26.7 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Satlantas Polres Kediri Terapkan Sanksi Pengguna Skutik Yang Melanggar

 NGASEM, JP Radar Kediri– Satlantas Polres Kediri mengingatkan pengguna skuter listrik (skutik) agar tidak berkendara di jalan raya yang padat arus lalu lintas (lalin). Jika melanggar akan dikenakan sanksi denda. Meski begitu, tak dilarang menaikinya di area tertentu.

“Diperbolehkan melakukan kegiatan menggunakan skuter elektrik, tetapi bukan di area jalan yang padat kendaraan,” ujar Kasatlantas Polres Kediri AKP Bobby Muhammad Zulfikar kemarin.

Selama ini, penyewa skuter listrik baru beroperasi di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem. Untuk menyosialisasikan kebijakan skutik itu, satlantas mengumpulkan lima pelaku usaha yang memiliki jasa penyewaan kendaraan mirip sepeda itu.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 tersebut, selain mendatangkan pemilik rental skutik juga mengundang dinas terkait. Mulai dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri dan Satpol PP Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  Petani Tewas di Kandang Sapi

Ketika ditemui koran ini di kantornya, Bobby mengatakan, pertemuan itu membahas beroperasinya skutik di wilayah kerjanya. Menurutnya, ada beberapa lokasi yang tidak diperbolehkan dilintasi kendaraan listrik itu. Selain di jalan seputar bundaran SLG, lokasi lainnya adalah jalur depan Polsek Ngasem dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri.

“Selain itu, juga dilarang melintas di jalan menuju arah Kediri Kota dan Kecamatan Plosoklaten,” imbuh perwira Polri berpangkat balok tiga ini.

Dengan mengundang perwakilan penyedia jasa skutik, Bobby bisa menyampaikan pedoman dan landasan dalam memberikan aturan terkait larangan aktivitas kendaraan ini di jalan raya.

Kebijakan itu berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Pemenhub) Nomor 45/2020 tentang kendaraan tertentu dengan menggunakan motor listrik. Sesuai pasal 5 ayat 1 Permenhub itu, Boby mengatakan, kendaraan listrik tersebut hanya boleh beroperasi di jalur khusus atau kawasan tertentu. Seperti di area wisata SLG misalnya. “Di luar area itu penggunaan skuter listrik dilarang,” ungkap Bobby.

Baca Juga :  Mutasi Kapolres Kediri, Sisakan ‘Warisan’ untuk sang Pengganti

Karena itu, bila ditemukan pelanggaran oleh pihak penyewa maupun pengelola, maka satlantas akan mengenakan sanksi denda atau penjara selama satu bulan. “Kita akan kenakan pasal 282, UU Nomor 22/2009 juncto pasal 103 di mana kita bisa kenakan kurungan 1 bulan atau denda Rp 250 ribu,” kata Bobby. (ara/ndr)

- Advertisement -

 NGASEM, JP Radar Kediri– Satlantas Polres Kediri mengingatkan pengguna skuter listrik (skutik) agar tidak berkendara di jalan raya yang padat arus lalu lintas (lalin). Jika melanggar akan dikenakan sanksi denda. Meski begitu, tak dilarang menaikinya di area tertentu.

“Diperbolehkan melakukan kegiatan menggunakan skuter elektrik, tetapi bukan di area jalan yang padat kendaraan,” ujar Kasatlantas Polres Kediri AKP Bobby Muhammad Zulfikar kemarin.

Selama ini, penyewa skuter listrik baru beroperasi di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem. Untuk menyosialisasikan kebijakan skutik itu, satlantas mengumpulkan lima pelaku usaha yang memiliki jasa penyewaan kendaraan mirip sepeda itu.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 tersebut, selain mendatangkan pemilik rental skutik juga mengundang dinas terkait. Mulai dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri dan Satpol PP Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  Pemandu Lagu Divonis 1 Tahun

Ketika ditemui koran ini di kantornya, Bobby mengatakan, pertemuan itu membahas beroperasinya skutik di wilayah kerjanya. Menurutnya, ada beberapa lokasi yang tidak diperbolehkan dilintasi kendaraan listrik itu. Selain di jalan seputar bundaran SLG, lokasi lainnya adalah jalur depan Polsek Ngasem dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri.

“Selain itu, juga dilarang melintas di jalan menuju arah Kediri Kota dan Kecamatan Plosoklaten,” imbuh perwira Polri berpangkat balok tiga ini.

Dengan mengundang perwakilan penyedia jasa skutik, Bobby bisa menyampaikan pedoman dan landasan dalam memberikan aturan terkait larangan aktivitas kendaraan ini di jalan raya.

Kebijakan itu berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Pemenhub) Nomor 45/2020 tentang kendaraan tertentu dengan menggunakan motor listrik. Sesuai pasal 5 ayat 1 Permenhub itu, Boby mengatakan, kendaraan listrik tersebut hanya boleh beroperasi di jalur khusus atau kawasan tertentu. Seperti di area wisata SLG misalnya. “Di luar area itu penggunaan skuter listrik dilarang,” ungkap Bobby.

Baca Juga :  Warga Demo, Peringkat Pertama Ancam Gugat ke PTUN

Karena itu, bila ditemukan pelanggaran oleh pihak penyewa maupun pengelola, maka satlantas akan mengenakan sanksi denda atau penjara selama satu bulan. “Kita akan kenakan pasal 282, UU Nomor 22/2009 juncto pasal 103 di mana kita bisa kenakan kurungan 1 bulan atau denda Rp 250 ribu,” kata Bobby. (ara/ndr)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/