27.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Tim JPU Siapkan Enam Saksi Lagi

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tim jaksa penuntut umum (JPU) akan menghadirkan enam saksi di persidangan Bupati nonaktif Novi Rahman Hidhayat pada Senin (4/10). Enam saksi tersebut tidak hanya untuk Novi. Namun juga, untuk enam terdakwa lainnya, yaitu ajudan M. Izza Muhtadin, Camat Pace Dupriono, Camat Tanjunganom Edie Srianto, Camat Berbek Harianto, Camat Loceret Bambang Subagio, serta mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo. “Kasusnya sama. Jadi, enam saksi itu untuk tujuh terdakwa,” ujar Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Nganjuk Andie Wicaksono kemarin.

Sayang, siapa enam saksi yang akan dihadirkan, Andie enggan membeberkannya secara rinci. Dia hanya mengatakan, bahwa enam saksinya berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Nganjuk. Ada kemungkinan, salah satu saksi yang akan dihadirkan adalah mantan kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nganjuk Sopingi. “Nanti saja di persidangan akan tahu siapa saksi-saksinya,” elak Andie saat disodori nama Sopingi.

Baca Juga :  Alat Berat Masuk Tambang, Malam-Malam Demo ke Pemkab

Andie mengatakan, saksi-saksi yang dihadirkan tim JPU untuk membuktikan dugaan jual beli jabatan eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Nganjuk. Karena selama ini, Novi melantik pejabat eselon III dan IV tanpa adanya pertimbangan dari badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (baperjakat). Kepala BKD hanya tinggal tanda tangan setelah pelantikan. Sedangkan, nama-nama pejabat sudah lebih dulu disetorkan Novi melalui ajudannya M. Izza Muhtadin.

Selain saksi dari lingkungan pemkab, JPU juga masih memiliki saksi dari penyidik Bareskrim Polri yang ikut melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) Novi. Saksi tersebut sebenarnya akan memberi kesaksian pada persidangan Senin (27/9). Namun, karena sakit, maka saksi tersebut tidak bisa hadir. Sehingga, jika saksi tersebut sudah sembuh maka akan mengikuti sidang minggu depan.

Baca Juga :  Diduga Mengantuk, Truk Tabrak Warung

Sementara itu Ade Dharma Maryanto, penasihat hukum Novi mengaku tidak mempermasalahkan siapa saja yang akan dihadirkan JPU sebagai saksi di persidangan. “Kami tetap akan fight dalam persidangan untuk membuktikan klien kami tidak bersalah,” ujarnya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tim jaksa penuntut umum (JPU) akan menghadirkan enam saksi di persidangan Bupati nonaktif Novi Rahman Hidhayat pada Senin (4/10). Enam saksi tersebut tidak hanya untuk Novi. Namun juga, untuk enam terdakwa lainnya, yaitu ajudan M. Izza Muhtadin, Camat Pace Dupriono, Camat Tanjunganom Edie Srianto, Camat Berbek Harianto, Camat Loceret Bambang Subagio, serta mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo. “Kasusnya sama. Jadi, enam saksi itu untuk tujuh terdakwa,” ujar Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Nganjuk Andie Wicaksono kemarin.

Sayang, siapa enam saksi yang akan dihadirkan, Andie enggan membeberkannya secara rinci. Dia hanya mengatakan, bahwa enam saksinya berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Nganjuk. Ada kemungkinan, salah satu saksi yang akan dihadirkan adalah mantan kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nganjuk Sopingi. “Nanti saja di persidangan akan tahu siapa saksi-saksinya,” elak Andie saat disodori nama Sopingi.

Baca Juga :  Gampang Nabok, Bojone Mogok

Andie mengatakan, saksi-saksi yang dihadirkan tim JPU untuk membuktikan dugaan jual beli jabatan eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Nganjuk. Karena selama ini, Novi melantik pejabat eselon III dan IV tanpa adanya pertimbangan dari badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (baperjakat). Kepala BKD hanya tinggal tanda tangan setelah pelantikan. Sedangkan, nama-nama pejabat sudah lebih dulu disetorkan Novi melalui ajudannya M. Izza Muhtadin.

Selain saksi dari lingkungan pemkab, JPU juga masih memiliki saksi dari penyidik Bareskrim Polri yang ikut melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) Novi. Saksi tersebut sebenarnya akan memberi kesaksian pada persidangan Senin (27/9). Namun, karena sakit, maka saksi tersebut tidak bisa hadir. Sehingga, jika saksi tersebut sudah sembuh maka akan mengikuti sidang minggu depan.

Baca Juga :  Ratusan Napi Mendapat Potongan Masa Tahanan

Sementara itu Ade Dharma Maryanto, penasihat hukum Novi mengaku tidak mempermasalahkan siapa saja yang akan dihadirkan JPU sebagai saksi di persidangan. “Kami tetap akan fight dalam persidangan untuk membuktikan klien kami tidak bersalah,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/