23.8 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

Mayat Sopir Taksi Online di Purwoasri, Dibunuh? Ini Hasil Otopsinya

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Dugaan mayat yang ditemukan di parit Desa Sidomulyo, Kecamatan Purwoasri, sebagai korban pembunuhan semakin menguat. Hasil otopsi yang dilakukan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) mempertegas kemungkinan tersebut. 

“Ada dugaan mayat tersebut merupakan korban dari pembunuhan. (Apalagi) jika dilihat dari bekas luka pada tubuh korban,” ungkat Kasatreskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar kemarin (29/1).

Hanya, apa modus pembunuhan dan bagaimana hingga mayat itu bisa dibuang di parit tersebut, Gilang belum bersedia memberi keterangan panjang lebar. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. 

Menurut Gilang, informasi awal yang didapat polisi masih sangat sedikit. Meskipun mayat ditemukan di parit tepi jalan namun lokasi itu tergolong sepi. Sehingga tidak ada saksi mata yang melihat kejadian tersesbut. Juga tak ada kamera closed circuit television (CCTV) yang bisa dijadikan sarana melacak kejadian tersebut.

Baca Juga :  Pastikan Tak Ada Penculikan Anak, Polisi Minta Masyarakat Tenang

Diberitakan sebelumnya, warga menemukan mayat di parit yang berada di tepi jalan yang menghubungkan antara Purwoasri dan Kecamatan Kunjang. Mayat itu ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB. 

Setelah dilakukan otopsi di RS Bhayangkara, identitas mayat tersebut diketahui adalah Moch. Kholis. Lelaki usia 32 tahun itu adalah warga Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Sehari-hari, korban adalah seorang driver taksi online.

Apakah Kholis korban perampokan? Mengingat di dekat lokasi tak ada kendaraan apapun yang ditinggal? Gilang tak mau gegabah memastikan hal itu. Mereka masih perlu melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya alat bukti.

“Mohon waktu, petugas juga dalam proses penyelidikan,” dalih Gilang.

Sementara itu, dokter forensik RS Bhayangkara Kediri Tutik Purwanti ikut menguatkan bahwa mayat tersebut adalah korban pembunuhan. Hal itu berdasarkan hasil otopsi kemarin malam. 

“Berdasarkan hasil otopsi, korban ada dugaan pembunuhan,” akunya saat dihubungi melalui pesan singkat.

Baca Juga :  Ketika Pencabulan dan Pemerkosaan Banyak Dilakukan Orang-Orang Dekat

Setelah ditemukan, mayat memang langsung dibawa ke RS Bhayangkara. Tim forensik melakukan otopsi pada mayat yang tubuhnya penuh luka itu. Hasilnya, ditemukan luka bekas pukulan atau tusukan senjata tajam di dada kiri. Mata kanan mayat itu memar dan berdarah. Selain itu juga ada bekas sayatan senjata di punggung korban. 

Sementara itu, pihak keluarga korban juga telah mengambil jenazah tersebut kemarin. Pengambilan dilakukan sekitar pukul 02.30 dini hari. Atau beberapa jam setelah identitas mayat berhasil didapatkan.

“Jenazah korban kemarin sudah diambil oleh keluarganya, waktu dini hari,” lanjut Gilang.

Berdasarkan keterangan keluarganya, mereka bertemu korban terakhir pada Rabu (27/1) pukul 19.00. Setelah itu Kholis keluar rumah dan tak kunjung pulang hingga ditemukan sudah menjadi mayat. Dari keterangan keluarganya ini diperoleh data tentang pekerjaan korban sebagai driver online. (luk/fud) 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Dugaan mayat yang ditemukan di parit Desa Sidomulyo, Kecamatan Purwoasri, sebagai korban pembunuhan semakin menguat. Hasil otopsi yang dilakukan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) mempertegas kemungkinan tersebut. 

“Ada dugaan mayat tersebut merupakan korban dari pembunuhan. (Apalagi) jika dilihat dari bekas luka pada tubuh korban,” ungkat Kasatreskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar kemarin (29/1).

Hanya, apa modus pembunuhan dan bagaimana hingga mayat itu bisa dibuang di parit tersebut, Gilang belum bersedia memberi keterangan panjang lebar. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. 

Menurut Gilang, informasi awal yang didapat polisi masih sangat sedikit. Meskipun mayat ditemukan di parit tepi jalan namun lokasi itu tergolong sepi. Sehingga tidak ada saksi mata yang melihat kejadian tersesbut. Juga tak ada kamera closed circuit television (CCTV) yang bisa dijadikan sarana melacak kejadian tersebut.

Baca Juga :  Hamil Tua, Terdakwa Jual Beli Hewan Langka Asal Pakunden Minta Bebas

Diberitakan sebelumnya, warga menemukan mayat di parit yang berada di tepi jalan yang menghubungkan antara Purwoasri dan Kecamatan Kunjang. Mayat itu ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB. 

Setelah dilakukan otopsi di RS Bhayangkara, identitas mayat tersebut diketahui adalah Moch. Kholis. Lelaki usia 32 tahun itu adalah warga Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Sehari-hari, korban adalah seorang driver taksi online.

Apakah Kholis korban perampokan? Mengingat di dekat lokasi tak ada kendaraan apapun yang ditinggal? Gilang tak mau gegabah memastikan hal itu. Mereka masih perlu melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya alat bukti.

“Mohon waktu, petugas juga dalam proses penyelidikan,” dalih Gilang.

Sementara itu, dokter forensik RS Bhayangkara Kediri Tutik Purwanti ikut menguatkan bahwa mayat tersebut adalah korban pembunuhan. Hal itu berdasarkan hasil otopsi kemarin malam. 

“Berdasarkan hasil otopsi, korban ada dugaan pembunuhan,” akunya saat dihubungi melalui pesan singkat.

Baca Juga :  Korban Pemukulan Mama Muda Asal Ngadirejo Dirujuk ke Sutomo

Setelah ditemukan, mayat memang langsung dibawa ke RS Bhayangkara. Tim forensik melakukan otopsi pada mayat yang tubuhnya penuh luka itu. Hasilnya, ditemukan luka bekas pukulan atau tusukan senjata tajam di dada kiri. Mata kanan mayat itu memar dan berdarah. Selain itu juga ada bekas sayatan senjata di punggung korban. 

Sementara itu, pihak keluarga korban juga telah mengambil jenazah tersebut kemarin. Pengambilan dilakukan sekitar pukul 02.30 dini hari. Atau beberapa jam setelah identitas mayat berhasil didapatkan.

“Jenazah korban kemarin sudah diambil oleh keluarganya, waktu dini hari,” lanjut Gilang.

Berdasarkan keterangan keluarganya, mereka bertemu korban terakhir pada Rabu (27/1) pukul 19.00. Setelah itu Kholis keluar rumah dan tak kunjung pulang hingga ditemukan sudah menjadi mayat. Dari keterangan keluarganya ini diperoleh data tentang pekerjaan korban sebagai driver online. (luk/fud) 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/