22.6 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Jambret Berkeliaran di Pusat Perbelanjaan di Nganjuk

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Polres Nganjuk meminta warga berhati-hati saat berbelanja kebutuhan Lebaran. Karena copet dan jambret berkeliaran di pusat perbelanjaan. Untuk menghindari hal tersebut, warga diminta untuk melakukan upaya preventif. Salah satunya dengan tidak mengenakan perhiasan yang mencolok ketika berbelanja.

“Tindakan kejahatan jelang hari raya kemungkinan akan naik. Oleh sebab itu warga harus berhati-hati,” terang Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang.

Ada beberapa upaya agar tindakan kejahatan seperti pencurian dapat dicegah. Salah satunya adalah dengan waspada dalam setiap kondisi.

Contoh tindakan nyata yang dapat dilakukan adalah dengan tidak berpakaian secara mencolok ketika di luar. Salah satu yang paling umum, pencuri biasa menyasar ibu-ibu yang sedang memakai perhiasan secara berlebihan.

Baca Juga :  Ledakan Petasan Kepung: Pernah Terjadi 10 Tahun Silam

Oleh sebab itu, Boy mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengenakan perhiasan yang mencolok. “Lebih baik disimpan di tempat yang lebih aman,” terangnya.

Selain tidak mengenakan perhiasan secara mencolok, Boy mengatakan agar lebih teliti ketika hendak meninggalkan rumah. Salah satunya adalah dengan mengunci setiap pintu yang ada di rumah sebelum bepergian.

Boy mengatakan bahwa tindakan kejahatan paling sering terjadi ketika malam hari. Mayoritas, para pelaku kejahatan menyasar orang yang sedang keluar seorang diri.

Oleh sebab itu, Boy mengatakan bahwa lebih baik keluar dengan mengajak seorang teman. Jika ada kejadian tidak diingikan di jalan raya, maka teman tersebut bisa membantu. “Kalau ada kejadian langsung lapor ke pihak kepolisian dengan menghubungi nomor yang sudah ada,” ujarnya.

Baca Juga :  Januari, Surat Pernyataan Miskin Sudah Tak Berlaku

Sementara itu, berdasarkan pengamatan wartawan koran ini, tempat-tempat perbelanjaan di Kota Angin semakin ramai pengunjung. Mereka berburu kebutuhan Lebaran. Mulai dari pakaian hingga toko kue. “Mumpung boleh halalbihalal. Jadi, beli baju baru,” ungkap Sahara, 28, warga Kertosono. (wib/tyo)

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Polres Nganjuk meminta warga berhati-hati saat berbelanja kebutuhan Lebaran. Karena copet dan jambret berkeliaran di pusat perbelanjaan. Untuk menghindari hal tersebut, warga diminta untuk melakukan upaya preventif. Salah satunya dengan tidak mengenakan perhiasan yang mencolok ketika berbelanja.

“Tindakan kejahatan jelang hari raya kemungkinan akan naik. Oleh sebab itu warga harus berhati-hati,” terang Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang.

Ada beberapa upaya agar tindakan kejahatan seperti pencurian dapat dicegah. Salah satunya adalah dengan waspada dalam setiap kondisi.

Contoh tindakan nyata yang dapat dilakukan adalah dengan tidak berpakaian secara mencolok ketika di luar. Salah satu yang paling umum, pencuri biasa menyasar ibu-ibu yang sedang memakai perhiasan secara berlebihan.

Baca Juga :  Ayah Cabul Ketahuan Istri

Oleh sebab itu, Boy mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengenakan perhiasan yang mencolok. “Lebih baik disimpan di tempat yang lebih aman,” terangnya.

Selain tidak mengenakan perhiasan secara mencolok, Boy mengatakan agar lebih teliti ketika hendak meninggalkan rumah. Salah satunya adalah dengan mengunci setiap pintu yang ada di rumah sebelum bepergian.

Boy mengatakan bahwa tindakan kejahatan paling sering terjadi ketika malam hari. Mayoritas, para pelaku kejahatan menyasar orang yang sedang keluar seorang diri.

Oleh sebab itu, Boy mengatakan bahwa lebih baik keluar dengan mengajak seorang teman. Jika ada kejadian tidak diingikan di jalan raya, maka teman tersebut bisa membantu. “Kalau ada kejadian langsung lapor ke pihak kepolisian dengan menghubungi nomor yang sudah ada,” ujarnya.

Baca Juga :  Sidang Pembunuhan Sujarno: Mashuda Mengaku Dihajar

Sementara itu, berdasarkan pengamatan wartawan koran ini, tempat-tempat perbelanjaan di Kota Angin semakin ramai pengunjung. Mereka berburu kebutuhan Lebaran. Mulai dari pakaian hingga toko kue. “Mumpung boleh halalbihalal. Jadi, beli baju baru,” ungkap Sahara, 28, warga Kertosono. (wib/tyo)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/