23.6 C
Kediri
Tuesday, August 16, 2022

Kecelakaan di Depan Pasar Pagu, Warga Pare dan Jambu Tewas

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Warga yang sering ke Pasar Pagu tidak akan lagi melihat Nawidjo mengayuh sepeda onthel-nya. Memarkirnya di tepi jalan kemudian menyeberang ke pasar untuk berbelanja. Sebab, lelaki tua yang beralamat di Kelurahan Pare, Kecamatan Pare itu tewas tertabrak motor kemarin pagi. Tepat ketika dia menyeberang jalan hendak menuju pasar tersebut.

Ironisnya, sang penabrak pun juga menyusul tewas. Namun, meninggalnya Zulfan, warga Desa Jambu, Kecamatan Kayenkidul itu berlangsung di RS Aura Syifa, tempatnya dirawat setelah menabrak Nawidjo.

Meskipun rumahnya di Pare, Nawidjo masih sering ke Pasar Pagu. Terutama di pasaran kliwon dalam penanggalan Jawa. Setiap kliwon inilah kakek Nawidjo selalu membeli kebutuhannya.

“Biasanya sepedanya diparkir di barat jalan,” tunjuk seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya. 

Kecelakaan kemarin terjadi usai sang kakek menempatkan sepedanya di barat jalan seperti biasa. Kemudian dia menyeberang jalan menuju pasar. Sayang, saat itulah datang Zulfan Irfani, 18, yang mengendarai Honda Tiger AG 2756 EBQ. Pemuda yang membonceng sang ayah itu datang dari arah Plemahan. Karena jaraknya yang sudah dekat dan laju motor sangat kencang, kecelakaan tak dapat dihindari.

Baca Juga :  Brak! Strada Terguling di Gurah, 2 Warga Pare Tewas, 4 Terluka
- Advertisement -

“Ya, itu jaraknya sudah dekat. Naiknya kencang maka terjadilah tabrakan,” terang Kapolsek Pagu AKP Hariyanto.

Sementara itu, duka menyelimuti kediaman Zulfan di Desa Jambu. Puluhan warga mengantarkan jenazah Zulfan ke peraduan terakhirnya, sekitar pukul 10.00. Para pelayat juga terlihat memenuhi rumah duka.

“Maafkan segala kesalahan anak saya,” ucap Nurul, ibunda Zulfan.

Dengan mata basah dan berkaca-kaca, Nurul mengatakan tahu kecelakaan yang menimpa anaknya dari sang suami, Alfian. Kebetulan, meski ikut terlibat dalam kecelakaan itu Alfian hanya mengalami luka-luka.

Saat itu juga, Nurul pun izin ke mandor tempatnya bekerja. Kemudian menuju ke RS Aura Syifa. “Tadi saya kerja mendapatkan kabar langsung menuju ke rumah sakit,” ungkapnya dengan isak tangis.

Sayang, setibanya di rumah sakit nyawa Zulfan tak terselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia. Dengan luka pada bagian kepala mengeluarkan darah. Sedangkan Alfian dalam keadaan selamat, dengan luka lecet pada kaki dan kepala.

Baca Juga :  Terpeleset, Tewas Tenggelam

Sebelum kepergian Zulfan, Nurul bertemu terakhir kalinya saat ia hendak pergi bekerja. Ia menceritakan, pagi sekitar pukul 06.00 Zulfan dan suaminya berpamitan pergi ke rumah nenek. 

“Tadi dapat kabar, neneknya baru jatuh kepleset. Terus dia pamit pergi kesana,” jelas perempuan berkerudung biru. Siapa sangka, satu jam pergi dari rumah. Zulfan telah tiada. (luk/fud)

Akhir Kebiasaan setiap Kliwon

Zulfan Irfani berboncengan dengan ayahnya melaju dari arah Plemahan dengan mengendarai Honda Tiger AG 2756 EBQ. 

Pada saat bersamaan Nawidjo memarkir sepedanya di barat jalan dan menyeberang menuju Pasar Pagu. 

Laju motor yang kencang membuat kecelakaan tak terhindari. Ketiga orang itu jatuh ke aspal. 

Nawidjo meninggal di lokasi dan dibawa ke RSKK di Pare. Sedangkan dua pengendara motor dilarikan ke RS Aura Syifa. Zulfan mengembuskan napas terakhir di rumah sakit tersebut. 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Warga yang sering ke Pasar Pagu tidak akan lagi melihat Nawidjo mengayuh sepeda onthel-nya. Memarkirnya di tepi jalan kemudian menyeberang ke pasar untuk berbelanja. Sebab, lelaki tua yang beralamat di Kelurahan Pare, Kecamatan Pare itu tewas tertabrak motor kemarin pagi. Tepat ketika dia menyeberang jalan hendak menuju pasar tersebut.

Ironisnya, sang penabrak pun juga menyusul tewas. Namun, meninggalnya Zulfan, warga Desa Jambu, Kecamatan Kayenkidul itu berlangsung di RS Aura Syifa, tempatnya dirawat setelah menabrak Nawidjo.

Meskipun rumahnya di Pare, Nawidjo masih sering ke Pasar Pagu. Terutama di pasaran kliwon dalam penanggalan Jawa. Setiap kliwon inilah kakek Nawidjo selalu membeli kebutuhannya.

“Biasanya sepedanya diparkir di barat jalan,” tunjuk seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya. 

Kecelakaan kemarin terjadi usai sang kakek menempatkan sepedanya di barat jalan seperti biasa. Kemudian dia menyeberang jalan menuju pasar. Sayang, saat itulah datang Zulfan Irfani, 18, yang mengendarai Honda Tiger AG 2756 EBQ. Pemuda yang membonceng sang ayah itu datang dari arah Plemahan. Karena jaraknya yang sudah dekat dan laju motor sangat kencang, kecelakaan tak dapat dihindari.

Baca Juga :  Warga Ngepung Tuntut Transparansi Anggaran di Desanya

“Ya, itu jaraknya sudah dekat. Naiknya kencang maka terjadilah tabrakan,” terang Kapolsek Pagu AKP Hariyanto.

Sementara itu, duka menyelimuti kediaman Zulfan di Desa Jambu. Puluhan warga mengantarkan jenazah Zulfan ke peraduan terakhirnya, sekitar pukul 10.00. Para pelayat juga terlihat memenuhi rumah duka.

“Maafkan segala kesalahan anak saya,” ucap Nurul, ibunda Zulfan.

Dengan mata basah dan berkaca-kaca, Nurul mengatakan tahu kecelakaan yang menimpa anaknya dari sang suami, Alfian. Kebetulan, meski ikut terlibat dalam kecelakaan itu Alfian hanya mengalami luka-luka.

Saat itu juga, Nurul pun izin ke mandor tempatnya bekerja. Kemudian menuju ke RS Aura Syifa. “Tadi saya kerja mendapatkan kabar langsung menuju ke rumah sakit,” ungkapnya dengan isak tangis.

Sayang, setibanya di rumah sakit nyawa Zulfan tak terselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia. Dengan luka pada bagian kepala mengeluarkan darah. Sedangkan Alfian dalam keadaan selamat, dengan luka lecet pada kaki dan kepala.

Baca Juga :  Cari SIM di Kediri, Kini Wajib Tes Psikologi

Sebelum kepergian Zulfan, Nurul bertemu terakhir kalinya saat ia hendak pergi bekerja. Ia menceritakan, pagi sekitar pukul 06.00 Zulfan dan suaminya berpamitan pergi ke rumah nenek. 

“Tadi dapat kabar, neneknya baru jatuh kepleset. Terus dia pamit pergi kesana,” jelas perempuan berkerudung biru. Siapa sangka, satu jam pergi dari rumah. Zulfan telah tiada. (luk/fud)

Akhir Kebiasaan setiap Kliwon

Zulfan Irfani berboncengan dengan ayahnya melaju dari arah Plemahan dengan mengendarai Honda Tiger AG 2756 EBQ. 

Pada saat bersamaan Nawidjo memarkir sepedanya di barat jalan dan menyeberang menuju Pasar Pagu. 

Laju motor yang kencang membuat kecelakaan tak terhindari. Ketiga orang itu jatuh ke aspal. 

Nawidjo meninggal di lokasi dan dibawa ke RSKK di Pare. Sedangkan dua pengendara motor dilarikan ke RS Aura Syifa. Zulfan mengembuskan napas terakhir di rumah sakit tersebut. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/