26.2 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Ada Lelaki Paruh Baya Sering Kunjungi Mak Mentil

KEDIRI KOTA – Ada perkembangan menarik dalam kasus meninggalnya Mak Mentil, seorang pemulung di Pasar Setonobetek. Kemungkinan kasus ini bisa mengarah ke motif asmara. Dan itu yang mulai diselidiki oleh polisi.

Menurut Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Andy Purnomo, ada beberapa informasi yang telah dikumpulkan anak buahnya. Keterangan itu berasal dari tetangga korban. Sebelum meninggal, Mak Mentil diketahui bertemu dengan seorang lelaki. Lelaki itu juga diketahui beberapa kali mendatangi rumah Mentil.

“Ada beberapa nama yang dicurigai,” kata Andy.

Beberapa nama yang dicurigai itu diduga memiliki hubungan dekat dengan Mentil. Dugaan awal, dari beberapa nama itu adalah pelaku. Dan memiliki hubungan asmara dengan korban. Dugaan yang didapatkan dari para tetangga nantinya bisa berkembang lagi.

Laki-laki yang diduga menjadi pelaku tersebut diperkirakan juga bukan merupakan warga sekitar. Dia sering terlihat berjalan kaki dari lokasi yang agak jauh saat mengunjungi Mentil.

Yang menarik, dari keterangan para tetangga, antara laki-laki dan Mak Mentil adalah sepasang kekasih. Meskipun usia keduanya terlihat beda jauh. Mak Mentil berusia lebih dari 80 tahun. Sedangkan lelaki itu diperkirakan berusia paruh baya. Sekitar 40-an tahun. Hal itu setidaknya diperkirakan para tetangga dari kondisi fisiknya.

Baca Juga :  Jual HP di Facebook, Perampok Dibekuk

Nah, kemungkinan bahwa ada hubungan asmara itulah yang bisa menjadi kunci kasus dugaan pembunuhan ini. Yaitu motif pembunuhan yang mengarah pada masalah asmara.

Polisi sendiri mengaku terus mendalami motif kasus ini. Apakah pelaku meminta sesuatu kepada korban dan tidak diberi. Sehingga membunuh korban. Atau ada motif lain yang menjadi sebab Mak Mentil mengalami kekerasan hingga meninggal dunia dengan tragis.

Sementara itu, informasi terbaru dari kasus ini, Mak Mentil ternyata berasal dari Magetan. Dia memiliki nama asli Sukinem. Usianya 82 tahun.

Hasil visum menyebutkan, Mak Mentil meninggal sekitar 12 jam sebelumnya. Karena berdasarkan hasil pemeriksaan, wanita tua itu sudah meninggal sejak Minggu (27/1) malam. Sementara mayat baru ditemukan Senin (28/1) sekitar pukul 15.00 WIB.

Hasil visum juga menyebutkan, Mak Mentil meninggal karena mendapat tekanan pada leher. Bisa dicekik atau lehernya ditindih dengan benda tertentu sehingga kehabisan napas.

“Berdasarkan hasil visum dan informasi yang digali dari para tetangga,” ujar Andy.

Baca Juga :  Tercebur Sumur, Kakek Tewas

Walaupun sudah mendapat beberapa fakta penting, Andy mengaku pihaknya masih mengalami kesulitan membongkar kasus ini dengan cepat. Sebab, selama ini Mak Mentil hidup sendirian di rumah kos. Sehingga tidak banyak keterangan tentang Mak Mentil yang bisa dikorek lebih dalam.

Para tetangga sekitar juga ‘pelit’ memberi komentar. Mereka enggan berbicara panjang lebar. Saat koran ini berusaha mengorek keterangan dari para tetangga itu, mereka berusaha menghindar. “Yang saya ingat ya setiap hari Mak Mentil keluar rumah pagi, atau siang, untuk mencari rosok (barang bekas, Red). Selebihnya saya kurang tahu,” elak seorang tetangga yang tak ingin menyebutkan namanya.

Sementara, polisi juga belum bisa memastikan apakah ada barang berharga yang hilang dari rumah Mak Mentil. Karena informasi tentang barang berharga itu tak ada yang tahu. Namun, dari keterangan beberapa saksi, Mentil pernah bercerita memiliki perhiasan emas. Yang dipakai pada kesempatan tertentu. Perhiasan itu menurut Mentil sempat hilang.

“Menurut keterangan saksi yang pernah diberitahu oleh korban, perhiasan tersebut hilang diambil oleh laki-laki yang diduga sebagai tersangka ini,” terang Andy.

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Ada perkembangan menarik dalam kasus meninggalnya Mak Mentil, seorang pemulung di Pasar Setonobetek. Kemungkinan kasus ini bisa mengarah ke motif asmara. Dan itu yang mulai diselidiki oleh polisi.

Menurut Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Andy Purnomo, ada beberapa informasi yang telah dikumpulkan anak buahnya. Keterangan itu berasal dari tetangga korban. Sebelum meninggal, Mak Mentil diketahui bertemu dengan seorang lelaki. Lelaki itu juga diketahui beberapa kali mendatangi rumah Mentil.

“Ada beberapa nama yang dicurigai,” kata Andy.

Beberapa nama yang dicurigai itu diduga memiliki hubungan dekat dengan Mentil. Dugaan awal, dari beberapa nama itu adalah pelaku. Dan memiliki hubungan asmara dengan korban. Dugaan yang didapatkan dari para tetangga nantinya bisa berkembang lagi.

Laki-laki yang diduga menjadi pelaku tersebut diperkirakan juga bukan merupakan warga sekitar. Dia sering terlihat berjalan kaki dari lokasi yang agak jauh saat mengunjungi Mentil.

Yang menarik, dari keterangan para tetangga, antara laki-laki dan Mak Mentil adalah sepasang kekasih. Meskipun usia keduanya terlihat beda jauh. Mak Mentil berusia lebih dari 80 tahun. Sedangkan lelaki itu diperkirakan berusia paruh baya. Sekitar 40-an tahun. Hal itu setidaknya diperkirakan para tetangga dari kondisi fisiknya.

Baca Juga :  Pemakai Sabu asal Kras Kena 27 Bulan

Nah, kemungkinan bahwa ada hubungan asmara itulah yang bisa menjadi kunci kasus dugaan pembunuhan ini. Yaitu motif pembunuhan yang mengarah pada masalah asmara.

Polisi sendiri mengaku terus mendalami motif kasus ini. Apakah pelaku meminta sesuatu kepada korban dan tidak diberi. Sehingga membunuh korban. Atau ada motif lain yang menjadi sebab Mak Mentil mengalami kekerasan hingga meninggal dunia dengan tragis.

Sementara itu, informasi terbaru dari kasus ini, Mak Mentil ternyata berasal dari Magetan. Dia memiliki nama asli Sukinem. Usianya 82 tahun.

Hasil visum menyebutkan, Mak Mentil meninggal sekitar 12 jam sebelumnya. Karena berdasarkan hasil pemeriksaan, wanita tua itu sudah meninggal sejak Minggu (27/1) malam. Sementara mayat baru ditemukan Senin (28/1) sekitar pukul 15.00 WIB.

Hasil visum juga menyebutkan, Mak Mentil meninggal karena mendapat tekanan pada leher. Bisa dicekik atau lehernya ditindih dengan benda tertentu sehingga kehabisan napas.

“Berdasarkan hasil visum dan informasi yang digali dari para tetangga,” ujar Andy.

Baca Juga :  Khofifah Berharap Tidak Terjadi Kampanye Hitam

Walaupun sudah mendapat beberapa fakta penting, Andy mengaku pihaknya masih mengalami kesulitan membongkar kasus ini dengan cepat. Sebab, selama ini Mak Mentil hidup sendirian di rumah kos. Sehingga tidak banyak keterangan tentang Mak Mentil yang bisa dikorek lebih dalam.

Para tetangga sekitar juga ‘pelit’ memberi komentar. Mereka enggan berbicara panjang lebar. Saat koran ini berusaha mengorek keterangan dari para tetangga itu, mereka berusaha menghindar. “Yang saya ingat ya setiap hari Mak Mentil keluar rumah pagi, atau siang, untuk mencari rosok (barang bekas, Red). Selebihnya saya kurang tahu,” elak seorang tetangga yang tak ingin menyebutkan namanya.

Sementara, polisi juga belum bisa memastikan apakah ada barang berharga yang hilang dari rumah Mak Mentil. Karena informasi tentang barang berharga itu tak ada yang tahu. Namun, dari keterangan beberapa saksi, Mentil pernah bercerita memiliki perhiasan emas. Yang dipakai pada kesempatan tertentu. Perhiasan itu menurut Mentil sempat hilang.

“Menurut keterangan saksi yang pernah diberitahu oleh korban, perhiasan tersebut hilang diambil oleh laki-laki yang diduga sebagai tersangka ini,” terang Andy.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/