23.6 C
Kediri
Tuesday, August 16, 2022

Pakai Label Vitamin B1

- Advertisement -

NGANJUK – Pengedar narkoba menggunakan berbagai cara untuk menjual barang terlarangnya. Yang terbaru, Sugeng, 21 asal Kelurahan Bogo, Nganjuk; Indra, 21, asal Desa Getas, Kecamatan Tanjunganom dan Hendra, 37, asal Desa Sumberkepuh, Tanjunganom nekat melabeli dobel L dengan tulisan vitamin B1. Nahas, siasat mereka gagal dan ketiganya harus mendekam di tahanan Polsek Nganjuk Kota sejak kemarin.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, penangkapan tiga pria itu berawal dari informasi yang didapat dari masyarakat. Yaitu, tentang aktivitas Sugeng mengedarkan pil dobel L. Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap Sugeng dengan barang bukti pil dobel L sebanyak 45 butir di sakunya. “Usai menangkap Sugeng kami langsung melakukan pengembangan,” kata Kapolsek Nganjuk Kota Kompol Totok Widiarto.

Baca Juga :  Doa 40 Hari untuk Budi Hartanto di Taman Brantas

Kepada polisi, Sugeng mengaku mendapat barang dari Indra. Tak mau buruannya lolos, Indra langsung dibekuk sekitar pukul 23.00 Senin (23/10) lalu. Dari keterangan Indra, polisi langsung memburu Hendra yang disebut sebagai pemasok utama.

Sekitar pukul 00.15, polisi menggerebek rumah Hendra di Desa Sumberkepuh, Kecamatan Tanjunganom. Di sana, polisi mendapati ada lima plastik besar pil berwarna putih yang bentuknya seperti dobel L. Hanya saja, di dalam plastik itu ada tulisan vitamin B1. Tidak hanya nama vitamin, untuk meyakinkan orang, label juga berisi tulisan komposisi dan indikasi obat.

Di sana juga tertera nomor registrasi berikut tanggal kedaluwarsa. “Setelah diamati anggota, memang isinya pil dobel L. Bukan vitamin B1,” terang Totok sembari menyebut total ada 5.998 butir dobel L yang diamankan dari Hendra.

Baca Juga :  Bawa 600 Butir Pil Dobel L di Pasar Pahing, Pemuda Pesantren Disergap
- Advertisement -

Lebih jauh Totok mengatakan, peredaran dobel L dengan menggunakan label vitamin B1 ini perlu diwaspadai bersama. “Ini merupakan modus baru yang harus diwaspadai,” terang Totok sembari menyebut barang bukti dobel L dari ketiganya total sebanyak 6.043 butir.

- Advertisement -

NGANJUK – Pengedar narkoba menggunakan berbagai cara untuk menjual barang terlarangnya. Yang terbaru, Sugeng, 21 asal Kelurahan Bogo, Nganjuk; Indra, 21, asal Desa Getas, Kecamatan Tanjunganom dan Hendra, 37, asal Desa Sumberkepuh, Tanjunganom nekat melabeli dobel L dengan tulisan vitamin B1. Nahas, siasat mereka gagal dan ketiganya harus mendekam di tahanan Polsek Nganjuk Kota sejak kemarin.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, penangkapan tiga pria itu berawal dari informasi yang didapat dari masyarakat. Yaitu, tentang aktivitas Sugeng mengedarkan pil dobel L. Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap Sugeng dengan barang bukti pil dobel L sebanyak 45 butir di sakunya. “Usai menangkap Sugeng kami langsung melakukan pengembangan,” kata Kapolsek Nganjuk Kota Kompol Totok Widiarto.

Baca Juga :  Ban Bekas Terbakar di Belakang Perumahan Brimob Picu Kehebohan

Kepada polisi, Sugeng mengaku mendapat barang dari Indra. Tak mau buruannya lolos, Indra langsung dibekuk sekitar pukul 23.00 Senin (23/10) lalu. Dari keterangan Indra, polisi langsung memburu Hendra yang disebut sebagai pemasok utama.

Sekitar pukul 00.15, polisi menggerebek rumah Hendra di Desa Sumberkepuh, Kecamatan Tanjunganom. Di sana, polisi mendapati ada lima plastik besar pil berwarna putih yang bentuknya seperti dobel L. Hanya saja, di dalam plastik itu ada tulisan vitamin B1. Tidak hanya nama vitamin, untuk meyakinkan orang, label juga berisi tulisan komposisi dan indikasi obat.

Di sana juga tertera nomor registrasi berikut tanggal kedaluwarsa. “Setelah diamati anggota, memang isinya pil dobel L. Bukan vitamin B1,” terang Totok sembari menyebut total ada 5.998 butir dobel L yang diamankan dari Hendra.

Baca Juga :  Ngembat HP, Guru Honorer Asal Patianrowo Ditangkap Massa¬†

Lebih jauh Totok mengatakan, peredaran dobel L dengan menggunakan label vitamin B1 ini perlu diwaspadai bersama. “Ini merupakan modus baru yang harus diwaspadai,” terang Totok sembari menyebut barang bukti dobel L dari ketiganya total sebanyak 6.043 butir.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/