23.6 C
Kediri
Monday, August 15, 2022

Pelaku Tabrak Lari Renggut Dua Nyawa di Kediri

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Dua kasus tabrak lari yang terjadi dua hari terakhir kemarin, kini dalam penyelidikan polisi. Pasalnya, kedua korbannya meninggal dunia di dua tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.

Mereka adalah Wulan Widya Ningrum, 24, warga Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, dan Nuryakin,70, warga Desa Blabak, Kecamatan Kandat. Diduga penabrak tak bertanggungjawab itu adalah pengemudi truk jenis dump truck.

“Saat ini kasusnya sudah dalam penanganan Unit laka Lantas Satlantas Polres Kediri. Kami berharap pelakunya menyerahkan diri,” ujar Kapolsek Wates AKP Sumarsono kepada koran ini.

Tabrak lari yang menimpa Wulan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB kemarin (23/9). Pagi itu, dia mengendarai sepeda motor Honda Beat AG 4497 OA melaju ke arah Desa Gondang, Kecamatan Plosoklaten. Awalnya, perjalanan lancar. Namun, sesampai di jalan Desa Pojok, Kecamatan Wates melaju kendaraan dump truck dari arah sebaliknya.

Menurut Ahmad Habsah, saksi mata warga Pojok, truk berjalan terlalu ke kanan. Hingga akhirnya menabrak motor yang dikendarai Wulan. “Posisi truk memang terlalu ke kanan, akhirnya menabrak pengendara motor dari arah berlawanan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gempar! Mayat Perempuan Tergeletak di Pos Pasar Hewan Ngadiluwih
- Advertisement -

Ironisnya, setelah menabrak korban, pengemudi truk itu justru kabur. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu berusaha mengejar. Tetapi truk terburu jauh. Tidak berhasil dihentikan. “Saat itu dump truck melaju dengan kecepatan tinggi,” kata Habsah.

Warga kemudian melaporkannya ke polisi. Setelah petugas datang ke TKP, Wulan dibawa ke RS Bhayangkara Kediri. AKP Sumarsono mengatakan, korban mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala. Akibatnya, dia meninggal di lokasi kejadian. “Perkara ini telah kami limpahkan ke Laka Lantas Polres Kediri,” terangnya.

Di tempat terpisah, sehari sebelumnya (22/9) juga terjadi tabrak lari yang merenggut nyawa Nuryakin. Peristiwanya terjadi sekitar pukul 05.00 di Jalan Raya Ngadiluwih-Wates. Tepatnya di Desa Blabak, Kecamatan Kandat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, semula Nuryakin naik sepeda menuju ke arah Ngadiluwih. Saat itulah di tengah perjalanan tiba-tiba muncul dump truck melaju dengan kecepatan tinggi.

Baca Juga :  Polres kediri Ringkus Empat Pengedar Pil Dobel L

Ditengarai sopir truk itu melaju terlalu ke kanan. Tak menguasai medan jalan, kendaraan tersebut menabrak sepeda yang dinaiki Nuryakin. Kakek itu langsung terjatuh ke jalan aspal. Dia mengalami luka cukup parah di bagian kepala. Kendati begitu, pengemudi truk itu tak menghentikan kendaraannya. Pun tak menolong korban yang celaka dan terluka di jalan.

“Waktu itu sopir dump truck langsung melarikan diri ke arah Wates,” ungkap Kapolsek Kandat Iptu Hariyanto.

Tidak lama kemudian, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, petugas polsek segera mendatangi lokasi kejadian. Mereka mengamankan korban. Namun kala itu Nuryakin diketahui sudah meninggal dunia. Jenazahnya dibawa RSUD Gambiran II untuk divisum.

Hariyanto mengatakan, pihaknya turut menyelidiki kasus ini. “Kami masih lakukan penyelidikan ciri-ciri dump truck yang melarikan diri,” terangnya.

Meski masih dalam proses penyelidikan, dia mengimbau, pelaku tabrak lari itu untuk menyerahkan diri ke Mapolsek Kandat atau Polres Kediri. “Lebih baik menyerahkan diri, daripada harus kami amankan,” tegasnya.

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Dua kasus tabrak lari yang terjadi dua hari terakhir kemarin, kini dalam penyelidikan polisi. Pasalnya, kedua korbannya meninggal dunia di dua tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.

Mereka adalah Wulan Widya Ningrum, 24, warga Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, dan Nuryakin,70, warga Desa Blabak, Kecamatan Kandat. Diduga penabrak tak bertanggungjawab itu adalah pengemudi truk jenis dump truck.

“Saat ini kasusnya sudah dalam penanganan Unit laka Lantas Satlantas Polres Kediri. Kami berharap pelakunya menyerahkan diri,” ujar Kapolsek Wates AKP Sumarsono kepada koran ini.

Tabrak lari yang menimpa Wulan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB kemarin (23/9). Pagi itu, dia mengendarai sepeda motor Honda Beat AG 4497 OA melaju ke arah Desa Gondang, Kecamatan Plosoklaten. Awalnya, perjalanan lancar. Namun, sesampai di jalan Desa Pojok, Kecamatan Wates melaju kendaraan dump truck dari arah sebaliknya.

Menurut Ahmad Habsah, saksi mata warga Pojok, truk berjalan terlalu ke kanan. Hingga akhirnya menabrak motor yang dikendarai Wulan. “Posisi truk memang terlalu ke kanan, akhirnya menabrak pengendara motor dari arah berlawanan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Korban Pemukulan Mama Muda Asal Ngadirejo Dirujuk ke Sutomo

Ironisnya, setelah menabrak korban, pengemudi truk itu justru kabur. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu berusaha mengejar. Tetapi truk terburu jauh. Tidak berhasil dihentikan. “Saat itu dump truck melaju dengan kecepatan tinggi,” kata Habsah.

Warga kemudian melaporkannya ke polisi. Setelah petugas datang ke TKP, Wulan dibawa ke RS Bhayangkara Kediri. AKP Sumarsono mengatakan, korban mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala. Akibatnya, dia meninggal di lokasi kejadian. “Perkara ini telah kami limpahkan ke Laka Lantas Polres Kediri,” terangnya.

Di tempat terpisah, sehari sebelumnya (22/9) juga terjadi tabrak lari yang merenggut nyawa Nuryakin. Peristiwanya terjadi sekitar pukul 05.00 di Jalan Raya Ngadiluwih-Wates. Tepatnya di Desa Blabak, Kecamatan Kandat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, semula Nuryakin naik sepeda menuju ke arah Ngadiluwih. Saat itulah di tengah perjalanan tiba-tiba muncul dump truck melaju dengan kecepatan tinggi.

Baca Juga :  Antisipasi Omicron, Pemkot Kediri Siapkan 130 Bed Isoter

Ditengarai sopir truk itu melaju terlalu ke kanan. Tak menguasai medan jalan, kendaraan tersebut menabrak sepeda yang dinaiki Nuryakin. Kakek itu langsung terjatuh ke jalan aspal. Dia mengalami luka cukup parah di bagian kepala. Kendati begitu, pengemudi truk itu tak menghentikan kendaraannya. Pun tak menolong korban yang celaka dan terluka di jalan.

“Waktu itu sopir dump truck langsung melarikan diri ke arah Wates,” ungkap Kapolsek Kandat Iptu Hariyanto.

Tidak lama kemudian, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, petugas polsek segera mendatangi lokasi kejadian. Mereka mengamankan korban. Namun kala itu Nuryakin diketahui sudah meninggal dunia. Jenazahnya dibawa RSUD Gambiran II untuk divisum.

Hariyanto mengatakan, pihaknya turut menyelidiki kasus ini. “Kami masih lakukan penyelidikan ciri-ciri dump truck yang melarikan diri,” terangnya.

Meski masih dalam proses penyelidikan, dia mengimbau, pelaku tabrak lari itu untuk menyerahkan diri ke Mapolsek Kandat atau Polres Kediri. “Lebih baik menyerahkan diri, daripada harus kami amankan,” tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/