26.7 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Kasus Persetubuhan Gadis di Bawah Umur: CC Kenal Andi dari Tantan

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Media sosial (medsos) menjadi penyebab pertemuan antara CC dan Andi Winarko, 55. Dari aplikasi yang bernama Tantan itulah kedua orang berlainan jenis serta berbeda usia puluhan tahun itu akhirnya berhubungan intim. Hingga keduanya digerebek oleh aparat di salah satu hotel. 

Fakta itu terungkat saat polisi menampakkan sosok tersangka dalam kasus persetubuhan di bawah umur itu ke hadapan para jurnalis kemarin (24/8). Polisi mengatakan, kedua orang tersebut kenal pertama kali melalui aplikasi Tantan, satu aplikasi kencan online. 

“Dari aplikasi tersebut kemudian pindah ke WhatsApp,” terang Kasat Reskrim AKP Rizkika Athmada melalui Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Yahya Ubaid.

Ketika berkenalan, CC-yang alamat orang tuanya di Kecamatan Kayenkidul- mengaku sebagai mahasiswa. Beberapa kali chatting gadis berusia 15 tahun ini akhirnya cocok dengan Koko. Dia menganggap lelaki yang layak menjadi ayahnya itu bisa mengerti dirinya.

Berdasarkan keterangan dari Koko, CC sering menceritakan semua yang  terjadi pada lelaki asal Jakarta Barat ini. Termasuk kondisi keluarga. Karena merasa dekat itulah akhirnya CC minta bertemu dengan Koko.

Baca Juga :  Pamit Mencari Rumput, Petani Temukan Mayat

Pertemuan pertama berlangsung pada Juni. Keduanya bertemu di Hotel Rumah Pawon Kediri. Setelah makan keduanya melanjutkan dengan jalan-jalan. Setelah larut malam keduanya akhirnya check ini di Front One Hotel dan melakukan persetubuhan.

Keduanya kembali bertemu pada Agustus. Pada bulan ini mereka dua kali bertemu. Sebelum ke Pasuruan keduanya juga sempat pergi ke Bali. Setiap kali bertemu keduanya selalu melakukan hubungan badan.

“Jadi jumlah mereka bertemu sebanyak empat kali. Yang satu ketika dilakukan penggerebekan,” ujar Yahya.

Menurut Yahya, sebelum penangkapan itu tersangka ke Kediri karena dipancing ibu korban. Jumat (20/8) Koko check in di hotel sekitar pukul 11.00 WIB. Tentu saja CC juga ikut menginap di sana. Namun, keduanya mengaku belum sempat berhubungan badan. Karena kecapaian mereka mengaku hanya tidur saja.

Selama pergi dengan CC, Koko telah mengeluarkan uang untuk pasangannya itu. Nilainya mencapai Rp 3 juta. Tapi, pemberian tidak diberikan setelah melakukan persetubuhan. Uang itu menurut Koko untuk memenuhi kebutuhan CC. Bahkan, lelaki ini bersedia menikahi CC meskipun dia sendiri sudah punya istri. Hanya, tentu saja tak mudah untuk menikahi gadis di bawah umur. Karena akan terbentur perundang-undangan.

Baca Juga :  Kios Tidak Boleh Dipindahkan

Sementara, saat dibawa ke depan wartawan, Koko hanya mengenakan kaos lengan pendek warna hitam dipadu celana warna khaki sepanjang lutut. Mulut dan hidungnya tertutup masker medis.

Koko telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur. Dia dianggap menabrak aturan di pasal 82 ayat 1 Junto pasal 76E Undang-Undang RI nomor 17/2016 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman maksimalnya 15 tahun penjara. 

Hingga kemarin, Koko belum didampingi penasihat hukum. “Untuk saat ini tersangka belum mengajukan penasihat hukum. Namun jika tidak ada nanti akan dicarikan,” terang Yahya. (ara/fud)

Fakta-Fakta Hubungan CC-Koko

Pertama kali berkenalan lewat aplikasi kencan Tantan. Setelah itu berpindah ke WhatsApp.

CC merasa nyaman dan cocok dengan Koko. Dia mengaku sebagai mahasiswa. Koko juga beberapa kali mengirim uang untuk biaya sehari-hari CC.

Telah bertemu sebanyak empat kali. Dalam tiga kali pertemuan selalu melakukan hubungan badan. Di pertemuan keempat belum sempat melakukan tapi keburu digerebek.

Kedatangan Koko yang keempat karena dipancing ibu korban. 

Sumber: Keterangan polisi

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Media sosial (medsos) menjadi penyebab pertemuan antara CC dan Andi Winarko, 55. Dari aplikasi yang bernama Tantan itulah kedua orang berlainan jenis serta berbeda usia puluhan tahun itu akhirnya berhubungan intim. Hingga keduanya digerebek oleh aparat di salah satu hotel. 

Fakta itu terungkat saat polisi menampakkan sosok tersangka dalam kasus persetubuhan di bawah umur itu ke hadapan para jurnalis kemarin (24/8). Polisi mengatakan, kedua orang tersebut kenal pertama kali melalui aplikasi Tantan, satu aplikasi kencan online. 

“Dari aplikasi tersebut kemudian pindah ke WhatsApp,” terang Kasat Reskrim AKP Rizkika Athmada melalui Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Yahya Ubaid.

Ketika berkenalan, CC-yang alamat orang tuanya di Kecamatan Kayenkidul- mengaku sebagai mahasiswa. Beberapa kali chatting gadis berusia 15 tahun ini akhirnya cocok dengan Koko. Dia menganggap lelaki yang layak menjadi ayahnya itu bisa mengerti dirinya.

Berdasarkan keterangan dari Koko, CC sering menceritakan semua yang  terjadi pada lelaki asal Jakarta Barat ini. Termasuk kondisi keluarga. Karena merasa dekat itulah akhirnya CC minta bertemu dengan Koko.

Baca Juga :  Polisi Belum Juga Tetapkan Tersangka Kasus Limbah Beracun

Pertemuan pertama berlangsung pada Juni. Keduanya bertemu di Hotel Rumah Pawon Kediri. Setelah makan keduanya melanjutkan dengan jalan-jalan. Setelah larut malam keduanya akhirnya check ini di Front One Hotel dan melakukan persetubuhan.

Keduanya kembali bertemu pada Agustus. Pada bulan ini mereka dua kali bertemu. Sebelum ke Pasuruan keduanya juga sempat pergi ke Bali. Setiap kali bertemu keduanya selalu melakukan hubungan badan.

“Jadi jumlah mereka bertemu sebanyak empat kali. Yang satu ketika dilakukan penggerebekan,” ujar Yahya.

Menurut Yahya, sebelum penangkapan itu tersangka ke Kediri karena dipancing ibu korban. Jumat (20/8) Koko check in di hotel sekitar pukul 11.00 WIB. Tentu saja CC juga ikut menginap di sana. Namun, keduanya mengaku belum sempat berhubungan badan. Karena kecapaian mereka mengaku hanya tidur saja.

Selama pergi dengan CC, Koko telah mengeluarkan uang untuk pasangannya itu. Nilainya mencapai Rp 3 juta. Tapi, pemberian tidak diberikan setelah melakukan persetubuhan. Uang itu menurut Koko untuk memenuhi kebutuhan CC. Bahkan, lelaki ini bersedia menikahi CC meskipun dia sendiri sudah punya istri. Hanya, tentu saja tak mudah untuk menikahi gadis di bawah umur. Karena akan terbentur perundang-undangan.

Baca Juga :  Bambang Sarwa Sembada Selewengkan APBDes Kras Rp 0,5 Miliar?

Sementara, saat dibawa ke depan wartawan, Koko hanya mengenakan kaos lengan pendek warna hitam dipadu celana warna khaki sepanjang lutut. Mulut dan hidungnya tertutup masker medis.

Koko telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur. Dia dianggap menabrak aturan di pasal 82 ayat 1 Junto pasal 76E Undang-Undang RI nomor 17/2016 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman maksimalnya 15 tahun penjara. 

Hingga kemarin, Koko belum didampingi penasihat hukum. “Untuk saat ini tersangka belum mengajukan penasihat hukum. Namun jika tidak ada nanti akan dicarikan,” terang Yahya. (ara/fud)

Fakta-Fakta Hubungan CC-Koko

Pertama kali berkenalan lewat aplikasi kencan Tantan. Setelah itu berpindah ke WhatsApp.

CC merasa nyaman dan cocok dengan Koko. Dia mengaku sebagai mahasiswa. Koko juga beberapa kali mengirim uang untuk biaya sehari-hari CC.

Telah bertemu sebanyak empat kali. Dalam tiga kali pertemuan selalu melakukan hubungan badan. Di pertemuan keempat belum sempat melakukan tapi keburu digerebek.

Kedatangan Koko yang keempat karena dipancing ibu korban. 

Sumber: Keterangan polisi

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/