22.7 C
Kediri
Monday, August 8, 2022

Nyuri HP di Madrasah, Pemuda Tugurejo Tertangkap karena Teknologi Ini

KOTA, JP Radar Kediri – Sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Selicin-licinnya seorang Satria Bagus Maulana mencuri berbagai barang elektronik, akhirnya ketahuan juga. Uniknya, terbongkarnya ulah buruk pemuda 20 tahun asal Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, itu juga karena barang yang dicurinya.

Lho, kok bisa? Ya, Satria ternyata tak terlalu pandai. Meskipun sempat lolos dari beberapa kali pencurian yang dia lakukan, ternyata dia kurang teliti saat menjalankan aksi terakhirnya. Saat membobol di asrama MAN 2 Kota Kediri, dia mencuri telepon seluler (ponsel). Dia tidak sadar bahwa polisi bisa menelusuri jejaknya dari fitur global positioning system (GPS) yang ada di handphone tersebut.

Cerita berawal saat ada laporan pencurian di madrasah yang ada di Jalan Letjend Suprapto, Banjaran, Kota Kediri itu. Saksi yang juga korban melapor bahwa di kamarnya terjadi pembobolan. Ponsel atau HP serta laptopnya dicuri oleh seseorang.

Polisi pun bergerak cepat. Mereka kemudian melihat fitur GPS di HP korban bisa dilacak.

Di peta yang terlihat, petugas kemudian menuju lokasi tersebut. Tempatnya di salah satu warnet di Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Di tempat itu petugas melihat seorang remaja yang tengah sibuk di depan komputer. Pemuda itu bersarung tapi membawa tas ransel besar warna hitam.

Baca Juga :  Penimbun Solar di Rejoso Terancan 6 Tahun Penjara

“Dia langsung diminta untuk keluar warnet. Kemudian digeledah barang bawaannya,” terang Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi.

 

Petugas Satreskrim Polres Kediri Kota yang melakukan pemeriksaan terhadap Satria. Petugas menemukan tiga unit laptop, dua unit handphone, peralatan tukang seperti tang dan palu. Juga ada dua buah dompet. Satria mengakui barang-barang tersebut adalah hasil perbuatan tercela yang ia lakukan.

“Benar, langsung mengaku itu hasil curian,” tambah Kamsudi.

Mantan Kapolsek Papar itu menyebutkan bahwa Satria akhirnya dibawa ke Mapolres Kediri Kota untuk dimintai keterangan. Kepada petugas dia mengaku melakukan pencurian Selasa (18/2) pagi.

Satria mengaku masuk melalui tembok belakang timur MAN 2 Kota Kediri. Masuk ke area asrama laki-laki dengan mencongkel pintu asrama. Peralatan yang dia gunakan adalah palu dan tang. Satria kemudian mengambil barang-barang yang ada di asrama. Seperti satu unit laptop merek Toshiba dan dua unit HP merek RealMe dan Vivo.

Baca Juga :  Boscu Kaget Dipijat Mbak Pur

Satria ternyata juga melakukan pencurian di tempat lain. Selain melakukan pencurian di MA Negeri 2 Kota Kediri, Satria juga melakukan pencurian di Pondok Al-Firdaus yang berada di Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. “Yang dicuri adalah laptop,” ujar Kamsudi.

Lelaki dengan pangkat tiga balok di pundaknya ini juga menjelaskan, lokasi ketiga pencurian yang dilakukan oleh Satria berada di salah satu musala di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto. Pelaku mencuri satu tas yang berisi laptop dan dua buah HP.

Tapi Satria lupa bahwa alat elektronik yang dia curi itu ada fitur GPS-nya. Dan bila masih on memudahkan petugas menelusuri jejaknya. Kini, Satria masih ditahan di rumah tahanan dan barang bukti (tahti) Polres Kediri Kota. Dia terancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Dia dapat mendekam di penjara maksimal selama tujuh tahun. “Masih terus didalami apakah ada lokasi pencurian lainnya atau tidak,” pungkas Kamsudi.

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Selicin-licinnya seorang Satria Bagus Maulana mencuri berbagai barang elektronik, akhirnya ketahuan juga. Uniknya, terbongkarnya ulah buruk pemuda 20 tahun asal Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, itu juga karena barang yang dicurinya.

Lho, kok bisa? Ya, Satria ternyata tak terlalu pandai. Meskipun sempat lolos dari beberapa kali pencurian yang dia lakukan, ternyata dia kurang teliti saat menjalankan aksi terakhirnya. Saat membobol di asrama MAN 2 Kota Kediri, dia mencuri telepon seluler (ponsel). Dia tidak sadar bahwa polisi bisa menelusuri jejaknya dari fitur global positioning system (GPS) yang ada di handphone tersebut.

Cerita berawal saat ada laporan pencurian di madrasah yang ada di Jalan Letjend Suprapto, Banjaran, Kota Kediri itu. Saksi yang juga korban melapor bahwa di kamarnya terjadi pembobolan. Ponsel atau HP serta laptopnya dicuri oleh seseorang.

Polisi pun bergerak cepat. Mereka kemudian melihat fitur GPS di HP korban bisa dilacak.

Di peta yang terlihat, petugas kemudian menuju lokasi tersebut. Tempatnya di salah satu warnet di Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Di tempat itu petugas melihat seorang remaja yang tengah sibuk di depan komputer. Pemuda itu bersarung tapi membawa tas ransel besar warna hitam.

Baca Juga :  Temukan Tulang Manusia di Saluran Air Ngadiluwih

“Dia langsung diminta untuk keluar warnet. Kemudian digeledah barang bawaannya,” terang Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi.

 

Petugas Satreskrim Polres Kediri Kota yang melakukan pemeriksaan terhadap Satria. Petugas menemukan tiga unit laptop, dua unit handphone, peralatan tukang seperti tang dan palu. Juga ada dua buah dompet. Satria mengakui barang-barang tersebut adalah hasil perbuatan tercela yang ia lakukan.

“Benar, langsung mengaku itu hasil curian,” tambah Kamsudi.

Mantan Kapolsek Papar itu menyebutkan bahwa Satria akhirnya dibawa ke Mapolres Kediri Kota untuk dimintai keterangan. Kepada petugas dia mengaku melakukan pencurian Selasa (18/2) pagi.

Satria mengaku masuk melalui tembok belakang timur MAN 2 Kota Kediri. Masuk ke area asrama laki-laki dengan mencongkel pintu asrama. Peralatan yang dia gunakan adalah palu dan tang. Satria kemudian mengambil barang-barang yang ada di asrama. Seperti satu unit laptop merek Toshiba dan dua unit HP merek RealMe dan Vivo.

Baca Juga :  Kakang Polah Kakang Kepradah

Satria ternyata juga melakukan pencurian di tempat lain. Selain melakukan pencurian di MA Negeri 2 Kota Kediri, Satria juga melakukan pencurian di Pondok Al-Firdaus yang berada di Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. “Yang dicuri adalah laptop,” ujar Kamsudi.

Lelaki dengan pangkat tiga balok di pundaknya ini juga menjelaskan, lokasi ketiga pencurian yang dilakukan oleh Satria berada di salah satu musala di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto. Pelaku mencuri satu tas yang berisi laptop dan dua buah HP.

Tapi Satria lupa bahwa alat elektronik yang dia curi itu ada fitur GPS-nya. Dan bila masih on memudahkan petugas menelusuri jejaknya. Kini, Satria masih ditahan di rumah tahanan dan barang bukti (tahti) Polres Kediri Kota. Dia terancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Dia dapat mendekam di penjara maksimal selama tujuh tahun. “Masih terus didalami apakah ada lokasi pencurian lainnya atau tidak,” pungkas Kamsudi.

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Mulai Data Tanah Tol Agustus


Artikel Terbaru

/