27.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Kejari Kota Kediri Terus Kembangkan Penyidikan Kasus Korupsi BPNT

KOTA, JP Radar Kediri – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri terus mendalami kasus korupsi Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) periode 2020-2021. Khususnya aliran fee yang diterima oleh dua tersangka, Triyono Kutut Purwanto dan Sri Dewi Roro Sawitri.

Kasi Intel Kejari Kota Kediri Harry Rachmat menjelaskan, ada beberapa pengembalian uang yang telah dilakukan. Termasuk oleh para saksi yang dimintai keterangan. Total, dari kerugian negara yang mencapai Rp 1,4 miliar, sudah kembali Rp 392,7 juta. Uang itu dikembalikan oleh 20 orang termasuk tersangka.

“Tiga pendamping dari tiga kecamatan turut mengembalikan uang,” terangnya.

Sayang, Harry tidak menyebut berapa total uang yang dikembalikan tiga pendamping itu. Yang jelas, total Rp 392,7 juta tersebut termasuk pengembalian dari tiga pendamping kecamatan. Pasalnya, mereka turut menerima hasil fee yang diterima oleh Roro sebagai koordinator.

Baca Juga :  Bolos, Kongko di Warung Kopi, Pelajar Terjaring Razia

“Setiap pencairan BPNT ini kan tersangka pasti menerima fee dari supplier, termasuk Roro yang membagikan fee itu kepada tiga pendamping dari kecamatan,” paparnya.

Menariknya, dari 20 puluh orang yang mengembalikan uang itu tidak ada nama Roro. Tidak diketahui alasan salah satu tersangka itu belum mengembalikan uang. Oleh karena itu penyidik masih mendalami keterangan para saksi untuk mencari kemana fee tersebut mengalir. Jika nantinya sudah diketahui secara pasti maka akan dijadikan alat bukti.

“Kalau alat bukti sudah kuat otomatis kami akan lakukan pengajuan penyitaan aset tersangka ke pengadilan,” imbuhnya.

Penyidik menargetkan bisa menuntaskan penyidikan ini sebelum perpanjangan 40 hari penahanan tersangka habis. Setelah itu baru ke tahap penuntutan dan pelimpahan berkas perkara ke pengadilan. (ica/fud)

Baca Juga :  Warga Kediri Dibekuk saat Nekat Edarkan SS

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri terus mendalami kasus korupsi Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) periode 2020-2021. Khususnya aliran fee yang diterima oleh dua tersangka, Triyono Kutut Purwanto dan Sri Dewi Roro Sawitri.

Kasi Intel Kejari Kota Kediri Harry Rachmat menjelaskan, ada beberapa pengembalian uang yang telah dilakukan. Termasuk oleh para saksi yang dimintai keterangan. Total, dari kerugian negara yang mencapai Rp 1,4 miliar, sudah kembali Rp 392,7 juta. Uang itu dikembalikan oleh 20 orang termasuk tersangka.

“Tiga pendamping dari tiga kecamatan turut mengembalikan uang,” terangnya.

Sayang, Harry tidak menyebut berapa total uang yang dikembalikan tiga pendamping itu. Yang jelas, total Rp 392,7 juta tersebut termasuk pengembalian dari tiga pendamping kecamatan. Pasalnya, mereka turut menerima hasil fee yang diterima oleh Roro sebagai koordinator.

Baca Juga :  Pikap Oleng, Dua Luka, Empat Kendaraan Rusak

“Setiap pencairan BPNT ini kan tersangka pasti menerima fee dari supplier, termasuk Roro yang membagikan fee itu kepada tiga pendamping dari kecamatan,” paparnya.

Menariknya, dari 20 puluh orang yang mengembalikan uang itu tidak ada nama Roro. Tidak diketahui alasan salah satu tersangka itu belum mengembalikan uang. Oleh karena itu penyidik masih mendalami keterangan para saksi untuk mencari kemana fee tersebut mengalir. Jika nantinya sudah diketahui secara pasti maka akan dijadikan alat bukti.

“Kalau alat bukti sudah kuat otomatis kami akan lakukan pengajuan penyitaan aset tersangka ke pengadilan,” imbuhnya.

Penyidik menargetkan bisa menuntaskan penyidikan ini sebelum perpanjangan 40 hari penahanan tersangka habis. Setelah itu baru ke tahap penuntutan dan pelimpahan berkas perkara ke pengadilan. (ica/fud)

Baca Juga :  Sebulan, Juru Parkir Liar di Nganjuk Bisa Dapat Uang Rp 6 Juta

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/