27 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Warga Jombang Tewas Gantung Diri di Pesantren

PESANTREN, JP Radar Kediri – M. Atim, 51, nekat mengakhiri hidupnya dengan jalan pintas. Dia gantung diri di rumah kontrakannya, Perumahan Magersari, Kelurahan/Kecamatan Pesantren sekitar pukul 06.30 kemarin. Pria asli Dapurkejambon, Jombang itu diduga depresi karena penyakit asam lambung yang tak kunjung sembuh.

Kasihumas Polsek Pesantren Aiptu Moh. Mekrot mengatakan, kali pertama jasad Atim ditemukan Wahyudi Kuswoko, 48, teman satu kontrakannya asal Dusun Sumberbendo, Jogoroto, Jombang. “Saat ditemukan sudah menggantung di dinding lorong antara ruang tamu dan dapur. Posisinya duduk,” ujarnya. 

Lehernya terjerat selang plastik untuk bangunan yang terikat di atap. Wahyudi yang pulang kerja pagi itu kaget melihatnya. Padahal malamnya Atim sempat minta tolong untuk mengeroki punggungnya. “Korban mengeluh sakit panas, batuk, dan lambungnya nyeri,” terang Mekrot.

Baca Juga :  Jalan Licin, Menyalip Bus, Siswa SMK Tewas

Tiga hari sebelumnya, Atim sempat periksa ke mantri kesehatan. “Sudah dites swab, hasilnya negatif Covid19. Ada bukti surat keterangan hasil swabnya diberikan oleh saksi,” imbuhnya. 

Namun nyeri pada lambungnya tak kunjung sembuh hingga Minggu malam (25/7). Sakit lambung Atim yang baru bekerja di pabrik wilayah Pesantren itu memang beberapa kali kambuh. Dia pun tak bisa bekerja. “Dugaannya masih depresi akibat penyakitnya, karena saat ditemukan dan dicek pada tubuh korban tidak ada tanda bekas kekerasan,” jelas Mekrot. Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses pemulangan ke rumah duka di Jombang. (ica/ndr)

- Advertisement -

PESANTREN, JP Radar Kediri – M. Atim, 51, nekat mengakhiri hidupnya dengan jalan pintas. Dia gantung diri di rumah kontrakannya, Perumahan Magersari, Kelurahan/Kecamatan Pesantren sekitar pukul 06.30 kemarin. Pria asli Dapurkejambon, Jombang itu diduga depresi karena penyakit asam lambung yang tak kunjung sembuh.

Kasihumas Polsek Pesantren Aiptu Moh. Mekrot mengatakan, kali pertama jasad Atim ditemukan Wahyudi Kuswoko, 48, teman satu kontrakannya asal Dusun Sumberbendo, Jogoroto, Jombang. “Saat ditemukan sudah menggantung di dinding lorong antara ruang tamu dan dapur. Posisinya duduk,” ujarnya. 

Lehernya terjerat selang plastik untuk bangunan yang terikat di atap. Wahyudi yang pulang kerja pagi itu kaget melihatnya. Padahal malamnya Atim sempat minta tolong untuk mengeroki punggungnya. “Korban mengeluh sakit panas, batuk, dan lambungnya nyeri,” terang Mekrot.

Baca Juga :  Kebakaran Hutan, Pipa 780 Meter Rusak

Tiga hari sebelumnya, Atim sempat periksa ke mantri kesehatan. “Sudah dites swab, hasilnya negatif Covid19. Ada bukti surat keterangan hasil swabnya diberikan oleh saksi,” imbuhnya. 

Namun nyeri pada lambungnya tak kunjung sembuh hingga Minggu malam (25/7). Sakit lambung Atim yang baru bekerja di pabrik wilayah Pesantren itu memang beberapa kali kambuh. Dia pun tak bisa bekerja. “Dugaannya masih depresi akibat penyakitnya, karena saat ditemukan dan dicek pada tubuh korban tidak ada tanda bekas kekerasan,” jelas Mekrot. Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses pemulangan ke rumah duka di Jombang. (ica/ndr)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/