24.2 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Terjerat Kasus Pungli, Mantan Lurah Warujayeng Ditahan

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Kelurahan Warujayeng tahun 2020, Tanjunganom membuat Koderi, mantan lurah, harus mendekam di tahanan. Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk membawa Koderi dan Hari Mustaji, ketua Panitia II PTSL Kelurahan Warujayeng, ke Rutan Kelas II B Nganjuk Jumat (25/6) lalu. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan kasus dugaan pungutan liar (pungli).

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, keduanya ditahan atas dugaan kasus pungutan liar PTSL di wilayahnya. Tarif PTSL yang seharusnya hanya Rp 150 ribu per bidang, dikenakan lebih mahal. Yakni, mulai Rp 700 ribu, Rp 800 ribu, hingga Rp 1 juta per bidang. 

Baca Juga :  Hasil Rapid Test Dua Saksi Nonreaktif

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nganjuk Andie Wicaksono mengungkapkan, Koderi dan Hari Mustaji dipanggil kemarin untuk menjalani pemeriksaan. Penyidik mendalami keterlibatan keduanya dalam program PTSL yang berlangsung April hingga 15 Desember tahun lalu. “Uang pungutan yang terkumpul mencapai Rp 1,412 miliar,” terang Andie.

Terkait penahanan dua tersangka, Andie menyebut penyidik memiliki beberapa pertimbangan. Di antaranya, mereka khawatir Koderi dan Hari akan melarikan diri. Pertimbangan lain, keduanya dikhawatirkan bisa menghilangkan barang bukti. 

Dengan pertimbangan tersebut, dua tersangka langsung dititipkan ke Rutan Kelas II B Nganjuk usai pemeriksaan. Akibat perbuatannya, Koderi dan Hari Mustaji diancam pasal 12 huruf b atau pasal 12 huruf e atau pasal 11 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Temukan Jenazah Membusuk di Teras

Usai menahan tersangka kemarin, Andie menegaskan penyidik akan melanjutkan penyidikan. Apakah mereka akan memeriksa para saksi baru dalam kasus tersebut? Ditanya demikian, Andie mengaku belum bisa membeberkan lebih jauh. (ara/ut)

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Kelurahan Warujayeng tahun 2020, Tanjunganom membuat Koderi, mantan lurah, harus mendekam di tahanan. Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk membawa Koderi dan Hari Mustaji, ketua Panitia II PTSL Kelurahan Warujayeng, ke Rutan Kelas II B Nganjuk Jumat (25/6) lalu. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan kasus dugaan pungutan liar (pungli).

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, keduanya ditahan atas dugaan kasus pungutan liar PTSL di wilayahnya. Tarif PTSL yang seharusnya hanya Rp 150 ribu per bidang, dikenakan lebih mahal. Yakni, mulai Rp 700 ribu, Rp 800 ribu, hingga Rp 1 juta per bidang. 

Baca Juga :  Gara-gara Sabu, Pengedar Kena 4 Tahun

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nganjuk Andie Wicaksono mengungkapkan, Koderi dan Hari Mustaji dipanggil kemarin untuk menjalani pemeriksaan. Penyidik mendalami keterlibatan keduanya dalam program PTSL yang berlangsung April hingga 15 Desember tahun lalu. “Uang pungutan yang terkumpul mencapai Rp 1,412 miliar,” terang Andie.

Terkait penahanan dua tersangka, Andie menyebut penyidik memiliki beberapa pertimbangan. Di antaranya, mereka khawatir Koderi dan Hari akan melarikan diri. Pertimbangan lain, keduanya dikhawatirkan bisa menghilangkan barang bukti. 

Dengan pertimbangan tersebut, dua tersangka langsung dititipkan ke Rutan Kelas II B Nganjuk usai pemeriksaan. Akibat perbuatannya, Koderi dan Hari Mustaji diancam pasal 12 huruf b atau pasal 12 huruf e atau pasal 11 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Dua Minggu, Polres Kediri Kota Bekuk Empat Penjahat

Usai menahan tersangka kemarin, Andie menegaskan penyidik akan melanjutkan penyidikan. Apakah mereka akan memeriksa para saksi baru dalam kasus tersebut? Ditanya demikian, Andie mengaku belum bisa membeberkan lebih jauh. (ara/ut)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/