23.8 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

JPU Tuntut Pencuri Peralatan Pesta 15 Bulan Penjara

NGASEM, JP Radar Kediri– Perbuatan M. Samsun, 28, ibarat air susu dibalas air tuba. Dalam sidang kemarin, pemuda Desa Pelas, Kecamatan Kras ini didakwa mencuri di rumah Mudrikah, bosnya. “Akibat perbuatannya, terdakwa dituntut hukuman satu tahun tiga bulan (15 bulan) penjara,” jelas Jaksa Penuntut Umum (JPU) Moch Iskandar.

Saat persidangan di ruang Cakra PN Kabupaten Kediri, Iskandar mengatakan bahwa perbuatan Samsun melanggar pasal 363 ayat 1 ke-3 KUHP tentang pencurian. Pada pasal tersebut disebutkan pencurian dilakukan malam. Ini sesuai dakwaan yang dibacakan sebelumnya.

Samsun beraksi sekitar pukul 18.30, Maret tahun lalu. Barang-barang yang dicuri adalah perkakas pesta untuk katering milik Mudrikah. Barang diambil dari gudang. Yakni, kotak stainles, set pemanas bulat, set pemanas kotak, mangkuk ukuran besar, piring besar, mangkuk keramik, piring keramik, mangkuk sup, meja kayu, dan taplak. Barang curian itu kemudian dijual secara online. Akibatnya Mudrikah merugi hingga Rp 25 juta.

Baca Juga :  Tujuh Kasus Pencabulan selama September 2019

“Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa menyebabkan kerugian pada korban,” kata Iskandar. Sedangkan yang meringankan, Samsun merasa menyesal dan tidak mengulangi perbuatannya. Setelah tuntutan dibacakan, Sri Haryanto, hakim ketua yang memimpin persidangan, memberi kesempatan Samsun menanggapi.

“Saya minta keringanan hukuman, saya berjanji tidak akan mengulang lagi,” ujar Samsun. Namun, JPU kukuh dengan tuntutannya. Sedangkan hakim akan mempertimbangkannya. Sidang putusan akan dibuka Selasa depan (5/7).






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara
- Advertisement -

NGASEM, JP Radar Kediri– Perbuatan M. Samsun, 28, ibarat air susu dibalas air tuba. Dalam sidang kemarin, pemuda Desa Pelas, Kecamatan Kras ini didakwa mencuri di rumah Mudrikah, bosnya. “Akibat perbuatannya, terdakwa dituntut hukuman satu tahun tiga bulan (15 bulan) penjara,” jelas Jaksa Penuntut Umum (JPU) Moch Iskandar.

Saat persidangan di ruang Cakra PN Kabupaten Kediri, Iskandar mengatakan bahwa perbuatan Samsun melanggar pasal 363 ayat 1 ke-3 KUHP tentang pencurian. Pada pasal tersebut disebutkan pencurian dilakukan malam. Ini sesuai dakwaan yang dibacakan sebelumnya.

Samsun beraksi sekitar pukul 18.30, Maret tahun lalu. Barang-barang yang dicuri adalah perkakas pesta untuk katering milik Mudrikah. Barang diambil dari gudang. Yakni, kotak stainles, set pemanas bulat, set pemanas kotak, mangkuk ukuran besar, piring besar, mangkuk keramik, piring keramik, mangkuk sup, meja kayu, dan taplak. Barang curian itu kemudian dijual secara online. Akibatnya Mudrikah merugi hingga Rp 25 juta.

Baca Juga :  Kejari Dalami Proyek Fiktif 2013-2017

“Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa menyebabkan kerugian pada korban,” kata Iskandar. Sedangkan yang meringankan, Samsun merasa menyesal dan tidak mengulangi perbuatannya. Setelah tuntutan dibacakan, Sri Haryanto, hakim ketua yang memimpin persidangan, memberi kesempatan Samsun menanggapi.

“Saya minta keringanan hukuman, saya berjanji tidak akan mengulang lagi,” ujar Samsun. Namun, JPU kukuh dengan tuntutannya. Sedangkan hakim akan mempertimbangkannya. Sidang putusan akan dibuka Selasa depan (5/7).






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/