlalu berlebihan dalam menggunakan. Akhirnya mata jadi lelah.

Lha, kalau HP itu ternyata lama tak digunakan karena digadaikan? Tetap saja bisa membuat mata blawur. Tapi, yang mengalami itu bukan pemilik. Tapi justru si penerima gadai? Lho, kok isa?

Tentu saja bisa. Persis seperti kasus yang melibatkan Sudrun dan Paijo ini. Awalnya, Sudrun yang beralamat di Kecamatan Puncu ini sedang BU alias butuh uang. Noleh kiwa tengen sudah tak ada yang bisa dimintai utangan. Akhirnya, dia pun bertemu Paijo,yang masih tetangganya.

“Aku butuh duwit, utangono ge,” rayu Sudrun.

“Utang ya utang, jaminane apa disik?” jawab Paijo seketika.

Mata Sudrun jelalatan. Menuju pada seonggok HP yang ada di genggamannya. Sontak, dia serahkan alat komunikasi itu ke arah Paijo. Yang ganti mengulurkan beberapa lembar uang kertas berwarna merah.

Baca Juga :  Hujan Ringan, Talut Longsor

Hari berganti hari, minggu pun menjadi bulan. Akhirnya, setelah punya uang, Sudrun menebus barang yang telah digadaikan ke Paijo. Seperti saat transaksi gadai, saat penebusan pun berangsung lancar.

Eit, tunggu dulu. Itu baru awal. Ternyata, setelah Sudrun meng-on-kan HP-nya itu, wajahnya berubah masam. Banyak data yang tak karuan. Hilang lenyap tak berbekas. Langsung saja Sudrun nggoleki Paijo.

Akhirnya, ketemu juga sosok yang dicari. Ketika bertemu di perempatan, dia langsung menanyakan soal data yang hilang. Sayang, jawaban yang dia terima tak mengenakkan. Sontak, emosinya memuncak. Dia langsung melayangkan pukulan ke arah Paijo yang tak sempat mengelak.

Tragisnya, Sudrun tak memukul dengan tangan kosong. Dia menggenggam taring babi hutan alias celeng di tangannya. Kelopak mata kiri Paijo pun robek dan berdarah.

Baca Juga :  Bus Seruduk Truk di Tol, Tujuh Penumpang Terluka

Paijo yang merasa kesakitan berusaha melarikan diri. Dengan tertatih-tatih karena pandangannya blawur, dia menuju kantor polisi yang tak terlalu jauh dari lokasi.

Polisi pun bertindak. Paijo yang jadi korban dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Kemudian, pak polisi menangkap Sudrun si pelaku. Dengan pasrah akhirnya si pemuda ini mengikuti polisi ke tahanan.

Usut punya usut, bukan hanya soal data di HP yang hilang saja yang membuat Sudrun emosi. Ternyata, Paijo dianggap menceritakan yang tidak-tidak perihal dirinya kepada teman-temannya.

“Lha masak aku dikandake wong ruwet nang kanca-kancaku,” aku Sudrun di hadapan pak polisi.

Ealah Drun…Sudrun, emosi sih boleh saja. Tapi lek langsung mara tangan ya akhirnya polisi yang bertindak. Dadine, ya mlebu penjara, peh! (ara/fud)

- Advertisement -

Akeh sing omong, handphone bisa bikin mata blawur alias penglihatan berkurang.  Kenapa? Karena sing nduwe HP terlalu berlebihan dalam menggunakan. Akhirnya mata jadi lelah.

Lha, kalau HP itu ternyata lama tak digunakan karena digadaikan? Tetap saja bisa membuat mata blawur. Tapi, yang mengalami itu bukan pemilik. Tapi justru si penerima gadai? Lho, kok isa?

Tentu saja bisa. Persis seperti kasus yang melibatkan Sudrun dan Paijo ini. Awalnya, Sudrun yang beralamat di Kecamatan Puncu ini sedang BU alias butuh uang. Noleh kiwa tengen sudah tak ada yang bisa dimintai utangan. Akhirnya, dia pun bertemu Paijo,yang masih tetangganya.

“Aku butuh duwit, utangono ge,” rayu Sudrun.

“Utang ya utang, jaminane apa disik?” jawab Paijo seketika.

Mata Sudrun jelalatan. Menuju pada seonggok HP yang ada di genggamannya. Sontak, dia serahkan alat komunikasi itu ke arah Paijo. Yang ganti mengulurkan beberapa lembar uang kertas berwarna merah.

Baca Juga :  Polsek Gurah Tangkap Pembuat Mercon

Hari berganti hari, minggu pun menjadi bulan. Akhirnya, setelah punya uang, Sudrun menebus barang yang telah digadaikan ke Paijo. Seperti saat transaksi gadai, saat penebusan pun berangsung lancar.

Eit, tunggu dulu. Itu baru awal. Ternyata, setelah Sudrun meng-on-kan HP-nya itu, wajahnya berubah masam. Banyak data yang tak karuan. Hilang lenyap tak berbekas. Langsung saja Sudrun nggoleki Paijo.

Akhirnya, ketemu juga sosok yang dicari. Ketika bertemu di perempatan, dia langsung menanyakan soal data yang hilang. Sayang, jawaban yang dia terima tak mengenakkan. Sontak, emosinya memuncak. Dia langsung melayangkan pukulan ke arah Paijo yang tak sempat mengelak.

Tragisnya, Sudrun tak memukul dengan tangan kosong. Dia menggenggam taring babi hutan alias celeng di tangannya. Kelopak mata kiri Paijo pun robek dan berdarah.

Baca Juga :  Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Gurah Kediri

Paijo yang merasa kesakitan berusaha melarikan diri. Dengan tertatih-tatih karena pandangannya blawur, dia menuju kantor polisi yang tak terlalu jauh dari lokasi.

Polisi pun bertindak. Paijo yang jadi korban dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Kemudian, pak polisi menangkap Sudrun si pelaku. Dengan pasrah akhirnya si pemuda ini mengikuti polisi ke tahanan.

Usut punya usut, bukan hanya soal data di HP yang hilang saja yang membuat Sudrun emosi. Ternyata, Paijo dianggap menceritakan yang tidak-tidak perihal dirinya kepada teman-temannya.

“Lha masak aku dikandake wong ruwet nang kanca-kancaku,” aku Sudrun di hadapan pak polisi.

Ealah Drun…Sudrun, emosi sih boleh saja. Tapi lek langsung mara tangan ya akhirnya polisi yang bertindak. Dadine, ya mlebu penjara, peh! (ara/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/