24 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Bawa Celurit saat Tawuran, Seorang Siswa SMK Ditahan Polsek Kertosono

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tawuran pelajar terjadi di Kecamatan Kertosono. Dua sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kertosono bentrok.

Menurut Kasubbag Humas Iptu Supriyanto, tawuran pelajar terjadi pada Kamis (27/1) sekitar pukul 09.45 WIB. Saat itu, puluhan siswa SMK dengan mengendarai sepeda motor menyerang siswa SMK swasta di Kertosono di sekolahannya. “Mereka melempari batu siswa SMK swasta,” ujarnya.

Tidak terima dilempari batu, siswa SMK swasta membalas. Mereka melempari puluhan siswa tersebut dengan batu. Tiba-tiba, DD, salah satu siswa SMK swasta mengambil celurit di tas yang disembunyikan di tempat parkir. Dengan membawa celurit, DD menyerang puluhan siswa tersebut. Mengetahui DD membawa celurit, puluhan siswa SMK ketakutan. Mereka menggeber gas sepeda motor dan melarikan diri. Namun, DD tidak terima. Dia tetap mengejar puluhan siswa SMK dengan mengacungkan celuritnya.

Baca Juga :  Lagi-Lagi Pesta Miras di GOR Jayabaya

Beruntung, DD berhasil ditangkap warga. Sehingga, tidak ada yang terluka karena disabet celurit. Hanya ada beberapa pelajar yang terluka karena terkena lemparan batu. Sayang, berapa jumlahnya tidak diketahui sebab tidak ada yang melapor. “DD tidak melawan saat ditangkap warga,” ujar Supriyanto.

Setelah tertangkap, warga menyerahkan DD ke Polsek Kertosono. “Tersangka kami amankan beserta barang bukti (BB) celurit,” ujar Supriyanto.

Atas perbuatannya, DD akan dijerat dengan Undang-Undang Darurat No 12/1951 tentang Senjata Tajam. Ancaman hukumannya sepuluh tahun penjara.

Terkait motif tawuran, Kasubbag Humas Polres Nganjuk asal Bojonegoro ini mengaku belum mengetahui. Karena saat ini, kasus ini masih dalam penyelidikan. Meski demikian, polisi mengimbau agar siswa SMK bisa menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi. “Tugas utama pelajar adalah belajar,” tandasnya.

Baca Juga :  Warga Harus Bergantian di Jembatan Kutorejo
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tawuran pelajar terjadi di Kecamatan Kertosono. Dua sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kertosono bentrok.

Menurut Kasubbag Humas Iptu Supriyanto, tawuran pelajar terjadi pada Kamis (27/1) sekitar pukul 09.45 WIB. Saat itu, puluhan siswa SMK dengan mengendarai sepeda motor menyerang siswa SMK swasta di Kertosono di sekolahannya. “Mereka melempari batu siswa SMK swasta,” ujarnya.

Tidak terima dilempari batu, siswa SMK swasta membalas. Mereka melempari puluhan siswa tersebut dengan batu. Tiba-tiba, DD, salah satu siswa SMK swasta mengambil celurit di tas yang disembunyikan di tempat parkir. Dengan membawa celurit, DD menyerang puluhan siswa tersebut. Mengetahui DD membawa celurit, puluhan siswa SMK ketakutan. Mereka menggeber gas sepeda motor dan melarikan diri. Namun, DD tidak terima. Dia tetap mengejar puluhan siswa SMK dengan mengacungkan celuritnya.

Baca Juga :  Rekanan Proyek Tuntaskan Pengaspalan Landasan Terminal

Beruntung, DD berhasil ditangkap warga. Sehingga, tidak ada yang terluka karena disabet celurit. Hanya ada beberapa pelajar yang terluka karena terkena lemparan batu. Sayang, berapa jumlahnya tidak diketahui sebab tidak ada yang melapor. “DD tidak melawan saat ditangkap warga,” ujar Supriyanto.

Setelah tertangkap, warga menyerahkan DD ke Polsek Kertosono. “Tersangka kami amankan beserta barang bukti (BB) celurit,” ujar Supriyanto.

Atas perbuatannya, DD akan dijerat dengan Undang-Undang Darurat No 12/1951 tentang Senjata Tajam. Ancaman hukumannya sepuluh tahun penjara.

Terkait motif tawuran, Kasubbag Humas Polres Nganjuk asal Bojonegoro ini mengaku belum mengetahui. Karena saat ini, kasus ini masih dalam penyelidikan. Meski demikian, polisi mengimbau agar siswa SMK bisa menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi. “Tugas utama pelajar adalah belajar,” tandasnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan dengan Tempat Representatif

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/