30.3 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Ketahuan Orangtua, Ternyata Pelaku adalah…

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN – Cabuli remaja bawah umur di lapangan desa, Rabu malam (25/20) sekitar pukul 20.00 seorang pemuda terpaksa berurusan dengan Polsek Plosoklaten. Perbuatan bejat Roma Febri Ari Ardiansyah, 20 warga Desa Klanderan, Plosoklaten terungkap usai orang tua Ha, 16, warga salah satu desa di Kecamatan Pagu memergoki foto bugil anaknya.

Kepada Jawa Pos Radar Kediri Kasubaghumas Polres Kediri AKP Mukhlason mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya laporan ibu korban. Rabu sore, Su, 46, mendatangi Mapolres Kediri untuk melaporkan peristiwa pencabulan yang dialami anaknya. “Kami dapat informasi dari ibu korban kalau anaknya jadi korban pencabulan,”  ujarnya.

Kecurigaan Su bermula saat sering memperhatikan sikap anaknya yang sering keluar rumah tanpa pamit. Ia pun lalu berinisiatif untuk mengecek ponsel Ha.  Betapa terkejutnya dia ketika melihat foto bugil Sa di gadget itu.

Saat itu, Su pun memutuskan untuk menanyai Ha soal temuannya tersebut. Terdesak, Ha pun mengaku jika dia telah disetubuhi oleh Roma. Geram dengan ulah bejat Roma, Su pun memutuskan untuk melapor ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri.

Baca Juga :  Jelang Natal dan Tahun Baru, Polisi Musnahkan Miras dan Dobel L

Dapat informasi tersebut, tim buru sergap (buser) pun langsung meluncur ke rumah pelaku. Beruntung Roma belum sempat kabur. Saat polisi tiba, Roma sedang bersantai di ruang tamu rumahnya. Dengan mudah polisi pun langsung membekuk pemuda tersebut tanpa perlawanan.

- Advertisement -

Setelah diperiksa, Roma mengaku jika dia baru sekali mencabuli Ha. Tindakan tersebut dia lakukan Jumat, 20 Oktober lalu. Malam itu, Ha ia ajak bertemu di lapangan Desa Klanderan. Ha pun menuruti ajakan Roma. Maklum, keduanya memang sudah beberapa bulan terakhir menjalin hubungan asmara.

Setibanya di sana keduanya sempat berbincang-bincang. Memanfaatkan kondisi sepi, timbullah nafsu bejat Roma. Ia pun lalu membujuk Ha untuk berhubungan intim.  “Karena sudah saling kenal, korban pun tidak menolak saat diajak berhubungan intim,” ujar Mukhlason. Apalagi Ha juga dijanjikan akan dinikahi oleh Roma. Karena itu, ia sama sekali tidak menolak saat diajak berhubungan layaknya suami isteri.

Baca Juga :  Siswa SMP di Kediri Racuni Pacar yang Hamil

Tidak hanya itu, peristiwa serupa juga terjadi di Desa Sumberejo, Ngasem. Di salah satu kamar sewaan di lokasi ekslokalisasi Dusun Dadapan, seorang  pria nekat menyetubuhi seorang gadis di bawah umur. Akibat peristiwa tersebut, Ap, 16, warga salah satu desa di Kecamatan Plosokaten itu hamil empat bulan.

Beruntung, Ap sempat menceritakan kehamilannya kepada kerabat dekatnya, Pu, 16. Selanjutnya, Pu pun menceritakan apa yang didengarnya kepada orang tua Ap. “Saat ditanya orang tuanya, korban pun mengaku jika dia telah menjadi korban persetubuhan,” ujar Mukhlason. Marah besar, ibu korban pun memutuskan melaporkan peristiwa tersebut ke Unit PPA Polres Kediri.

Akhirnya, Rabu siang (25/10) sekitar pukul 13.00 Suryanto, 36, warga Desa Brenggolo, Plosoklaten terpaksa berurusan dengan polisi.  “Dia (Suryanto) ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan,” ujar Mukhlason.

Lantaran perbuatan bejatnya, mereka terancam pasal 82 jo pasal 76E UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN – Cabuli remaja bawah umur di lapangan desa, Rabu malam (25/20) sekitar pukul 20.00 seorang pemuda terpaksa berurusan dengan Polsek Plosoklaten. Perbuatan bejat Roma Febri Ari Ardiansyah, 20 warga Desa Klanderan, Plosoklaten terungkap usai orang tua Ha, 16, warga salah satu desa di Kecamatan Pagu memergoki foto bugil anaknya.

Kepada Jawa Pos Radar Kediri Kasubaghumas Polres Kediri AKP Mukhlason mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya laporan ibu korban. Rabu sore, Su, 46, mendatangi Mapolres Kediri untuk melaporkan peristiwa pencabulan yang dialami anaknya. “Kami dapat informasi dari ibu korban kalau anaknya jadi korban pencabulan,”  ujarnya.

Kecurigaan Su bermula saat sering memperhatikan sikap anaknya yang sering keluar rumah tanpa pamit. Ia pun lalu berinisiatif untuk mengecek ponsel Ha.  Betapa terkejutnya dia ketika melihat foto bugil Sa di gadget itu.

Saat itu, Su pun memutuskan untuk menanyai Ha soal temuannya tersebut. Terdesak, Ha pun mengaku jika dia telah disetubuhi oleh Roma. Geram dengan ulah bejat Roma, Su pun memutuskan untuk melapor ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri.

Baca Juga :  Polres Kediri Kebut Penyelesaian Berkas ABG Racuni Pacar

Dapat informasi tersebut, tim buru sergap (buser) pun langsung meluncur ke rumah pelaku. Beruntung Roma belum sempat kabur. Saat polisi tiba, Roma sedang bersantai di ruang tamu rumahnya. Dengan mudah polisi pun langsung membekuk pemuda tersebut tanpa perlawanan.

Setelah diperiksa, Roma mengaku jika dia baru sekali mencabuli Ha. Tindakan tersebut dia lakukan Jumat, 20 Oktober lalu. Malam itu, Ha ia ajak bertemu di lapangan Desa Klanderan. Ha pun menuruti ajakan Roma. Maklum, keduanya memang sudah beberapa bulan terakhir menjalin hubungan asmara.

Setibanya di sana keduanya sempat berbincang-bincang. Memanfaatkan kondisi sepi, timbullah nafsu bejat Roma. Ia pun lalu membujuk Ha untuk berhubungan intim.  “Karena sudah saling kenal, korban pun tidak menolak saat diajak berhubungan intim,” ujar Mukhlason. Apalagi Ha juga dijanjikan akan dinikahi oleh Roma. Karena itu, ia sama sekali tidak menolak saat diajak berhubungan layaknya suami isteri.

Baca Juga :  Tangani 18 Kasus Cabul, Kejari Kabupaten Kediri Janji Hukuman Setimpal

Tidak hanya itu, peristiwa serupa juga terjadi di Desa Sumberejo, Ngasem. Di salah satu kamar sewaan di lokasi ekslokalisasi Dusun Dadapan, seorang  pria nekat menyetubuhi seorang gadis di bawah umur. Akibat peristiwa tersebut, Ap, 16, warga salah satu desa di Kecamatan Plosokaten itu hamil empat bulan.

Beruntung, Ap sempat menceritakan kehamilannya kepada kerabat dekatnya, Pu, 16. Selanjutnya, Pu pun menceritakan apa yang didengarnya kepada orang tua Ap. “Saat ditanya orang tuanya, korban pun mengaku jika dia telah menjadi korban persetubuhan,” ujar Mukhlason. Marah besar, ibu korban pun memutuskan melaporkan peristiwa tersebut ke Unit PPA Polres Kediri.

Akhirnya, Rabu siang (25/10) sekitar pukul 13.00 Suryanto, 36, warga Desa Brenggolo, Plosoklaten terpaksa berurusan dengan polisi.  “Dia (Suryanto) ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan,” ujar Mukhlason.

Lantaran perbuatan bejatnya, mereka terancam pasal 82 jo pasal 76E UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/