23.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Gara-gara ‘Melumasi’ Istri Bos

Soal mengutak-atik mesin kendaraan bermotor, Sudrun boleh disebut jagonya. Mesin apapun dia tahu. Bila ada kerusakan, akan dengan cepat dia perbaiki. Mesin-mesin yang sudah bersuara kasar akan jadi halus setelah dia beri pelumas.

Repotnya, keahlian Sudrun tak sebatas di mesin saja. Tapi sudah nggladrah ke mana-mana. Sampai-sampai, istri bosnya pun ikut dia beri ‘pelumas’. Nah, untuk yang ini, tentu saya yang senang mung istrine bos ae. Sedangkan si bos, jadi muring-muring gak karuan.

Tabiat Sudrun yang senang otak-atik ‘mesin’ istri bos itulah yang membuatnya harus sering pindah pekerjaan. Begitu ketahuan ber-rendesvous di ranjang, Sudrun langsung ditendang. Tapi, dasar Sudrun punya kemampuan mengotak-atik mesin (yang ini mesin sungguhan), dia juga mudah mencari bengkel.

Suatu saat, Sudrun bekerja di salah satu bengkel. Karena kepintarannya dia segera memikat sang bos menjadi karyawan kepercayaan. Nah, suatu saat dia diminta mengatar istri bosnya pulang. Entah kemampuan merayu gaya apa yang ditunjukkan Sudrun pada Minthul, sang istri bos itu. Ternyata, bukannya kembali ke rumah, tapi keduanya justru berbelok arah ke luar kota. Tentu tak memberitahu sang bos.

Di luar kota, keduanya mencari tempat yang sip untuk indehoi. Kemampuannya memreteli mesin diperagakan dengan baik oleh Sudrun. Dia pun mencopoti satu per satu baju yang melekat di tubuh Minthul. Hingga terlihatlah tubuh mulus istri bos yang ramping mirip bodi Lamborghini Aventador.

Baca Juga :  Javier Roca Perbaiki Masalah Konsentrasi Persik

Tak cukup memeragakan kemampuan bongkar pasang mesinnya ke Minthul, Sudrun melanjutkan dengan keahliannya meminyaki mesin agar kian licin. Tapi, yang diminyaki kali ini bukan kendaraan, melainkan barang berharga milik Minthul. Toh, si wanita ternyata suka. Membuatnya terus merem melek sepanjang malam.

Sialnya, eh, untungnya, aksi tak terpuji Sudrun ketahuan sang bos. Marah, sang bos langsung memecatnya. Membuat Sudrun jadi pengangguran.

Tapi, dasar Sudrun, dia pandai melompat mencari pekerjaan baru. Kali ini dia mendapat pekerjaan di salah satu bengkel di Kota Batu. Karena di luar kota, Sudrun pun pulang hanya seminggu sekali.

Lagi-lagi, dasar si Sudrun sudah watak senang selingkuh, di tempat kerjanya ini dia pun melakukan hal yang sama. Menggauli Minthil, istri sang bos. Dan, lagi-lagi, dia ketahuan ketika tengah asyik ‘ngetap oli’ di tempat yang tidak seharusnya, peh!

Kali ini ceritanya agak berbeda. Sang bos merasa terluka. Dia pun melaporkan Sudrun ke polisi. Jadinya, si tukang selingkuh ini sempat mendekam di kantor polisi.

“Saya dikabar bosnya bila suami saya ada di kantor polisi,” keluh Mbok Ndewor, istri Sudrun.

Untung, setelah diurus, bos Sudrun tak memperpanjang masalah. Akhirnya, Sudrun pun bisa keluar penjara. Kemudian pulang ke Kediri dengan bebas.

Tapi, Mbok Ndewor sudah tak tahan dengan sikap suaminya yang doyan wanita lain. “Sejak sebelum menikah, penyakitnya itu memang suka main perempuan. Dan tidak berhenti meski sudah ada saya di sampingnya,” gerutu Mbok Ndewor, yang akhirnya membawa kisah keluarga ini ke pengadilan agama.

Baca Juga :  Hartatik dan Junaedi, Guru di Sekolah Lereng Gunung Wilis

Wajar bila Mbok Ndewor sudah tak tahan. Sudrun memang doyan sekali main perempuan. Dan yang jadi target tak jauh-jauh dari tempatnya bekerja. Kadang pemilik warung dekat bengkel, kadang sales promotion girl spare part, atau istri sang bos, peh, edian tenaann.

Ulah Sudrun itu sampai membuat berantakan keluarga salah satu bosnya. Ada salah satu korbannya yang dicerai suaminya. Seperti istri pemilik bos bengkel di Pare. Karena itu Mbok Ndewor merasa sangat bersalah.

“Gugatan cerai ini juga karena saya nggak enak sama mantan istri bos Sudrun. Tertekan hatiku,” akunya.

Ya, Mbok Ndewor memang layak kasihan pada korban-korban Sudrun. Salah satunya, setelah dicerai suaminya terpaksa kerja serabutan. Padahal korban Sudrun itu harus menafkahi seorang anak.

Bagaimana dengan Sudrun? Pria ini mengaku masih mencintai Mbok Ndewor. Soal selingkuh itu, dia mengaku khilaf. “Ya maklum tinggal jauh dari istri. Pas pingin begituan, yang ada istri sang bos. Ndilalah kok dia juga mau, akhirnya jadi deh,” dalihnya.

Peh, dasar Sudrun tak tahu malu. Masak khilaf kok berkali-kali. Dasar kakean alasan! (ica/fud)

- Advertisement -

Soal mengutak-atik mesin kendaraan bermotor, Sudrun boleh disebut jagonya. Mesin apapun dia tahu. Bila ada kerusakan, akan dengan cepat dia perbaiki. Mesin-mesin yang sudah bersuara kasar akan jadi halus setelah dia beri pelumas.

Repotnya, keahlian Sudrun tak sebatas di mesin saja. Tapi sudah nggladrah ke mana-mana. Sampai-sampai, istri bosnya pun ikut dia beri ‘pelumas’. Nah, untuk yang ini, tentu saya yang senang mung istrine bos ae. Sedangkan si bos, jadi muring-muring gak karuan.

Tabiat Sudrun yang senang otak-atik ‘mesin’ istri bos itulah yang membuatnya harus sering pindah pekerjaan. Begitu ketahuan ber-rendesvous di ranjang, Sudrun langsung ditendang. Tapi, dasar Sudrun punya kemampuan mengotak-atik mesin (yang ini mesin sungguhan), dia juga mudah mencari bengkel.

Suatu saat, Sudrun bekerja di salah satu bengkel. Karena kepintarannya dia segera memikat sang bos menjadi karyawan kepercayaan. Nah, suatu saat dia diminta mengatar istri bosnya pulang. Entah kemampuan merayu gaya apa yang ditunjukkan Sudrun pada Minthul, sang istri bos itu. Ternyata, bukannya kembali ke rumah, tapi keduanya justru berbelok arah ke luar kota. Tentu tak memberitahu sang bos.

Di luar kota, keduanya mencari tempat yang sip untuk indehoi. Kemampuannya memreteli mesin diperagakan dengan baik oleh Sudrun. Dia pun mencopoti satu per satu baju yang melekat di tubuh Minthul. Hingga terlihatlah tubuh mulus istri bos yang ramping mirip bodi Lamborghini Aventador.

Baca Juga :  Javier Roca Perbaiki Masalah Konsentrasi Persik

Tak cukup memeragakan kemampuan bongkar pasang mesinnya ke Minthul, Sudrun melanjutkan dengan keahliannya meminyaki mesin agar kian licin. Tapi, yang diminyaki kali ini bukan kendaraan, melainkan barang berharga milik Minthul. Toh, si wanita ternyata suka. Membuatnya terus merem melek sepanjang malam.

Sialnya, eh, untungnya, aksi tak terpuji Sudrun ketahuan sang bos. Marah, sang bos langsung memecatnya. Membuat Sudrun jadi pengangguran.

Tapi, dasar Sudrun, dia pandai melompat mencari pekerjaan baru. Kali ini dia mendapat pekerjaan di salah satu bengkel di Kota Batu. Karena di luar kota, Sudrun pun pulang hanya seminggu sekali.

Lagi-lagi, dasar si Sudrun sudah watak senang selingkuh, di tempat kerjanya ini dia pun melakukan hal yang sama. Menggauli Minthil, istri sang bos. Dan, lagi-lagi, dia ketahuan ketika tengah asyik ‘ngetap oli’ di tempat yang tidak seharusnya, peh!

Kali ini ceritanya agak berbeda. Sang bos merasa terluka. Dia pun melaporkan Sudrun ke polisi. Jadinya, si tukang selingkuh ini sempat mendekam di kantor polisi.

“Saya dikabar bosnya bila suami saya ada di kantor polisi,” keluh Mbok Ndewor, istri Sudrun.

Untung, setelah diurus, bos Sudrun tak memperpanjang masalah. Akhirnya, Sudrun pun bisa keluar penjara. Kemudian pulang ke Kediri dengan bebas.

Tapi, Mbok Ndewor sudah tak tahan dengan sikap suaminya yang doyan wanita lain. “Sejak sebelum menikah, penyakitnya itu memang suka main perempuan. Dan tidak berhenti meski sudah ada saya di sampingnya,” gerutu Mbok Ndewor, yang akhirnya membawa kisah keluarga ini ke pengadilan agama.

Baca Juga :  Perang Saudara Berujung Penjara

Wajar bila Mbok Ndewor sudah tak tahan. Sudrun memang doyan sekali main perempuan. Dan yang jadi target tak jauh-jauh dari tempatnya bekerja. Kadang pemilik warung dekat bengkel, kadang sales promotion girl spare part, atau istri sang bos, peh, edian tenaann.

Ulah Sudrun itu sampai membuat berantakan keluarga salah satu bosnya. Ada salah satu korbannya yang dicerai suaminya. Seperti istri pemilik bos bengkel di Pare. Karena itu Mbok Ndewor merasa sangat bersalah.

“Gugatan cerai ini juga karena saya nggak enak sama mantan istri bos Sudrun. Tertekan hatiku,” akunya.

Ya, Mbok Ndewor memang layak kasihan pada korban-korban Sudrun. Salah satunya, setelah dicerai suaminya terpaksa kerja serabutan. Padahal korban Sudrun itu harus menafkahi seorang anak.

Bagaimana dengan Sudrun? Pria ini mengaku masih mencintai Mbok Ndewor. Soal selingkuh itu, dia mengaku khilaf. “Ya maklum tinggal jauh dari istri. Pas pingin begituan, yang ada istri sang bos. Ndilalah kok dia juga mau, akhirnya jadi deh,” dalihnya.

Peh, dasar Sudrun tak tahu malu. Masak khilaf kok berkali-kali. Dasar kakean alasan! (ica/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/