23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Polsek Gurah Tangkap Pembuat Mercon

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Insiden ledakan petasan yang membuat tangan Dzakyya Arva Mahardika, 9, terluka parah, agaknya belum membuat warga jera. Kemarin polisi mengamankan Moh. Taufiq Hadi Santoso, 23, warga Desa Besuk, Kecamatan Gurah. Penangkapan dilakukan setelah dia kedapatan memproduksi ratusan petasan yang siap diledakkan saat lebaran nanti.

          Pengamanan Taufiq sekitar pukul 05.30 kemarin tak lepas dari instruksi Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho kepada polsek jajaran untuk mengintensifkan razia petasan. Begitu mendapat informasi tentang aktivitas berbahaya pemuda tersebut, Polsek Gurah langsung bergerak cepat. “Setelah mendapat informasi dari warga tentang pembuatan petasan oleh tersangka, kami langsung bergerak,” kata Kapolsek Gurah AKP Roni Robi Harsono.

          Rupanya warga sudah tak tahan lagi melihat kenekatan Taufiq yang tetap memproduksi petasan meski sudah ada peristiwa nahas di Desa Banjarejo, Ngadiluwih Minggu (23/4) lalu. Senada dengan warga, Unit Reskrim Polsek Gurah yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan.

          Mereka menggerebek rumah Taufiq sekitar pukul 05.30 kemarin. Dari dalam rumah, mereka menemukan dua kilogram (kg) bubuk mesiu atau obat mercon. Polisi juga menemukan 115 gulungan kertas yang siap diisi bubuk mercon. “Rencananya mercon akan diledakkan saat lebaran. Belum sempat diedarkan sudah tertangkap polisi,” lanjut Roni.

Baca Juga :  Orang Miskin Dilarang Sakit

          Kepada polisi, Taufiq mengaku membuat mercon sejak awal Ramadan. Bahan-bahan mercon dibeli jauh hari sebelumnya. Termasuk bubuk petasan yang dibeli secara online dari Blitar. Satu kilogram bahan kimia dibeli seharga Rp 325 ribu.

          Bagaimana dia bisa membuat mercon? Taufiq mengaku belajar secara otodidak. Salah satunya lewat tutorial video di Youtube. “Semuanya dibuat sendiri di rumah,” terang Roni sembari menyebut anggotanya mengamankan gulungan kertas mercon setinggi 50 sentimeter dengan diameter 16 sentimeter. Hingga mercon yang paling kecil dengan panjang 10 sentimeter dan diameter tujuh sentimeter.

          Selain ratusan gulungan mercon, polisi juga menyita enam buah sumbu petasan, enam kayu untuk menggulung kertas mercon. Hingga, dua unit bor listrik untuk melubangi jalur sumbu di petasan. Hingga, tiga kayu untuk penutup lubang sumbu di petasan. “Tersangka kami limpahkan ke Polres Kediri untuk proses lebih lanjut,” tegas Roni.

Baca Juga :  Serahkan Rp 200 Juta kepada Pelaksana Proyek

          Meski sudah mengamankan Taufiq, perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu mengaku tetap mengintensifkan pengawasan hingga lebaran nanti. Dari puluhan desa di sana, Desa Wonojoyo dan Desa Tirulor mendapat pengawasan khusus. “Di sana rawan ada pembuatan petasan,” tegasnya.

          Untuk diketahui, selain polsek jajaran, Satuan Sabhara Polres Kediri juga mengintensifkan razia di seluruh wilayah Bumi Panjalu. Kasatsabhara Polres Kediri AKP Riko Saksono menegaskan, dirinya menerjunkan anggota untuk menyisir keberadaan petasan di sejumlah penjual di Kabupaten Kediri. “Kami awasi terus untuk mencegah timbulnya korban seperti di Ngadiluwih,” tandasnya.

          Seperti diberitakan, selain Taufiq, Polres Kediri sudah mengamankan total 20 tersangka kasus pembuatan petasan dari berbagai daerah di Kediri. Lima di antaranya berstatus anak-anak. Adapun 15 lainnya harus mendekam di tahanan Polres Kediri untuk menunggu proses selanjutnya. (ara/ut)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Insiden ledakan petasan yang membuat tangan Dzakyya Arva Mahardika, 9, terluka parah, agaknya belum membuat warga jera. Kemarin polisi mengamankan Moh. Taufiq Hadi Santoso, 23, warga Desa Besuk, Kecamatan Gurah. Penangkapan dilakukan setelah dia kedapatan memproduksi ratusan petasan yang siap diledakkan saat lebaran nanti.

          Pengamanan Taufiq sekitar pukul 05.30 kemarin tak lepas dari instruksi Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho kepada polsek jajaran untuk mengintensifkan razia petasan. Begitu mendapat informasi tentang aktivitas berbahaya pemuda tersebut, Polsek Gurah langsung bergerak cepat. “Setelah mendapat informasi dari warga tentang pembuatan petasan oleh tersangka, kami langsung bergerak,” kata Kapolsek Gurah AKP Roni Robi Harsono.

          Rupanya warga sudah tak tahan lagi melihat kenekatan Taufiq yang tetap memproduksi petasan meski sudah ada peristiwa nahas di Desa Banjarejo, Ngadiluwih Minggu (23/4) lalu. Senada dengan warga, Unit Reskrim Polsek Gurah yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan.

          Mereka menggerebek rumah Taufiq sekitar pukul 05.30 kemarin. Dari dalam rumah, mereka menemukan dua kilogram (kg) bubuk mesiu atau obat mercon. Polisi juga menemukan 115 gulungan kertas yang siap diisi bubuk mercon. “Rencananya mercon akan diledakkan saat lebaran. Belum sempat diedarkan sudah tertangkap polisi,” lanjut Roni.

Baca Juga :  Rumah Dipatok, Puluhan KK Desa Bakalan Bingung

          Kepada polisi, Taufiq mengaku membuat mercon sejak awal Ramadan. Bahan-bahan mercon dibeli jauh hari sebelumnya. Termasuk bubuk petasan yang dibeli secara online dari Blitar. Satu kilogram bahan kimia dibeli seharga Rp 325 ribu.

          Bagaimana dia bisa membuat mercon? Taufiq mengaku belajar secara otodidak. Salah satunya lewat tutorial video di Youtube. “Semuanya dibuat sendiri di rumah,” terang Roni sembari menyebut anggotanya mengamankan gulungan kertas mercon setinggi 50 sentimeter dengan diameter 16 sentimeter. Hingga mercon yang paling kecil dengan panjang 10 sentimeter dan diameter tujuh sentimeter.

          Selain ratusan gulungan mercon, polisi juga menyita enam buah sumbu petasan, enam kayu untuk menggulung kertas mercon. Hingga, dua unit bor listrik untuk melubangi jalur sumbu di petasan. Hingga, tiga kayu untuk penutup lubang sumbu di petasan. “Tersangka kami limpahkan ke Polres Kediri untuk proses lebih lanjut,” tegas Roni.

Baca Juga :  Kapolres Kediri Geser Dua Kasat dan 4 Kapolsek¬†

          Meski sudah mengamankan Taufiq, perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu mengaku tetap mengintensifkan pengawasan hingga lebaran nanti. Dari puluhan desa di sana, Desa Wonojoyo dan Desa Tirulor mendapat pengawasan khusus. “Di sana rawan ada pembuatan petasan,” tegasnya.

          Untuk diketahui, selain polsek jajaran, Satuan Sabhara Polres Kediri juga mengintensifkan razia di seluruh wilayah Bumi Panjalu. Kasatsabhara Polres Kediri AKP Riko Saksono menegaskan, dirinya menerjunkan anggota untuk menyisir keberadaan petasan di sejumlah penjual di Kabupaten Kediri. “Kami awasi terus untuk mencegah timbulnya korban seperti di Ngadiluwih,” tandasnya.

          Seperti diberitakan, selain Taufiq, Polres Kediri sudah mengamankan total 20 tersangka kasus pembuatan petasan dari berbagai daerah di Kediri. Lima di antaranya berstatus anak-anak. Adapun 15 lainnya harus mendekam di tahanan Polres Kediri untuk menunggu proses selanjutnya. (ara/ut)

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/