28.9 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Rumah di Daerah Pesantren Terbakar, Korban Terpaksa Mengungsi

KOTA, JP Radar Kediri-Insiden kebakaran rumah milik Badrus Yaman, 56, di Jl HOS Cokroaminoto, Kelurahan Singonegaran, Pesantren kemarin pagi memaksa pria yang berprofesi sebagai dosen itu mengungsi ke rumah saudara. Sebab, tempat tinggalnya yang ludes dilalap api tidak bisa ditempati lagi.

          Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 kemarin. Saat kejadian, rumah yang berada di deretan kios timur Pasar Pahing itu sedang kosong. Adalah Dio Restu, 20, kerabat Badrus yang pertama kali menyaksikan peristiwa tersebut. Pemuda yang berjualan di samping rumah Badrus itu melihat api pertama kali berkobar dari bagian belakang rumah. “Saya langsung mendobrak pintu depan. Ternyata api sudah membakar seluruh isi kios (rumah Badrus, Red),” ujar Dio kepada koran ini kemarin.

          Melihat kondisi tersebut, Dio bersama beberapa warga mencoba memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Ternyata, hal tersebut tidak banyak membantu. Api semakin membesar. Warga yang khawatir kebakaran merambat ke rumah dan kios di dekatnya langsung menghubungi petugas memadamkan kebakaran (PMK).

Baca Juga :  Andok Soto di Tamanan, Pengedar Sabu Asal Tarokan Dibekuk

Petugas yang tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 langsung melakukan pemadaman. Api bisa dipadamkan sekitar pukul 10.30. Sayangnya, tidak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan. Seluruh perabotan dan barang berharga yang ada di dalam rumah ludes dilalap si jago merah. “Surat-surat penting juga terbakar semua,” sambung Badrus ditemui di lokasi kemarin.

Lebih jauh Badrus menjelaskan, saat kejadian dirinya sedang mengajar di kampus. Dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri itu baru mengetahui setelah dikabari Dyah, putrinya. Di saat bersamaan sang putri juga tengah mengajar SMK PGRI. 

 Begitu dikabari tempat tinggal mereka terbakar, keduanya bergegas pulang. Saat tiba, tidak ada barang yang bisa diselamatkan. “Berkas dan dokumen untuk kebutuhan mengajar juga terbakar,” lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  Buntung gara-gara Masker

Dyah yang melihat kondisi rumah sembari berurai air mata mengatakan, dirinya meninggalkan rumah sejak pukul 07.00. Seperti biasa, dia mengaku sudah mematikan kompor di dapur sebelum berangkat ke sekolah untuk mengajar.

Akibat kebakaran tersebut, Dyah dan Badrus tidak bisa lagi menempati rumah mereka. “Sementara nanti akan tinggal di rumah saudara,” beber Dyah sambil menunjuk rumah di sebelah kirinya.

Terpisah, Kapolsek Pesantren Kompol Suyitno mengatakan penyebab kebakaran yang menghanguskan rumah Badrus kemarin masih dalam penyelidikan polisi. Meski demikian, dugaan sementara kebakaran di perkampungan padat itu diduga terjadi akibat tabung gas elpiji dan kompor yang lupa dimatikan. “Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir sekitar Rp 50 juta,” terangnya. (ica/ut)

 

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-Insiden kebakaran rumah milik Badrus Yaman, 56, di Jl HOS Cokroaminoto, Kelurahan Singonegaran, Pesantren kemarin pagi memaksa pria yang berprofesi sebagai dosen itu mengungsi ke rumah saudara. Sebab, tempat tinggalnya yang ludes dilalap api tidak bisa ditempati lagi.

          Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 kemarin. Saat kejadian, rumah yang berada di deretan kios timur Pasar Pahing itu sedang kosong. Adalah Dio Restu, 20, kerabat Badrus yang pertama kali menyaksikan peristiwa tersebut. Pemuda yang berjualan di samping rumah Badrus itu melihat api pertama kali berkobar dari bagian belakang rumah. “Saya langsung mendobrak pintu depan. Ternyata api sudah membakar seluruh isi kios (rumah Badrus, Red),” ujar Dio kepada koran ini kemarin.

          Melihat kondisi tersebut, Dio bersama beberapa warga mencoba memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Ternyata, hal tersebut tidak banyak membantu. Api semakin membesar. Warga yang khawatir kebakaran merambat ke rumah dan kios di dekatnya langsung menghubungi petugas memadamkan kebakaran (PMK).

Baca Juga :  Prostitusi Online ABG: Cukup Ngechat di FB

Petugas yang tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 langsung melakukan pemadaman. Api bisa dipadamkan sekitar pukul 10.30. Sayangnya, tidak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan. Seluruh perabotan dan barang berharga yang ada di dalam rumah ludes dilalap si jago merah. “Surat-surat penting juga terbakar semua,” sambung Badrus ditemui di lokasi kemarin.

Lebih jauh Badrus menjelaskan, saat kejadian dirinya sedang mengajar di kampus. Dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri itu baru mengetahui setelah dikabari Dyah, putrinya. Di saat bersamaan sang putri juga tengah mengajar SMK PGRI. 

 Begitu dikabari tempat tinggal mereka terbakar, keduanya bergegas pulang. Saat tiba, tidak ada barang yang bisa diselamatkan. “Berkas dan dokumen untuk kebutuhan mengajar juga terbakar,” lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  Sematkan Mahkota Simbol Sempurna

Dyah yang melihat kondisi rumah sembari berurai air mata mengatakan, dirinya meninggalkan rumah sejak pukul 07.00. Seperti biasa, dia mengaku sudah mematikan kompor di dapur sebelum berangkat ke sekolah untuk mengajar.

Akibat kebakaran tersebut, Dyah dan Badrus tidak bisa lagi menempati rumah mereka. “Sementara nanti akan tinggal di rumah saudara,” beber Dyah sambil menunjuk rumah di sebelah kirinya.

Terpisah, Kapolsek Pesantren Kompol Suyitno mengatakan penyebab kebakaran yang menghanguskan rumah Badrus kemarin masih dalam penyelidikan polisi. Meski demikian, dugaan sementara kebakaran di perkampungan padat itu diduga terjadi akibat tabung gas elpiji dan kompor yang lupa dimatikan. “Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir sekitar Rp 50 juta,” terangnya. (ica/ut)

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/